Senin, 21 November 2016

After The Rain with Adhitia Sofyan (12/11/16)

Sudah lama tidak posting tentang hal-hal kesukaan.

Adhitia Sofyan, taken by Alvidha
Pernah dengar nama Adhitia Sofyan? Yap untuk penikmat musik indie pasti namanya sudah tidak asing (kalo yang belum tau, googling aja lagunya wkwk). Saya pertama kali mendengar Adhitia Sofyan di 2008 itupun nemu lagunya random di radio, judul lagunya di kala itu Adelaide Sky dan sempat dengar juga 'Memilihmu'. Tipikal musik yang enak dipakai untuk bobo, akustikan sendu-sendu gimana gitu. Namun sayang di masa itu yang tau Adhitia Sofyan cuma seiprit jadi teman sharing saya tentang musik beliau ga ada alias cukup simpan dalam hati saja, jadi ingat dulu beberapa teman angkat tangan dengan selera musik saya karena memang tiap nyebut band/penyanyi ini itu tidak ada yang tau hikss.

Masnya (sebutan saya buat Adhitia Sofyan -sok mesra -sok akrab) makin terkenal karena lagu Adelaide Sky tersebut menjadi soundtrack film Kambing Jantan (Raditya Dika). Kenapa suka dengan Masnya? Karena lagu-lagunya sederhana tapi penuh makna, tiap dengar beberapa lagu saya yang "oemjii saya banget ini lagu", atau tiba-tiba mood swing karena mengingat sesuatu. Coba dengar After The Rain, September, Bandaged, dll (enak lagunya tapi tergantung selera masing-masing sih hehe).

Jumat malam, sahabat saya Dicil menginfokan kalo Masnya mau manggung di Pasar Festival Kuningan besok malamnya (Sabtu, 12 November 2016), di kamar kosan tetiba galau karena seharusnya besok adalah jadwal saya mengunjungi Papa di Karawaci tapi yang namanya jodoh pasti bakal ketemu yes.. ternyata schedule yang tadinya mau nginap di Karawaci tetiba ga jadi dan yesss saya bisa nonton Masnya di Pasfes.

Tapi yang namanya ketemu jodoh pasti ada saja masalah yang datang menghadang. Mulai dari hujan gede bis Karawaci ke Blok M ga ada (mesti naek jurusan ke Senen), gojeknya kesasar huhu mau nangis tapi alhamdulillah sampai di Pasfes jam setengah 8. Nyamperin Si Fajar dan Kak Obrien (teman satu komunitas fotografi di Makassar) tapi Kak Obriennya ngaret ngeeekk alhasil nontonin konser sama Si Fajar yang sibuk moto-motoin Masnya.

Masuk di tempat konser, saya disambut dengan lagu "Immortal Mellow" by Masnya. Cari tempat paling depan dan untuk pertama kalinya saya menyaksikan langsung Masnya nyanyi lagu favorit saya, mau nangis karena memang Immortal Mellow ini lagu yang selalu saya keep di hape saya (mau berapa kali saya ganti-ganti hp, lagu ini selalu nongol). Malam itu seolah-olah Masnya nyanyiin lagu-lagunya dia yang "saya banget" hahaha.



in frame: Adhitia Sofyan, all photos took by Alvidha
(Canon IXUS 1800)
Semua orang pasti punya masa-masa suram di hidupnya, ya kan? Dan thanks to Mas Adhitia Sofyan and all his songs that he made, yes benar-benar menemani dan membantu saya dalam menjalani hari-hari yang suram di masa lalu. Ditambah malam itu momennya pas, selepas hujan nonton Masnya wettsss makin keras nostalgia.

Yah kadang nostalgia itu penting buat bersyukur, seenggaknya kehidupan sekarang jauh lebih baik daripada yang lalu. Aamiin :)

That was a beautiful Saturday night, apalagi lagu yang dibawain Masnya adalah lagu-lagu yang saya hapalin semua jadinya bisa karaoke bareng Masnya hahaha. Thanks for made my day Masnya. Sayang gak bisa foto bareng karena keburu lapar dan Masnya dikerumuni orang-orang hiks.

You see people are trying
To find their way back to home
So I'll find my way to you..
(Adhitia Sofyan - hayoo tebak ini lirik lagu apa? :p )

Thanks for reading. Keep listening to beautiful song to make your day. Wassalam :)

Selasa, 15 November 2016

Tuesday's Mood

Mencoba memotret Selasa Pagi. Enjoy my pics :)











All pictures taken by Alvidha.

Terima kasih sudah sudi singgah ke halaman ini. Yang terbaik untuk kita semua, aamiin!
Wassalam :)

Preparation Vibes (2) * Desain Undangan Sendiri!

Now Playing: Justin Timberlake - Mirrors (keputar dadakan di Youtube)

Hello!

Sekarang bahas priperesyen lagi yeayyy! And this is my favorite part jengjeng... DESAIN UNDANGAN!

Awalnya sih sempat liat-liat akun IG yang khusus buat desain undangan, cetak undangan murah dan sebagainya dan sepertinya bakal efisien aja kalo milih salah satu desain mereka dan cuma ganti nama, tanggal dan detail lainnya. But, mikir "kenapa ga desain sendiri aja?" ditambah ada kerabat yang bilang "lu kan lumayan jago desain, bikin sendiri aja sih!" oke, sebenarnya saya ga jago-jago amat masih level tiarap tapiii here I go!! Setelah pikiran itu muncul, saya langsung menginstall Adobe Illustrator di komputer kantor saya hahaha.

Untuk tema sih, saya masih tetap menggunakan tema "Bunga" karena I love flowers so muuuucchh, like damai aja gitu kalo liat bunga-bunga hehehe. Setelah mikir keras depan komputer, crop sana crop sini, pilihin bentuk bunga, dan yang paling banyak dramanya yaitu pilih font! Kan ngga mungkin saya pakai font Jokerman atau kata Aa' "pake Chiller aja" mmeeh.. font Chiller itu font horror. Dan setelah browsing font hampir sejam akhirnya nemu juga font yang cocok dengan isi hati and kepala.

After I designed my wedding card, saya ngeliatin ke Aa' dan dibilangin bagus horeee! Liatin ke Adek juga dibilangin bagus, sempat upload ke Facebook banyak teman bilang bagus! Alhamdulillah, tidak sia-sia ikut mata kuliah desain grafis dan Gradient Day pas kuliah dulu. Yah daripada sewa desainer untuk desain undangan mending desain sendiri lebih greget!


Sempat nyetak dummy (contoh hasil) juga dengan modal printer kantor dan kertas tebal yang tercecer kesana kemari dan pas kelar nempel sana sini, cutting ini itu yeayy baru dummy aja sudah terharu, pengen cepat-cepat bagiin padahal masih lama hahaha.

Tugas saya masih banyak untuk urusan undangan yaitu ini undangan mau nyetak dimana? Dan.. kalo undangannya kelar ada tugas nempelin label dan disebarin ke para calon tamu.. FIUHH!! Siap-siap terkuras energi sih tapi gapapa harus tetap semangat dan pake power of love. Yuhuu can't wait!

Semoga akan selalu lancar, aamiin! Thanks for read this simple post. Loveyou all guys :D

Wassalam


Selasa, 08 November 2016

Preparation Vibes (1)

Now Playing: Use Somebody - Kings of Leon

Hai there!

Kemarin setelah acara lamaran kondisi badan agak sedikit drop mulai dari kena radang tenggorokan sampai pilek berat dan sampai saat ini leher saya masih gatal. Radang dan pilek sudah mau sembuh karena tiap hari cekokin jeruk nipis atau lemon, sampai rasanya lidah sudah biasa dengan rasa asem *hati pun juga... sudah biasa dengan asem asem kehidupan #LAHCURHAT (lha emang iya ini tempat curhat).

Sekarang lagi sibuk-sibuknya kerja, cari duit, urus nikahan, menggalau, goler-goleran di kasur sambil liat Instagram dan searching #undanganmurah #souvenirnikahmurah #undangannikah yah seputaran itulah. Tak lupa curi-curi waktu di kantor untuk blog walking beberapa blog orang yang curhat seputaran persiapan nikah mereka terus bacanya sambil baperan. Tak lupa googling beberapa key words seperti "cara menjadi istri yang baik", "cara memasak sayur asem", "mengatur pengeluaran rumah tangga". Iya saya memang receh banget baru sekarang googling beginian.. maklum saya menghabiskan masa muda kemarin dengan hura-hura dan buang-buang duit HAHAHAHA. Yolo maaann YOLO~ (Yolo yolo pale lu.. giliran sudah begini malah puyeng sendiri)

LOKASI

Awal Oktober kemarin, saya dan Aa sudah DP untuk gedung nikahan kita nanti, di postingan kemarin kan agak dirahasiakan tuh lokasinya hehehe tapi yaudah saya sebutin saja.. lokasinya di Mesjid Agung Sunda Kelapa - Menteng Jakarta Pusat. Kita berdua mengambil tanggal 15 April 2017, which is kalo dihitung tanggal hari ini masih ada kurang lebih 5 bulan lagi coy.. Untuk urusan pertanggalan kita gak pake ramalan-ramalan, hitung kalender Jawa apalah namanya itu.. yah karena banyak hari libur aja di bulan April hehehehe (iya kita berdua emang anaknya fakir tanggal merah zzz).

Untuk lokasi sih, Mesjid ini memang sudah jadi favorit banyak couple di DKI Jakarta karena emang di tengah-tengah banget dan untuk urusan transportasi sangatlah friendly, yang mau naik Commuter Line gampang, naik Busway boleh, ojek, bajaj, taxi or jalan kaki juga bisa banget. Yah biar pada main ke Jakarta aja sih, kali aja tamu kelar dari kawinan kita ada yang mau ngaso ke GI, PI, Monas atau leyeh-leyeh di Taman Suropati? Bisa banget hahahaha.

Anyway ini beberapa foto dari lokasi nikahan nanti, ini difoto pas pagi-pagi sebelum ke kantor...


dalam gedung Aula Sakinah Mesjid Agung Sunda Kelapa
Insya Allah cukup untuk tamu yang kita undang nanti

pintu depan Aula

ruang make up perempuan
di depan gedung ada lapangan dan rerumputan
kali aja ada tamu yang mau joget india-an.. monggo!

AISSSHH kereeenn!
 bonus Pak Heri (pengelola mesjid) dan Alvidha
Aa' sih gaada pas saya hunting disini karena dia kantornya dimanaaaaa, eke dimanaaa (iya mesjidnya dekat banget sama kantorku jadi bisa melipir liat-liat), dan so far bersih!! (itu ruang makeup berantakan karena emang belum dirapihin) but dari segi AC, cahaya lampu, lingkungan sudah cocok lah ya, apalagi kalo weekend, daerah Menteng cukup sepi (gak cuma weekend sih tiap hari juga sepi wkwk) makanya bisa lebih khidmat insya Allah. Bonus Pak Heri nanti bakal bantuin kalo emang ada yang pengen diurus di KUA nanti. Bismillah aja semoga dilancarkan segalanya aamiin.

CATERING

Catering yang nanti Insya Allah dipakai adalah Anggraela Catering (bisa diklik dan langsung menuju webnya).  Yeah catering ini sudah cukup terkenal bagi para calon pengantin karena catering ini berani nge-gratisin gedung coy! (gedung rekanan ya) dan alhamdulillah-nya lagi, Mesjid Agung Sunda Kelapa-nya ini salah satu rekanan dari Anggraela, jadi kami sangat terbantu hehehehe. Alasan kita berdua juga menggunakan catering ini karena kita berdua "malas ribet", jadi kita ngambil paket all in mulai dari gedung, makanan, dekorasi, gubukan, MC, bajunya pengantin, bajunya ortu, among tamu, karpet jalan, bunga-bunga dll sudah include di harga tersebut (nangis terharu).

Mungkin karena saya dan Aa' sama-sama kerja, ditambah orang tua saya yang biasa handle beginian itu Si Mamah juga jauh, jadi benar-benar kita terbantu dengan adanya catering all in ini (di Makassar sepertinya belum ada yang seperti ini). Kan malas banget kalo sibuk cari catering, terus cari dekor lagi, cari itu lagi, blablabla.. bisa-bisa butuh waktu hampir setahun untuk mencari vendor aja.

Kemarin main ke cateringnya sekalian DP, eh kita jadi couple antrian ke-4 dan setelah kita ada lagi yang ngantri.. ini yang bikin kita tambah agak yakin sih kalo emang catering ini bukan catering sembarangan, walaupun lokasinya cukup jauh dari tempat kita berdua plus kita berdua pake acara jalan kaki dari Stasiun Klender *karena liat di map "AH dekat ini mah", pas jalan mmeeeehh lumayan pegel, but it will be a nice story buat nanti diceritain ke anak-anak kelak kalo emak bapaknya dulu cari catering buat nikah pake acara jalan kaki di pinggir kali dan singgah beli tahu bulat hahahaha.

Lokasi Anggraela Catering, gambar ambil dari google maps
And next souvenir, undangan, seserahan serta printilan-printilin yang lain bakal nyusul yah ceritanya karena sampai detik ini penulis masih galau milih-milih lokasi untuk cari item-item tersebut hahahaha (etapi kalo ada yang pengen ngusulin monggo gapapa kali aja bisa jadi inspiresyen). Dan nanti juga saya bakal cuti sehari di tiap bulan untuk menelusuri ini semua, yeayy semangat!!

Alhamdulillah, at least belakangan ini saya jadi lebih produktif dibanding tahun-tahun kemarin yang hobinya cuma makan tidur bengong and repeat. Semoga segala persiapan dilancarkan dan semoga mood dari hari ke hari makin baik, karena banyak cerita kalo udah mau nikah biasa mood naik turun macem roller coaster. Buat yang baca postingan doain yah biar semuanya lancar aamiin.

Makasih banyak udah mau baca postingan saya pagi ini, nih ta kasih bonus foto berdua sama Aa' pas Sabtu kemarin kelar dari daerah Klender yang jauh dari peradaban huhuhuhu.

muka-muka pilek tapi happy!
Keep happy and spread love! *Hugs

Wassalam :)

Jumat, 21 Oktober 2016

We're Getting Engaged! (15 Oct 2016)

Now Playing: Michael Buble - Nobody But Me


Assalamualaikum! Hello!

I don't know where to start this post, soalnya masih gugup hehehehe *ngetiknya sambil mesem-mesem asem ditambah ada iringan cengengesan.

Tanggal 15 Oktober 2016, yang punya blog ini officially dilamar sama pujaan hatinya ciyeeeee~ Tiba-tiba ingat kata sahabat saya, Si Anto pas dia nongol di depan rumah dan bilang "Ya Allah Vi... Akhirnya ada yang khilaf lamar kau", siakyau... tapi mungkin bagi Alan saya ini khilaf yang membahagiakan kaliya jadinya Alan mau ngelamar (pedeeeee~).

H-1. Masih sempat-sempatnya ngurusin ini itu, jemput Alan  sekeluarga di bandara, malamnya masih sempat cek tenda karena ada kain yang kurang, kursi-kursi buat di dalam rumah belum dibungkus, ditambah banyak anak kecil di rumah lari-larian kesana kemari, rameeee!

Alhamdulillah banget banyak keluarga dari Mamah yang datang bantuin. Pas mau tidur line-an sama Alan dan kita berdua samaan deg-degannya karena besok mau ketemu di acara, padahal kalo ngedate biasa selow aeee pas mau acara jadi awkward.

Ruang Tamu di rumah disulap jadi begini. Big Thanks buat Atta-Atta cantik sudah bantuin :*
(Atta itu panggilan saya buat Tante -saudaranya Mamah-)
Backdropnya buatan sendiri lho! Dengan modal daun bunga plastik, selotip, paku dan niat!
Alan datang bersama keluarganya yaitu orang tua, kakak, ponakan, om dan sepupu live from Bogor to Makassar. Makasih banget buat keluarganya Alan yang udah jauh-jauh datang ke Makassar, My family were so happy!! Makin deg-degan pas Si Didi buka acara (teman kuliahan yang ta'paksa jadi MC dadakan karena MC yang sebenarnya lagi urus anak, thanks Didi). Saya 'sembunyi' dulu di kamar, nanti dipanggil. Giliran dipanggil nunduk terus (pokoknya ga Alvidha banget lah), mungkin karena awkward and malu kali ya. 

Eciyeeee
Mukaku senyum-senyum mesem nunduk sambil liat kuku jari ada yang belum dipotong *laahh
Alan nyengir-nyengir -_-
Oiya mohon maaf kalo fotonya blur goyang-goyang, karena yang potoin adek saya - Si Yayang.. preman banget caranya moto zzz.

Jadi pas acara ada yang miss gitu huhuhu, ini antara Papah yang lupa atau MC-nya yang lupa. Jadi sebenarnya ada momen dimana Alan ngomong.. lahhh ketinggalan hahahaha. Saya pikir Alan udah ngomong pas saya masih 'sembunyi', ternyata belum and I can see his face after acara. dia bilang "yah padahal aku udah latihan di depan cermin hufft", sebenarnya saya penasaran juga dia mau ngomong apaan tapi tenang A'... mending suaranya disimpan buat akad nanti ya, I think that's more important.. toh tanpa berkata-kata di depan keluarga, I believe that you'll take care of me.. Sayang Alan :)

Setelah menerima lamaran dari keluarga Alan, yeapp we wear our ring! Cincin untuk saya dipakein sama Emah, dan cincin buat Alan dipakein sama Mamahku. 

Terima kasih Emah :)
And we were engaged! Alhamdulillah..

lirikan maut :p
I really love this hehehe *karena kita berdua terlihat kurus *HWAHAHAHAA padahal aslinya MMEH~
with our parents
temen-temenku pas jaman kuliah tetap cetyarr~


Sebenarnya fotonya ada banyak, tapi belum saya resize (upload di blogger biasa lamreta) hehehe, kalo yang berteman di facebook monggo buka album foto, kemarin udah saya aplot segambreng disitu hahaha. 

Alhamdulillahirabbil alamin... Selesai sudah 1 perkara yang sempat bikin mumet kepala dan hati (hallaah), insya Allah semoga kedepan semua urusan dilancarkan sampai hari itu tiba, aamiin ya Allah.

Then my friend said "How's your feeling after being engaged, Alvidha?"

Apa yah... rasanya lebih yakin aja sama calon suamimu. Yah namanya waktu pacaran pasti ada pikiran di benak "nih orang serius kaga sama saya?", "jangan-jangan cuma main doang", "aduh pasti blablabalbla" dan nethink-nethink yang lain, but after her mother put the ring into my finger, I look into Alan and deep inside my heart I said "Alhamdulillah, I'll take care of you A'.. and soon our family". Intinya sih segala macam ragu yang dulu ada tetiba sirna (tssaah). Oiya dan pastinya jadi lebih sering senyum-senyum sendiri liatin jari *apaaan *etapi ini beneran lho :p (Alan juga saya perhatikan begitu, pas kelar lamaran hobinya liatin jari wkwk).

I'm so happy right now, of course! Kalo kalimat mainstreamnya sih: "one step closer", insya Allah. Saya sangat bersyukur sekali Allah mempertemukan saya dengan Alan yang baiknya luar biasa (even kadang bluescreen-nya datang tak diundang), at least sosok yang saya butuhkan dan cari selama ini ternyata ada di dia and I wish he feels the same too hehehe. Semoga jalan ke depan bisa dilalui bersama dan tetap saling support dan sayang satu sama lain walau badai menghadang nanti. Aamiin. 

Terima kasih buat Ciko yang udah mau dandanin saya sekeluarga hahaha, terima kasih buat Ferdian yang tengah malam baru diinfo untuk jadi MC ahahaha, keluarga besar Alan, keluarga besar saya, para sahabat yang menyempatkan diri untuk hadir di acara syukuran ini, pihak catering, pihak tenda yang ikhlas banget dibawelin sama saya, toko kue yang saya bawelin juga karena maunya banyak HAHAHAHA dan semua pihak yang mendukung suksesnya acara syukuran lamaran ini. Hatur nuhun! (cie udah mulai belajar bahasa Sunda, etapi Aa'nya juga harus belajar bahasa Makassar dooong biar adil!)

Terima kasih buat kalian yang udah baca tulisan ini, doakan semoga proses kedepan bisa lancar yah.. aamiin ya Allah! Keep happy and have a nice day ya guys :)

Wassalam 

Senin, 03 Oktober 2016

Saturday Lovely Day

Now Playing: The Beatles - Let It Be

Hello!
Today is Monday and let me be happy as usual! Pagi ini lagi semangat sekali mungkin karena semalam saya tidur jam 9 dan tadi pagi bangun langsung curhat sama Yang Maha Kuasa dan alhamdulillah jauh lebih tenang.

Saya selalu suka dengan hari Sabtu, why? Karena ketemu mylove hehehe (siapa sih yang tidak senang kalo diberi kesempatan untuk bertemu kekasihnya? walau cuma semenit, sejam, atau seharian?) Dan memang kalo Aa' lagi tidak dinas, pasti Sabtu diusahakan bertemu because honestly saya orangnya mungkin cepat kangen dan Aa'nya memang ngangenin walau kadang menjengkelkan minta digampar, iya gampar pake kasih sayang (mmeeeh).

Sabtu kemarin agak berbeda sih jadwal ngedatenya, karena.... kita berdua pergi ke calon tempat buat nikah kita nanti (cieee prikitiewww *njir udah lama nda ngetik 'prikitiew' hahahah) buat bayar DP biar tanggalnya kaga diambil pasangan lain. Lokasinya berada di pusat ibukota karena setelah survey sana-sini, lokasi ini lah yang cukup pas. Keluarga Aa' dari Bogor dan keluarga besar saya di Tangerang jadi biar seimbang dan adil kita memilih lokasi mengikat janji suci (ssetdah) di salah satu mesjid yang terletak di Jakarta Pusat, toh lokasinya juga dekat dengan stasiun, halte busway, kopaja, metromini, pangkalan ojeg, dan semuanya. Because we care to all of you that who want to come in to our day :)

Kapan acaranya? Nanti aja ya diumumkan, mohon doanya agar niat kami berdua dilancarkan sampai seterusnya aamiin ya Rabb.

Next!

Kelar berurusan dengan pihak gedung kita berdua makan pepaya gerobakan sambil nyari ide mau kemana kita selanjutnya dan akhirnya memutuskan untuk nonton film di bioskop yang ada di Grand Indonesia (GI), tapi sebelum masuk ke GI kita berdua singgah dulu makan ayam penyet sadis gerobakan depan GI HAHAHA (kita mah doyannya yang gerobakan cuy) *because kalo makan di mall harganya bisa dua kali lipat (tips hemat gaul di mall: makan dulu di luar wkwk). Film yang mau kita tonton tayang jam 3 sore, lirik jam eh masih jam 1 dan akhirnya kita ngopi dulu di Djournal sekalian merayakan International Coffee Day (pret) padahal saya tidak suka kopi, Aa'nya yang doyan.

Good spot at DJOURNAL COFFEE - Grand Indonesia
taken by Alvidha
Salah satu tulisan yang ada di dinding kaca DJOURNAL
taken by Alvidha
Si Aa' Alan 
Aa' kalo senyum manis kayak donat gula karena dia bulat dan putih makanya saya bilangin aja kayak donat gula. Anyway mukanya Sunda banget ya. Gak pernah muncul di benak bakal menikah dengan orang Sunda hehehe. Yah, namanya juga jodoh rahasia Tuhan :)

Me! (cakepp nehh disini)
Difotoin sama Aa'
"Lan, kalo nanti sama aku.. kamu harus belajar foto ya... soalnya aku doyan difoto hehehe at least tau angle terbaik" dan Aa'nya cuma iya-in sambil fotoin. I can't hide my wide smile when he took my picture *iyalaaah difotoin sama orang kesayangan pasti happy, terus kalo happy pasti jadi cakep makanya saya berasa cakepan dikit di foto ini hahahaha.

And then we talked about everything.

"Gak kerasa ya.. Perasaan tahun lalu kita berdua belum ada pikiran mau nikah, malah planning mau liburan kan? Eh ini udah mau lamaran" kata Si Aa'.

Benar juga kata dia. Dulu waktu awal pacaran sama Aa', memang saya sudah berniat memantaskan diri bersama dia sampai akhir hayat tapi mungkin nikahnya pas saya umur 27 karena merasa aja kalo sekarang belum dewasa, pikiran masih melenceng kesana kemari, mau liburan kemana-mana dan sebagainya. Tapi, Sang Pencipta berkehendak lain, mungkin Dia mau kita berdua untuk segera bersama dan mending liburannya berdua aja biar lebih yahut. Semoga dilancarkan ya :)

Terus sekarang deg-degan dong Alvidha?
Iya. Hehehe. Ntar lagi mau dilamar, mau memasuki fase baru dalam hidup wuzzz~ *ini ngetiknya sok cool, padahal dagdigdug kaya ada orkes dangdutan di dalam hati serrrr~

That was a beautiful Saturday for me and wish in the next everyday will be more beautiful because there is Aa' beside. Acikileee~ Flowers blossom in my heart right now.

Insya Allah semoga dilancarkan, kalaupun ada kerikil semoga bisa dilalui. Aamiin ya Rabb

Anyway, terima kasih untuk Pak Heri petugas tempat nikahan kami nanti yang udah layanin kita berdua di hari Sabtu kemarin, terima kasih buat Abang Uber yang mau diberhentiin dadakan karena Aa' napsuan liat gerobak ayam penyet di pinggir jalan dan terima kasih buat kalian yang sudah meluangkan waktunya buat baca postingan ini. Keep happy, spread love and be grateful everyday. Loveya!

Wassalam :)

Rabu, 28 September 2016

Evening's Thought

Now Playing: Feelings - Morris Albert

Ini ngepostnya via mobile hehehe jadi maapin kalo rada typo.

So better write in here by the way, intinya sih sekarang lagi mau rajin ngepost di blog aja.

Tadi saya pulang dengan mengendarai motor kantor. Alhamdulillah sampai dengan selamat sehat walafiat walaupun tadi pas di daerah Epicentrum saya hampir nabrak bamper mobil di depan karena kepala saya nyut-nyutan jadi gak fokus. Tetiba masuk di daerah Kuningan langsung macet dan sayapun termenung sambil sesekali ngegas motor. Macet Jakarta memang lokasi yang pas bagi Anda yang ingin melatih kesabaran dan ketaqwaan hahaha.

Ntah darimana asalnya tiba-tiba pikiran saya seperti terflash-back ke awal saya tiba di Jakarta. Saya ingat sekali tanggal 16 Februari 2014, pertama kali saya menginjakkan kaki di Jakarta dengan status 'perantau'. Perasaan di kala itu sungguh acak kadut. Senang campur sedih tambah bumbu galau. Senang karena akhirnya saya memulai hidup baru di luar comfort zone, sedih karena harus meninggalkan keluarga dan kerabat.

Saya teringat lagi momen ketika dulu sempat patah hati sepatah-patahnya dan memutuskan untuk pergi dari Makassar (lebay hahahaha) dan ada pergolakan di dalam rumah (khanmaen) yaitu Mama yang tidak mau pisah dari saya, beberapa teman yang berkata "kenapa harus pindah? gara-gara cowok mau pindah cuih" dan sebagainya. Tapi memang sudah jalannya saya harus pindah... karena sudah bosan juga sih disana :p

Saya akan selalu ingat malam pertama kali saya tidur di kosan. Tidak bisa tidur hahahaha. Kepikiran orang rumah, kepikiran karena galau, karena kerjaan baru, dan lingkungan Jakarta. Disini saya betul-betul belajar bagaimana caranya untuk berdikari, mandiri dan tidak menye-menye.. pokoknya saya belajar bertahan hidup.

Modal utama saya di Jakarta adalah nekat, ubah logat dan duit sejumlah 500ribu di dompet hahaha. Tabungan saya waktu itu masih zonkkk!! Saya juga belajar menghapal jalan, kode angkutan umum dan jalur busway. Dan paling penting saya belajar kalo turun dari metromini itu harus kaki kiri duluan hahahaha.

Tak dirasa dulu saya buta jalan di Jakarta kini sudah mulai paham sampai sudah berani bawa motor disini. Bahasa atau logat juga sudah bisalah disangka orang Betawi (iyaaaa sering dikira begitu zzz), tapi tenang kalo sudah ketemu sebangsanya pasti berubah ke chapter one wkwkwk.

Sekarang alhamdulillah seiring waktu berjalan banyak pengalaman dan pelajaran saya ambil selama merantau. Saya belajar untuk lebih bersyukur dan menghargai usaha dan keringat sendiri. Berdiri di atas kaki sendiri itu gampang-gampang susah, tapi selagi kita menikmati prosesnya pasti kita akan bawa happy aja.

Enjoy the process, everything that happened to you always have a meaning, lessons and blessings.. See good in all things :)

Thanks for reading. Cheers!

Wassalam ;)

Selasa, 27 September 2016

Let The Journey Begin!

*ini postingan 21 Agustus sebenarnya tapi pas nambain label eh jadi naik ke atas heheh maaf*

Now Playing: Even Now - Daniel Kadawatha

Assalamualaikum!

Kyaaaaa!! (ini beneran teriak men, tapi dalam hati)

So, I don't know where to start but I have to write down in here because 1. Saya jarang ngepost di blog hahaha maapin cibukkk 2. Bener-bener harus saya share biar saya gak mumet-mumet amat menjalani hidup.

First of all, saya cuma mau bersyukur atas apa yang terjadi dalam hidup saya ini. Bersyukur diberkahi oksigen yang saya hirup, bersyukur atas pekerjaan yang diberikan, bersyukur atas orang-orang yang selalu berada di samping saya salah satunya dengan kemunculan Alan yang ntah darimana asalnya datang mengisi relung-relung hati hingga sukma-sukmaku *anjay bahasane.


Dari awal menjalani hubungan dengan Alan, saya memang sudah berniat untuk memantaskan diri berada disampingnya hingga di penghujung waktu. Karena pada saat melihat Alan pertama kali, honestly saya dalam hati yang "kayaknya sih ini.." walaupun di awal maknanya masih samar-samar tapi semakin hari semakin terlihat bahwa memang inilah makhluk yang dikirim Yang Maha Kuasa untuk menemani saya kelak.

Sampai suatu hari entah lagi ngomongin apa (karena memang kita berdua kalo ngobrol random abis) percakapan kita menuju ke arah pernikahan, padahal sebelumnya cuma "enaknya makan apa ya?", "eh film ini bagus deh blablabla" atau sekedar curhat masalah pekerjaan masing-masing. Yang dibicarakan mulai dari lokasi kalo kita berdua menikah dimana di Makassar atau Jakarta? tamu yang diundang berapa, Dan blablabla lainnya. Saya tau lelaki ini serius walaupun pas ngobrol mukanya flat (iya karena settingan mukanya sudah flat macem tembok). Dan tiap membahas itu saya selalu mengamini dalam hati.

Dan hari Sabtu kemarin (20 Agustus 2016), keluarga saya dan keluarganya Alan bertemu di Serpong untuk berkenalan satu sama lain dan juga membahas rencana kami ke depan. Alhamdulillah, aduhai saya gak berhenti bersyukur dan berdoa dari hari Sabtu semoga diberi kelancaran untuk semua rencana kami.


Sedikit nostalgia, sejak jaman kapan tidak pernah terbersit sekalipun untuk naksir sama cowok Sunda, yah naksir sih sama makanannya doang wkwk.. Mungkin dulu sudah terbenam di kepala kalo cowok Sunda itu pelan, lembut dan baik hati sedangkan saya ini orangnya petakilan dan berisik jadi kupikir kurang cocok.. Eh sekarang yang mau diajak hidup bersama malah orang Sunda.. *siap-siap dipanggil "Teteh".

Dulu pertama kali ke Bogor, sumpah saya ngeluh. Mengapa? Jauh, macet, terus bingung kebanyakan angkot kura-kura ninja, dan sempat curse dalam hati "Mmmeeh nda dua kali aku ke Bogor" apalagi balik dari Bogor saat itu langsung meriang dan food comma (banyakan makan wahahaha). Eh sekarang malah rajin beud ke Bogor -_-

Saya dulu jaman kuliahan tipikal kalo pacaran harus banget ketemu tiap hari, maunya ngamuk kalo ga ketemu hahahaha. Lha sekarang, ketemu Alan weekend doang dan kadang ditinggal dinas ke hutan. But, its oke for me. No worries happened yang sekarang udah biasa aja ditinggal. Maybe because I trully trust him and he always keep my trust so I never worry. Saya malah worry kalo dia seharian terus di rumah ga ngapa2in alias mager zzzz. 

Terkadang rencana Tuhan itu penuh misteri. Tuhan tidak pernah memberi apa yang kita impikan, tapi Tuhan memberi apa yang sebenarnya kita butuhkan. And when I felt in love with Alan I talked to myself and said "He is what I need, yes God.. he is. From now I'll fight for it". 

Semoga urusan kedepan dilancarkan. Aamiin ya Rabb. 

Makasih sudah membaca. Wassalam.

Senin, 26 September 2016

Another Problem and Another Lesson

Ketika kita sudah membuat suatu rencana besar ke depan, pasti akan selalu ada rintangan yang menghadang, ntah itu berasal dari internal maupun eksternal. Saya memulai hari dengan sewajarnya namun agak sedikit berbeda.

Pagi ini, saya bangun lebih cepat, yap lebih cepat daripada toa mesjid di dekat kosan yang biasanya melantunkan juz amma di pukul 4 pagi. Ada pekerjaan yang harus saya kerjakan pagi ini di kantor, seharusnya sih saya kerjain pada malam harinya, cuma terlanjur lelah karena habis ketawa ngakak dan karaokean bersama teman-teman kuliah. Setelah beberes dan siap ke kantor *lirik jam masih setengah 6 buset, saya mengecek dompet saya. Setelah menyusuri cela demi cela mencari sesuatu dan barang itu tak ada disana. Oke, saya pun panik. 

Uang? Bukan, ini jauh lebih penting. Apaan tuh? Copy tanda terima untuk ambil cincin lamaran saya nanti. Mau nangis? IYA tidak salah lagi. Jadi kata Cici yang punya toko, kalo mau ambil cincinnya (kebetulan cincin kami dibuat dulu) harus bawa dan perlihatkan copy-an tanda terimanya. Nah, disitu saya panik. 

Saya pun teringat, entah berapa hari yang lalu, saya membersihkan isi dompet saya dari kertas struk belanja yang menurut saya tidak penting. Nah, mungkin tanda terimanya ikut kebuang. Hiks.

Betul kata orang-orang, kalo mau menikah, cobaannya ada saja.


Ada dua sifat jelek saya yang paling saya akuin yaitu ceroboh dan panikan, then pagi ini muncul semua hehehe. Mungkin karena saya adalah tipe orang yang maunya serba cepat jadi terkadang ada beberapa hal yang luput dari pandangan. Terus panikan, nah ini.. Bahkan orang tua saya selalu menegur "kamu ini kalo panikan, bagaikan langit mau runtuh" sampai ada sahabat yang selalu nawarin paracetamol, ponstan atau obat anti nyeri lainnya (saya gatau hubungannya apa) biar katanya saya tenangan dikit. Zzzz. 

Saya pernah panik berlebihan, waktu itu helm kesayangan saya hilang di kampus. Saya nangis, panik, bete, dan takut karena kalo helmnya hilang nanti dimarahi sama Mamah, (iya karena helmnya dibeliin beliau *padahal sebenarnya mungkin gak marah) ah tidak jelas pokoknya perasaan sampai suatu ketika ada teman yang menyuruh saya untuk tenang dan cari baik-baik serta tidak gegabah. Ternyata helmnya dipinjam sebentar sama orang yang lupa ngasih tau. Dan teman saya berpesan "besok-besok jangan terlalu panikan ya.. tidak bagus", tapi dasar saya kepala batu.. sampai sekarang tetap panikan hehehe ampun!

Ternyata menjadi dewasa itu tidak mudah. Walaupun banyak orang mengatakan saya sudah 'dewasa' (mungkin karena sering ngasih petuah kalo diajak curhat *mmeeeh) tapi sebenarnya belum. Masih ada beberapa hal yang masih belum bisa saya sikapi dengan wajar, yah karena memang saya bukan bahkan jauh dari kata manusia sempurna. But, at least today I've got new lesson kalo kita harus menyikapi segala sesuatu yang terjadi dengan perasaan tenang. 

Setelah ngobrolin masalah ini dengan sahabat saya, Annis, dia menyuruh saya untuk santai dan lebih tenang "there you go again, Vi.. Panikan terus hahaha" disitu saya tersadar dan memang harus lebih tenang. Saya yang tadinya takut untuk memberi tahu hal ini pada Alan (takut dia marah padahal sih pasti dia selaw ae) jadi ngasih tau siang ini dan ternyata memang tidak marah. Fiuh. Sayang Alan :*

Saya harap, barang itu bisa saya ambil tanpa tanda terima (yang baca doain ya huhuhu, udah lunas masalahnya hahahaha) dan semoga proses ke depan lebih dilancarkan lagi, kalaupun ada sedikit kerikil semoga saya (dan Alan) bisa menghadapi dengan perasaan yang lebih tenang. Aaamiiin.

Sekian curhat saya, at least habis ngetik bisa legaan dikit. *walaupun hati masih gusar gundah gulana hiks. 


Senin, 19 September 2016

I'm turning 25th!

Assalamualaikum. Hello!

Well.. Sudah lewat berapa hari sih dari tanggal 9 September, but it doesn't matter lah ya.. bisa menulis disini saja sudah bersyukur setelah berhari-hari "cuma kumpul niat" tapi no realisesyen bikaus kalo sudah ketemu kasur langsung susah lepas, maklum kasur dan bantal di kosan mengandung serat posesif.


Umur 25, gaya duduk masih nge-preman

Alhamdulillah sekarang sudah umur 25 tahun yeay! Life is moving so faaaast. Perasaan kemarin masih duduk merem-merem di bangku kampus pada saat mata kuliah Filsafat Sosial yang dimana dosen bercerita kalo Plato suka duduk di bawah pohon rindang sambil mengajari murid-muridnya (sebenarnya masukin tokoh ini biar postingan saya bermutu dikit gitu mmeeeh), eeeh sekarang sudah umur 25 ajaaa~ tua? Ah no.. I'm not getting older, I'm just getting better *tsaelah.

Saya bersyukur sekali di umur 25 tahun ada sedikit goal yang sudah tercapai dan akan ada beberapa goal yang Insya Allah akan tercapai dalam waktu dekat. Aamiin.
Saya juga bersyukur walaupun jauh dari rumah tapi ada orang-orang kesayangan yang selalu menemani jadi hidup di kosan tidak ngenes-ngenes amat walau kadang homesick melanda di waktu random (paling sering jam-jam sebelum tidur apalagi pas peluk guling tetiba ingat mie pangsit MP sama jalangkote)

Alhamdulillah.

Saya selalu bersyukur karena hidup masih tercukupi oleh rezeki yang diberi dan diatur oleh-Nya. Rezeki yang datang tak melulu soal materi, rezeki bisa saja sapaan dari orang-orang, kasih sayang dari keluarga dan kerabat, bahkan rezeki bisa juga masalah yang datang di depan mata yang membuat kita belajar menjadi dewasa dan lebih menghargai diri sendiri serta orang sekitar.
Terima kasih atas umur baru yang diberikan, semoga kedepan bisa menjadi Alvidha yang lebih baik, selalu happy, dan tidak gampang ambyar dan rontok kena angin.

Terima kasih untuk keluarga, kekasih dan kerabat atas perhatian, ucapan dan doa yang diberikan. Saya minta maaf kalo selalu bikin susah, kadang childish, susah serius, kadang sok cool dan kadang minta ditendang banget hehehe tapi insyaAllah kedepan makin jadi...... jadi baik maksudnaaa~

Enjoy 25th Als!

Wassalam :)

Selasa, 19 Juli 2016

Simple Things That Makes Me Happy!

Now Playing: Zedd - Addicted To A Memory 

Halo! Assalamualaikum! Apa kabar?
Alhamdulillah lagi ada waktu luang di kantor, jadi saya menyempatkan diri untuk menulis kata per kata di blog yang ujung kiri kanannya udah dipenuhi debu-debu saking jarangnya diisi, hix hix maapin mwah!

Sekarang kan lagi jaman vlogging yah? Video blogging, jadi mereka menceritakan keseharian mereka lewat video, tapi menurut saya MENULIS TETAP JUARA! Ya saya tidak begitu tertarik dengan vlog sih karena selain muka tidak videogenic (?), kayanya aneh aja selfie sambil ngevideo mulai dari bangun tidur sampe mau tidur lagi wahahaha, kalo seandainya saya masih kuliahan mungkin asik kaliye.. Lah ini sudah kerja, bisa-bisa saya ditabok sama SPV karena ngevlog wekekeke.

Jadi hari ini lagi mau menulis tentang "Simple Things That Makes Me Happy!". *kemudian diam *suara jangkrik *termenung *mikir *ambil napas *hokeeehh lanjoot maaang~

Sebenarnya judul ini saya ambil karena melihat keadaan sekitar saya lagi pada suram. Mereka lebih sering mengeluh ketimbang bahagia, ya saya gak mau sok-sok tegar juga karena ada masa dimana saya juga mengalami kesedihan sampai ngegloomy di kamar selimutan kaya mayat. Tapi apa ya? Kebahagiaan itu ada dalam diri sendiri, kita yang cari, kamu tidak bisa menanyakan ke orang "apa yah yang bisa buat saya bahagia?". The answer is on your hand, guys!



Maka dari itu mari saya share ke kamu apa saja sih yang bisa membuat seorang Alvidha bahagia, karena dari beberapa orang terdekat sering bilang kalo saya ini bocah yang tidak ada sedih-sedihnya. Ah, tidak juga sih cuma pintar nyembunyiin saja (?). But I focus to myself to not fall into deep to something that make me sad, so I create myself to always happy and smile anytime, yeay!


DUNIA LUAR

Keluar dari kamar dan berinteraksi dengan orang-orang
taken by: Alstrojo | Pameran di Galeri Nasional Jakarta
Honestly, saya adalah orang yang Pajokka (arti: suka jalan - bahasa Makassar). Saya suka bertemu dengan orang-orang baik itu teman, ataupun orang yang kenal di jalan dan jujur itu bisa membuat mood saya baik dan bisa sumringah seharian. Tidur di kamar memang nyaman, tapi lama-lama gerah juga kalo di kamar seperti tidak ada kehidupan dan jadinya makin gloomy (tapi ini beda jika kamu orangnya introvert bisa jadi kamar adalah surga kecil hehe). Bagi saya, menyapa orang di jalan atau sekedar ngobrol sederhana dengan teman di sebelah kamar itu sangat bermanfaat bagi jiwa saya.

Tapi go outside bagi saya tidak harus ditemani orang lain, sendiri pun juga hajar saja. Saya sangat senang berjalan-jalan sendiri, seperti ke museum sendirian, ke mall, ke toko buku. Yah namanya juga manusia normal, kadang butuh me time. Tapi kalo memang butuh teman banget, ya saya pasti akan menghubungi kerabat saya untuk bertemu.

LARI

gayaan dulu sebelum lari | at GBK
Yang kenal Alvidha secara mendalam (saelah) pasti tau banget kalo Alvidha hobbynya lari. HAHAHA! Sampe  bapak kosan sudah hapal kalo tiap Sabtu pagi saya menyempatkan diri lari dari Mampang sampai Pancoran dan beberapa teman sudah tau jadwal lari saya sepulang kantor di GBK jadi tidak bakal ngajak jalan pada hari itu hehehe. Di Makassar pun saya juga anak lari banget, suka lari di Taman Macan, Lapangan Hertasning serta Karebosi.

Apa ya, saya merasa lari itu membuat saya bahagia. I feel happy when sweat fall down from my head to my face. Rasanya seperti seluruh dosa makan sembarangan luntur akibat lari wehehehe. Dengan lari, seenggaknya mood saya lebih stabil, badan lebih enteng dan feel more sexy aja sih *kedip-kedip genit. Penelitian juga mengungkapkan (Journal of Psychology) Olahraga bisa membuat kita jauh lebih bahagia walaupun tidak ada perubahan tubuh yang signifikan (gagal kurus misal :p) mungkin karena pada saat olahraga hormon Endorpin lepas, jadi kita jauh lebih sumringah.

FAST WALK WITH HIM

Yayang Aa' tampak belakang - candid - leh uga yah?
Tidak usah dijelaskan lagi yah, yang namanya kalo jalan sama satu orang kesayangan mah pasti bawaannya berbunga-bunga bahagia. Jalan sama Aa' itu sungguh menyehatkan dan menyenangkan karena dia itu jalannya cepat, heran. Padahal dulu saya dijuluki orang paling tercepat jalannya, eh ada yang lombain ternyata zzz.

Terus jalan sama dia itu enak sih, fokus. Tidak singgah kesana kemari. Kalo emang ada tempat yang mau dituju langsung jalan cepat kesana. Ada sensasi mau mengejar karena seriusan jalannya cepat kayak cheetah, nah sensasi-sensasi ngejarnya itu yang bikin senyum-senyum sendiri *padahal kalo cewek lain mungkin sudah cemberut kaliya karena jalan ditinggal sama pacar. Tapi yahhh namanya juga jalan sama pacar mau cepat, mau lambat yah pasti bawaannya tetap happy mehehehe :p

SLEEP WELL

Alvidha ketiduran pas nunggu Naif
ini waktu jaman skripsian, difoto sama Titah
Kata Paulo Coelho, orang yang paling sukses adalah orang yang damai dalam tidurnya alias tidur nyenyak. YEASH! Kalo ada yang bilang tidur bisa memperbaiki mood, itu sangat benar! Ada efek yang menyenangkan ketika kamu tidur cukup, bangun dengan perasaan bahagia. Beda banget kalo tidur cuma 3-4 jam pasti seharian muka bakal nekuk hahaha. Makanya tidur nyenyak saya masukkan ke dalam simple things that can make me happy. Apalagi kalo tidur sambil selimutan dan gulingan, wuaaahh bisa-bisa lupa bangun *lah?

READING BOOKS

Waktu lagi di Setiabudi One, duduk makan roti sambil baca buku
Entah itu satu sampai 5 halaman, at least sebelum tidur pasti saya membaca terlebih dahulu. Mau itu baca buku baru ataupun buku lama. Membaca bisa mengalihkan mood saya dari yang tadinya sedih menjadi jauh lebih happy dan diakhiri dengan mengantuk dan tidur deh. Buku sungguh memberi banyak inspirasi dan pengetahuan baru bagi saya. Buku apapun itu. Bagi saya membaca buku adalah apresiasi atas pemikiran orang lain.

Setuju atau tidak, suka atau tidak dengan isi buku tersebut, at least dengan membaca buku yang merupakan karya cipta seseorang itu menunjukkan bahwa kita appreciate dengan diri mereka serta menganggap pemikiran mereka itu ada. Dan dengan membaca kita jauh lebih excited dengan pemikiran orang lain yang bisa saja membawa inspirasi tentang apa yang akan kita lakukan ke depan.

FEELING GRATITUDE AND SMILE


Dengan bersyukur, saya selalu merasa bahagia. Bersyukur dengan nafas yang diberi Tuhan hari ini, bersyukur atas keluarga lucu yang hadir dalam hidup ini, bersyukur atas makanan enak yang masuk ke dalam perut, bersyukur atas jumlah gaji yang masuk ke dalam rekening tiap bulannya. Actually those are make me happy so much.

Apa yah bersyukur itu obat kesedihan bagi saya sih soalnya hehehe. Apalagi kalo habis liat atau merasakan yang indah-indah pasti langsung feeling gratitude karena diberi kesempatan oleh takdir untuk bisa melihat sesuatu yang indah. Bersyukur atas masalah yang terjadi juga bisa membuat kamu bisa lebih tenang dan bisa menyelesaikan masalah tersebut. Jangan lupa bersyukur setiap pagi, siang dan malam sebelum kamu tidur. Itu yang selalu saya lakukan tiap hari whenever life try to knocks me down hahaha.

Kebahagiaan diri itu cuma diri kita yang bisa rasakan. Coba keluar dan cari apa hal sederhana yang bisa membuat kamu bahagia. Makan mie ayam gerobakan kek, mandi-mandi hujan, jalan kaki, do whatever that makes you happy and stay closer to that and make your life more meaningful.

Keep happy as always!

Wassalam

Selasa, 12 Juli 2016

Pulang Kampung


"Merantaulah... Agar kamu tahu rasanya rindu 
dan kemana harus pulang"


Kapan lagi nemu view adem seperti ini di Jakarta? Ada sih cuma jauh :(
kalo tempat ini dari rumah, naik motor sat sett sampe dah!
Location: Popsa - Makassar

Alhamdulillah Lebaran Idul Fitri kemarin saya diberi kesempatan untuk pulang ke kampung halaman, karena kalo kata Cak Lontong "Mudik yang paling penting itu punya kampung halaman" hahahaha. Tanggal 30 Juni kemarin saya pulang ke Makassar - tempat dimana saya bertumbuh dan berkembang selama 20 tahunan.

Feeling happy? Of course lah. Setelah menahan hampir setahun rasa rindu di dada dan kepala dengan kasur di rumah akhirnya terwujud juga. Pulang ke rumah bertemu keluarga kecil dan pastinya teman-teman yang sukses menjadi aktor tambahan di sinetron kehidupan saya disana, uhuy! Ditambah kangen juga dengan beberapa kuliner disana.

Setelah bertemu banyak drama ibukota, pulang kampung merupakan obat dengan khasiat yang mampu meredakan gejala drama-dramaan tersebut. Tidur di kasur sendiri sambil guling-guling manja, mandi ceria di kamar mandi belakang, nonton tipi sambil selonjoran di ruang tengah, nyapu halaman, keliling kota naik motor dan tak lupa bersenda gurau bersama keluarga dan kerabat akrab.

Makassar adalah tempat merenung favorit saya. Dulu saya sering merenungi nasib (apadaaah~) di depan Pantai sambil ditemani sinar mentari yang mau tenggelam dan bau-bau air asin.

Pantainya lagi kalem
duduk ditemani lagu-lagunya Abenk Alter pas banget

Spot favorit merenung sejak 2008 Hahahaha
Yaaa', yang di atas itu spot favorit saya ketika merenung, karena belum banyak di'ganggu' bentuknya. Maklum Pantai Losari yang dulu bedaaaaa sekali dengan yang sekarang (sekarang bentuknya terlalu kekinian). Dan di pojok ini favorit saya karena adem aja, bisa merasakan air pantai yang muncrat ke kaki. Dulu kalo galau, langsung starter motor dan lari kesini, kalo motor lagi dipake nekat naik Pete-pete (angkot) biar bisa duduk disini sambil makan kacang rebus dan merenungi nasib yang kemungkinan waktu itu sedang buruk. Untung dulu tidak ada niatan buat loncat wahahaha (toh kalo loncat juga masih bisa selamat si zzz)

Tak lupa mencari makanan favorit saya yaitu MIE!

Mie Pangsit yang akan selalu kurindukan
Bedanya mie ayam di Jawa dan Sulawesi adalah di Sulawesi kuahnya bening dan bumbunya simple, terus ayamnya gak dikecapin. Iya, saya kan Jawa palsu jadi kurang begitu suka dengan makanan yang terlalu berkecap, sukanya yang asin pedas (yah efek lama tinggal di Sulawesi yess). Dan inilah salah satu makanan yang kurindukan selain Pallu Mara buatan Mama. Saya kurang interest dengan Coto, Pallubasa dan lainnya hehehe makanya kemarin gak mengunjungi kuliner tersebut.

Tak lupa mengunjungi beberapa tempat kekinian....

HAYO TEBAK DIMANA? (1)
Sultan Hasanuddin's Behind Me!! HAYO TEBAK DIMANA? (2)

Dan juga mengunjungi tempat kemasa-laluan...

Serius amat Mbak? Senyum dikit napa?
At Fort Rotterdam
Menjadi turis di kampung halaman sendiri sungguh menyenangkan. Berjalan mengelilingi kampung halaman dan menemukan secercah kenangan di masa lalu yang pernah dirangkai di sudut jalan (etaang bahasanya *efek habis baca Paulo Coelho tadi pagi). Kadang ketika melewati salah satu ruas jalan saya senyum-senyum sendiri di atas motor, atau bahkan sedih seketika. Contoh: saya ke Mall Panakkukang dan saya tiba-tiba sedih keingat almarhum nenek pernah takut naik eskalator, pada masa itu memang lucu tapi ketika menjadi diingat lagi malah jadi sedih. Kenangan akan membuat kita sedih ketika yang dikenang sudah tidak ada lagi disisi. Al-Fatihah buat Nenek Inna dan Tetta Nene' (ortunya Mamah).

Oiya, saya ingin mengucapkan Selamat Lebaran. Mohon Maaf Lahir dan Batin. Maafkan Alstrojo kalo jarang ngepost maklum jam terbang (di kasur) belakangan ini cukup tinggi. Kadang postingan sebatas singgah di draft saja hahahaha.

I'm a happy daughter and sister because I have them
They are the reason why I collect money to buy ticket to hometown
Alhamdulillah
Adalah sebuah kebanggaan tersendiri ketika pulang ke rumah dan melihat anggota keluargamu tersenyum karena kepulanganmu, disitulah kamu merasa hidupmu itu punya arti, iya karena kamu penting bagi mereka.

Wassalam :)