Selasa, 12 Juli 2016

Pulang Kampung


"Merantaulah... Agar kamu tahu rasanya rindu 
dan kemana harus pulang"


Kapan lagi nemu view adem seperti ini di Jakarta? Ada sih cuma jauh :(
kalo tempat ini dari rumah, naik motor sat sett sampe dah!
Location: Popsa - Makassar

Alhamdulillah Lebaran Idul Fitri kemarin saya diberi kesempatan untuk pulang ke kampung halaman, karena kalo kata Cak Lontong "Mudik yang paling penting itu punya kampung halaman" hahahaha. Tanggal 30 Juni kemarin saya pulang ke Makassar - tempat dimana saya bertumbuh dan berkembang selama 20 tahunan.

Feeling happy? Of course lah. Setelah menahan hampir setahun rasa rindu di dada dan kepala dengan kasur di rumah akhirnya terwujud juga. Pulang ke rumah bertemu keluarga kecil dan pastinya teman-teman yang sukses menjadi aktor tambahan di sinetron kehidupan saya disana, uhuy! Ditambah kangen juga dengan beberapa kuliner disana.

Setelah bertemu banyak drama ibukota, pulang kampung merupakan obat dengan khasiat yang mampu meredakan gejala drama-dramaan tersebut. Tidur di kasur sendiri sambil guling-guling manja, mandi ceria di kamar mandi belakang, nonton tipi sambil selonjoran di ruang tengah, nyapu halaman, keliling kota naik motor dan tak lupa bersenda gurau bersama keluarga dan kerabat akrab.

Makassar adalah tempat merenung favorit saya. Dulu saya sering merenungi nasib (apadaaah~) di depan Pantai sambil ditemani sinar mentari yang mau tenggelam dan bau-bau air asin.

Pantainya lagi kalem
duduk ditemani lagu-lagunya Abenk Alter pas banget

Spot favorit merenung sejak 2008 Hahahaha
Yaaa', yang di atas itu spot favorit saya ketika merenung, karena belum banyak di'ganggu' bentuknya. Maklum Pantai Losari yang dulu bedaaaaa sekali dengan yang sekarang (sekarang bentuknya terlalu kekinian). Dan di pojok ini favorit saya karena adem aja, bisa merasakan air pantai yang muncrat ke kaki. Dulu kalo galau, langsung starter motor dan lari kesini, kalo motor lagi dipake nekat naik Pete-pete (angkot) biar bisa duduk disini sambil makan kacang rebus dan merenungi nasib yang kemungkinan waktu itu sedang buruk. Untung dulu tidak ada niatan buat loncat wahahaha (toh kalo loncat juga masih bisa selamat si zzz)

Tak lupa mencari makanan favorit saya yaitu MIE!

Mie Pangsit yang akan selalu kurindukan
Bedanya mie ayam di Jawa dan Sulawesi adalah di Sulawesi kuahnya bening dan bumbunya simple, terus ayamnya gak dikecapin. Iya, saya kan Jawa palsu jadi kurang begitu suka dengan makanan yang terlalu berkecap, sukanya yang asin pedas (yah efek lama tinggal di Sulawesi yess). Dan inilah salah satu makanan yang kurindukan selain Pallu Mara buatan Mama. Saya kurang interest dengan Coto, Pallubasa dan lainnya hehehe makanya kemarin gak mengunjungi kuliner tersebut.

Tak lupa mengunjungi beberapa tempat kekinian....

HAYO TEBAK DIMANA? (1)
Sultan Hasanuddin's Behind Me!! HAYO TEBAK DIMANA? (2)

Dan juga mengunjungi tempat kemasa-laluan...

Serius amat Mbak? Senyum dikit napa?
At Fort Rotterdam
Menjadi turis di kampung halaman sendiri sungguh menyenangkan. Berjalan mengelilingi kampung halaman dan menemukan secercah kenangan di masa lalu yang pernah dirangkai di sudut jalan (etaang bahasanya *efek habis baca Paulo Coelho tadi pagi). Kadang ketika melewati salah satu ruas jalan saya senyum-senyum sendiri di atas motor, atau bahkan sedih seketika. Contoh: saya ke Mall Panakkukang dan saya tiba-tiba sedih keingat almarhum nenek pernah takut naik eskalator, pada masa itu memang lucu tapi ketika menjadi diingat lagi malah jadi sedih. Kenangan akan membuat kita sedih ketika yang dikenang sudah tidak ada lagi disisi. Al-Fatihah buat Nenek Inna dan Tetta Nene' (ortunya Mamah).

Oiya, saya ingin mengucapkan Selamat Lebaran. Mohon Maaf Lahir dan Batin. Maafkan Alstrojo kalo jarang ngepost maklum jam terbang (di kasur) belakangan ini cukup tinggi. Kadang postingan sebatas singgah di draft saja hahahaha.

I'm a happy daughter and sister because I have them
They are the reason why I collect money to buy ticket to hometown
Alhamdulillah
Adalah sebuah kebanggaan tersendiri ketika pulang ke rumah dan melihat anggota keluargamu tersenyum karena kepulanganmu, disitulah kamu merasa hidupmu itu punya arti, iya karena kamu penting bagi mereka.

Wassalam :)

Tidak ada komentar: