Sabtu, 12 Agustus 2017

Things That You Can Do When Suami Dinas


"Distance means nothing when someone means something"
"Ditinggal dinas mulu lo, penganten baru padahal"
"Suamimu dinas lagi?"
"Aa' ke daerah mana lagi?"

Kurang lebih kalimat-kalimat seperti itu yang bakal terdengar kalo suami saya berangkat dinas lagi. Yap, pekerjaan suami saya memang mengharuskan dia untuk sering ke luar kota (sebulan sekali dalam rentan waktu 5-14 hari). Untuk urusan seperti ini saya sudah terbiasa dari jaman pacaran, bahkan H-seminggu sebelum menikah dia masih disuruh dinas oleh atasannya. Mungkin sebagian orang akan bilang "yaelah dinas doang, kan ada telpon or chat" hmm.. you wrong~ Suami saya selalu dinas ke luar kota yang bener-bener "luar", yap luar area sinyal hahahaha, dapat sms aja saya bersyukur, apalagi kalo nerima telpon, mau lagi di wc kek atau rapat sama orang penting pasti langsung diangkat hahaha. Yang lucu kalo dia sedang dinas ke hutan-hutan di daerah Morowali - Sulawesi Tengah, dia harus naro hp di jendela biar bisa dapet sinyal.

Tadi siang, saya iseng ngetik "ketika suami dinas" di tab google search yang muncul kebanyakan wesbsite yang isinya cerita dewasa dan mengarah ke perselingkuhan, alamakjang~ skip skip hal tersebut karena bisa bikin aura negatif dan pikiran kemana-mana hahaha. Sebenarnya kuncinya cuma satu: KEPERCAYAAN dan saya sangat memberikan kepercayaan penuh kepada suami ketika dia sedang dinas dan sebisa mungkin tidak membuyarkan fokus dia pada saat bekerja dengan mengganggu dia dengan telpon 10x sehari untuk nanya dia dimana, dengan siapa sekarang berbuat apaaa~ (because walaupun saya nelpon kagak nyambung juga man~). Jadi, saya pasrahkan saja kepada Allah SWT dan berdoa semoga dia selalu sehat walafiat disana.

Komitmen tidak hanya di jari, tapi juga di hati :)
*ini foto waktu kami menikah di 15 April 2017 kemarin

Sebagai seorang pasutri baru dan belum punya anak (doain yaaaa), ditinggal dinas adalah hal yang bikin kehidupan kami berdua menjadi 'gurih'. Di awal-awal pernikahan, saya kadang bete ditinggal suami dinas tapi sekarang  sudah tau ritme dinas dia jadi saya pun sudah terbiasa. Mungkin di postingan ini saya bisa share apa yang mesti kamu lakukan kalo kamu pengantin baru, belum punya momongan dan ditinggal pasangan dinas ke daerah yang GAK ADA SINYAL *yang terakhir udah dibold, capslock pula, hahahaha... Jadi pas ditinggal, gak ada rasa bete dan galau :)

1. PERCAYA
Ini kunci dari segala kuncinya, hahahaha. Percaya dengan pasangan dan harus saling support. Harus mengerti beban pekerjaannya disana dan please jangan diganggu dengan telpon berjuta-juta kali. Toh kalo dia ada waktu (dan sinyal) pasti kamu duluan yang dikabarin kok. He is your husband now, he loves you, he will looking for you. Pokoknya gak usah mikir macam-macam ya!

2. SAATNYA ME TIME!
Kadang pas suami dinas, ada rasa campur-campur di dada. Kadang haru kadang hore! Jujur semenjak nikah, saya jaraaaang banget baca buku ataupun melakukan hal-hal yang saya sukai seperti menggambar, ngeblog ataupun bullet journaling. Soalnya kalo ada suami di rumah, bawaannya mau nempel mulu kayak perangko serasa dunia milik berdua yang lain ngontrak hahahaha (pengantin baru lyfe haha). Jadikan waktu dinas suamimu menjadi ajang me time. Mungkin bisa dengan bersih-bersih rumah, melukis, baca buku, nonton TV sampai kamu ditonton sama TV (baca: ketiduran), jogging atau perawatan ke salon. Me time itu perlu banget buat perempuan, karena me time bisa menjadi kegiatan untuk menyegarkan kembali jiwa dan raga tanpa ada gangguan dari siapapun. Saya dan suami sangat menghargai me time masing-masing.

3. HANG OUT WITH FRIENDS
Call your friends and make schedule to meet up! Walaupun sudah nikah dan punya teman hidup, saya kadang merindukan haha-hihi dengan teman-teman saya. Belum lagi ketawa-ketiwi or gosipin hal-hal yang mungkin suami tidak mengerti. Bertemu teman kadang membawa positive vibes dalam hidup, jadi kamu gak kesepian amat ketika suamimu dinas.

4. MENYELESAIKAN PEKERJAAN
Mungkin kamu ada kerjaan di kantor yang numpuk (kalo ini sih saya banget), jadi kamu bisa fokus menyelesaikannya di rumah tanpa ada intrupsi dari suami seperti "yang makan yuk.. bikinin anu dong, itu dong" hihihi. Terkadang pas suami pergi dinas, pekerjaan kantor saya bawa ke rumah dan diselesaikan dalam 1 malam. Soalnyaaaa kalo ada suami maunya cayang-cayangan mulu huahahaha, fokus kerja malah bubaaarr~

5. BELAJAR MASAK
Newly-wed seperti kami apalagi keduanya bekerja ya kalo udah capek, masak makanannya kadang diskip huhuhu, kalopun masak paling yang simpel-simpel aja. Jadi kalo weekend seperti sekarang dan suami gak ada, saya biasa nyontek resep dan iseng buat masakan yang belum pernah saya masak sebelumnya. Toh kalo gak enak, cuma saya yang cobain, ga ada suami.. kasian kalo suami ikut nyobain takut sakit perut hahahaha. Kan seru kalo suami kamu kembali ke rumah, kamu bisa menyuguhkan masakan baru kamu :)

6. MERAWAT DIRI
Ke salon dong! Atau perawatan di rumah sendiri juga bisaaaa! Kalo weekend kamu bisa luluran kek, creambath atau full body massage. Jadi pas suami balik ke rumah setelah dinas berhari-hari di area susah sinyal bisa pangling liat kamu dan matanya segar kembali hohoho

Yap, itu aja 6 hal yang biasa saya lakukan kalo suami kecayanga dinas ke area susah sinyal. Ada yang senasib kayak saya? Boleh dong tambahin tipsnya hihihi. Semoga bermanfaat ya bagi yang baca :)

Anyway, thanks buat yang udah baca postingan ini. Semoga gak galau ditinggal suami dinas ke area hihihi, jangan nakal ya! Nakal boleh tapi sama suami aja heheheu! Kalo kata orang mah distance is just a number, love is countless.. so don't make distance as a problem. Sekian dan Wassalam :)


Senin, 17 Juli 2017

Menjadi Seorang ISFP

Di suatu hari yang cerah, saya membuka laptop dan bermain ask.fm (iyaaa bocah banget iyaaa) dan melihat ada seorang selebask (sebutan untuk seleb di ask.fm) yang ngepost tentang hasil tes kepribadian MBTI-nya, dan penasaran lah saya.

Hasil googlingan saya waktu itu menyimpulkan bahwa Tes Kepribadian MBTI (Myers-Birgss Type Indicator) adalah psikotes yang dirancang untuk mengukur preferensi psikologis seseorang dalam melihat dunia dan membuat keputusan. Saya pun mencari link dimana bisa melakukan online test kepribadian ini, yaa.. maklum pengen cari tau gitu saya ini punya kepribadian apa ngga. Takutnya udah klak klik soal dan resultnya DNS_PROBE_FINISHED_NO_PERSONALITY (macem kalo koneksi internet keputus wkwk)'

Setelah menjawab 60 pertanyaan dari online test (untung kaga ada tes matematikanya fiuh) saya pun dikategorikan menjadi seseorang yang memiliki kepribadian ISFP (Introvert, Sensing, Feeling and Perceiving). Hmmm~ Di MBTI sendiri terdapat 16 jenis kepribadian dan ISFP salah satunya.




Awalnya saya kaget: Ohhh.. Orang model saya ini introvert toh? Hm... tidak pernah kuduga *sambil pose serius megang dagu. Tapi setelah melihat rincian kepribadian seorang ISFP saya langsung mengangguk dan "IYA SAYA BANGET INI ISFP".

Ciri-ciri ISFP:
  • Berpikiran simpel & praktis, fleksibel, sensitif, ramah, tidak menonjolkan diri, rendah hati pada kemampuannya.
  • Menghindari konflik, tidak memaksakan pendapat atau nilai-nilainya pada orang lain.
  • Biasanya tidak mau memimpin tetapi menjadi pengikut dan pelaksana yang setia.
  • Seringkali santai menyelesaikan sesuatu, karena sangat menikmati apa yang terjadi saat ini.
  • Menunjukkan perhatian lebih banyak melalui tindakan dibandingkan kata-kata.
Mungkin ada yang menilah "lahh.. Alvidha ini rame kok!", hm.. let me think again! Saya pernah mengikuti suatu tes kepribadian dan mengatakan kalo saya ini ambievert (gabungan antara ekstro dan intro). Dan tes MBTI mengatakan bahwa saya ini lebih dominan introvertnya sekitar 60%.

Ketika kalian melihat saya heboh, berisik dan rame mungkin karena saya berada di wilayah nyaman. Orang-orang yang saya ajak ngobrol nyambung atau mungkin sudah kenal lama, bahkan yang kenal lama pun saya pilih-pilih dulu orang mana saya bisa mengeluarkan sisi berisik saya. Saya sebenarnya lebih suka stay di rumah mager-mageran, keluar rumah jika betul-betul penting seperti kerja, ketemu teman dan benar-benar mumet. Saya kadang keluar sendirian, suka mencari kesepian dalam ramai (apaan~), suka mengamati orang-orang dalam hening dan merasa damai *tzah

Untuk berpikiran simpel, saya mengakui itu. Saya gak suka dengan konflik? Benar banget. Saya lebih baik diam tertindas daripada ikut-ikutan masuk ke sebuah konflik HAHAHA. Ada seorang kakak senior di kampus yang selalu saya ajak ngobrol kadang gemes sama saya dan selalu berkata "Jangan suka pendam-pendam masalah" hihihi.

All I need is peace. Tapi berhubung saya anaknya sensitif banget dan super baperan jadi kadang saya susah menciptakan kedamaian itu sendiri huhuhu. Kadang suami saya negur "sensitif banget cihhh" hehehe tapi berhubung dia sudah memahami betul diri saya jadi tidak masalah.

Di tes MBTI juga ada beberapa profesi yang disarankan untuk tiap karakter. Untuk ISFP sendiri profesi yang cocok adalah menjadi seorang seniman, designer, pekerja sosial, konselor, guru dan aktor. Hm.. Baiklah kalo gitu saya ikutan casting pelem aja... ya siapatau bisa jadi artis. Tapi memang menjadi designer dan pekerja sosial adalah dream job saya. DOAKAN YA! Pengen punya usaha digital printing euy.. lumayan kalo musim pilkada laku hahahaha :p

Oiya, suami saya juga ikutan tes ini dan hasilnya dia adalah: ISTJ (Introvert, Sensing, Thinking, Judging). Kita berdua sama-sama introvert dan lebih kuat sensingnya. Tapi kita bertolak belakang di urusan pengambilan keputusan: dia pake logika (think), saya pake perasaan (feel), dan pola hidup dia lebih menghakimi (judging) a.k.a galak (HAHAHA) dan saya lebih "yaudah lah yaaa ikhlasin aja, positive thinking aja~" (perceiving). Tapi urusan introvert kita sepaham, walaupun lebih introvert dia.. kadang berdua punya waktu me time tanpa ganggu kegiatan masing-masing.

Oiya buat kamu yang pengen tau kepribadian berdasarkan tes MBTI bisa buka di link ini:
https://mbti.anthonykusuma.com

Thanks for reading. Whatever your personality is, just keep being you and be positive!

Wassalam :)

Kamis, 13 Juli 2017

Begitulah Lyfe~

Now Playing: Lagi gak playing apa-apa sih, cuma ditemani keheningan malam. Tsaelah.

Sudah 2 bulan saya tidak post sesuatu di blog karena terjadi huru-hara kehidupan (apaan~). Ada banyak cerita yang mau saya post namun malam ini baru kesampaian. Barusan saya mencoba tidur tapi tidak bisa karena agak mual efek masuk angin serta live konser ngorok suami dengan volume metal hardcore, fix ambil laptop terus nyalain bolt dan konek ke akun blog.

Sebelumnya saya mau mengucapkan minal aidin wal faidzin ya gaes! Mohon maaf kalo selama ini ada salah kata dan sebagainya. Maaf juga kalo jarang banget ngepost karena admin terlalu sibuk dengan realita yang ada hahahaha. Nih saya kasih foto lebaran kemarin, udah bersama suami alhamdulillah.. merantaunya sukses coy~ Berhasil bawa orang luar ke rumah buat lebaran :p Karena merantau yang sukses ya kalo bukan bawa duit sekarung, ya bawa pendamping hidup hehehehe.

keluarga Maulana Wijaya mengucapkan Selamat Lebaran
(sudah telat ini keleeuuss~)

Oke, lanjut!

Adapun huru-hara kehidupan selama 2 bulan ini adalah saya telah resign dari kantor.

Jadi, sudah lama saya mengidam-idamkan diri untuk resign dari kantor yang sudah 3 tahun lebih saya bekerja disana. Tapi, pertengahan Juni saya pun memantapkan hati untuk cabut dari kantor itu. sempat ada pergolakan batin tapi karena ada satu hal yang membuat saya yakin bahwa usai sudah pengabdian saya kepada kantor tersebut, ditambah suami juga mendukung keputusan ini. Saya sangat berterimakasih sekali kepada kantor lama yang sudah memberikan saya kesempatan untuk belajar.

Nah! Tibalah masa jobless itu tiba. Tapi selama masa pengangguran saya tidak nganggur amat hahaha. Saya menjalankan bisnis jasa titip Jakarta-Makassar (karena kebetulan mau mudik ke Makassar), jadi saya membuka jasa titip bagi teman-teman di Makassar yang ingin dibelikan barang-barang yang dijual di Jakarta karena tidak dijual disana seperti Hokkaido Cheese Tart, barang branded seperti Zara, H&M, Bershka, Sephora, dll. Dan alhamdulillah saya mendapatkan THR tambahan dari usaha ini dan saya senang banget ketika kita dapat duit dari sesuatu yang kita suka. Yap, saya suka jalan-jalan tapi tambah senang ketika jalan-jalan dan duit juga jalan hihihi :p

Tapi, hati kecil tetap berkata: Bisa ndak ya? Saya hidup nganggur begini? Yah memang sih ada suami yang cukup ngecover kebutuhan sehari-hari, tapi saya dan suami masih newly-wed. Kita butuh rumah sendiri dan masih banyak kebutuhan lain apalagi misal saya dikaruniai seorang anak (please doain yang ini yah~ aamiin). Sebelum memutuskan resign, saya memang apply ke beberapa perusahaan, ada yang memanggil interview dan ada yang belum. Tapi balik lagi, semua akan indah pada waktunya (even kita tidak akan pernah tahu waktunya itu kapan) yang penting usaha dan doa tidak boleh putus.

Ternyata sehari setelah saya nganggur, saya mendapat pengumuman kalo saya lulus menjadi asisten kepala di sebuah lembaga non profit yang baru dibentuk di Indonesia. Awalnya saya ragu karena judulnya: Lembaga Non Profit. Tapi, melihat background lembaga tersebut berada di naungan salah satu kementerian di Indonesia dan organisasi di PBB, saya pun mengiyakan tawaran pekerjaan ini. Alhamdulillah rezeki memang tidak lari kemana dan saya percaya itu.

Sudah 2 minggu lebih saya bekerja di lembaga ini dan alhamdulillah lancar-lancar saja. Akhir bulan ini insya Allah saya akan berangkat ke Bangkok untuk mengikuti seminar regional sekalian belajar tentang pekerjaan baru saya ini. Doakan saya ya agar lancar dalam segala urusan aamiin.

Salah satu kemelut hidup lainnya adalah mengurus KPR rumah. Saya dan suami berencana mengambil rumah masa depan di daerah Depok. Setelah survey ini itu dan melihat poin-poin penting dalam pencarian rumah, kami berdua pun jatuh cinta pada salah satu perumahan di Depok. Tapi, setelah ngitang-ngitung *suami sih yang ngitung, saya mah bengong doang, perkalian aja masih bolak balik.. dan ternyata WAOWW!! KPR itu berat yhaaa~ Lalu disitu kami berharap tiba-tiba ditampol oleh sekarung uang biar langsung cash keras aja itu rumah. Tapi ya namanya kebutuhan harus dipaksakan, yang penting tetap usaha dan doa, tapi untuk urusan rumah harus lebih maksimal lagi usaha plus doanya. Sekali lagi, doakan kami yaaaa para pembaca agar saya dan suami bisa melalui urusan kemelut KPR dengan lancar jaya sentosa aamiin.

Yah begitulah lyfe.. Banyak dramanya. Mulai drama perkantoran lah, urusan rumah lah, cicilan KPR lah. Tapi itulah yang membuat hidup lebih berwarna. Yap, warna suram. Hahahaha. I'm joking. Yang penting usaha dan doa tidak pernah terputus. Buat kalian yang merasakan kemelut kehidupan tetap semangat ya!

Itu aja tulisan saya, semoga bermanfaat! Jangan lupa cuci muka dan kaki sebelum tidur, serta menggosok gigi dan membersihkan segala sela-sela, mulai dari sela ketek, sela kuping dan selangkangan. *Etdah newly-wed bahasannya selangkangan mulu. Wkwwkwk.

Sekian, salam olahraga!
Wassalam

Senin, 15 Mei 2017

#MarriageLyfe: Sebulan Bersama Aa'

Now Playing: Chopin - Nocturne

#throwback : ini foto kami waktu lamaran.. fakkyau.. keep metal ahead.. raawwrr~ noraq dot com
Tadi pagi saya bangun terus langsung melirik hape untuk melihat jam dan ternyata jengjerenjeng hari ini adalah tanggal 15, which is sudah sebulan saya menikah dengan Aa' which is mantra alias doti-dotiku ke dia masih jalan *huahahaha kidding. Mungkin bagi kalian "ihh noraknya Alvidha, baru sebulan ini so'-so'an buat postingan eniperseri", but seriously bagi kamu yang udah menikah pas lewat sebulan aja ada sensasi-sensasi gimanaaa gitu, semacam feeling "Alhamdulillah, sebulan tinggal bareng dan orang ini masih bertahan" hahahaa, ya maklum kan kalo berumah tangga satu persatu wujud asli masing-masing (yang tak terlihat di masa pacaran) akan terungkap semua.

Sayang sekali hari ini Aa' lagi dinas ke luar kota yaitu ke Morowali dan yang bikin sedih, di kebun sana SUSAH SINYAL, wassalam. Tapi tadi pagi saya sempat mengirimkan pesan happy anniversary dan dibalas pake sticker cony brown berpelukan hahahaha. Sumpah.. ngucapin anniv-anniv itu bukan Alvidha banget (based on my relationship history ya) tapi entah mengapa sebulan menjalani pernikahan itu rasanya campur aduk :)

How's my feeling as a wife?

Mix feelings kayak gado-gado di pengkolan komplek. Yang pasti saya tidak pernah berhenti mengucap rasa syukur kepada Sang Pencipta karena telah mempertemukan saya dan Aa' yang baiknya baiiikk banget (dipuji-puji biar uang dompet nambah *plaakkk!).

Yang pasti hidup jauh lebih berbeda dari saat kamu single. Yang dulu kalo bangun pagi masih bisa selow-selow dulu cek socmed, baca buku 1-2 halaman. Sekarang? Mandi, srett srett, rapiin kamar, sarapan sama suami, nyapu rumah, sempat lil shock karena hidup saya kembali sama seperti jaman stay di Makassar (bersih-bersih number one), terus ngekos which is hidup sante abez. Pulang dari kantor biasa abis magriban leha-leha dulu kepoin artis atau lambe turah di IG, sekarang nyiapin makan malam, dinner sama suami, nonton sama suami. Kurang me-time? Lumayan. Mungkin karena saya pemuja "me time" kaliya jadi agak shock ringan setelah berumah tangga hahahaha :p

Emosi harus dikontrol. Mungkin karena saya orang pesisir jadi kalo melihat sesuatu yang tidak beres langsung mau 'naik tanduk'-nya dan dia orang bukit makanya agak kalem dan mukanya lempeng-lempeng aja kayak tembok hahahaha.

Tapi apapun itu, semua tujuan harus menghadapi yang namanya proses dan di suatu proses pasti akan ada rintangan (eyaaa mulai sok iya-nya). Mari kita sama-sama membangun rumah tangga yang sakinah, mawaddah warahmah dan berusaha untuk menggapai masa depan yang gemilang (whaat?? bahasa burung-burung mi sede' hahahaha).

Semoga rasa cinta diantara kita berdua selalu mekar bagai bunga-bunga di taman. Semoga selalu hangat bagai air laut yang disinari cahaya pantai (ngeee') Semoga selalu sabar menghadapi saya yang kadang-kadang random. Semoga berat badan kita berdua kembali ke angka ideal mengingat tiap malam kita selalu makan nasi. Semoga kamu bisa ingat kalo cucian kotor baju kantor itu di keranjang sebelah kiri dan baju gampang luntur itu keranjang kanan. Semoga saya bisa memaklumi kamu yang kadang eror dan penempatan "mi, ji, ki" kadang salah hahahaha. Yang sabar yah ngadepin aku, apalagi kalo udah di depan cermin lagi pake alis.


With Love,
your beautiful wife - tapi gak beautiful kalo alisnya keapus.

Wassalam


Jumat, 12 Mei 2017

Menjawab Pertanyaan Random - from My Husband-

Halo again, pals! Oke! For this post, giliran saya yang menjawab 10 pertanyaan random dari suami saya yang random, hmmm.. let's try..

1. Alasan utama mau dinikahin sama Aku?
: karena rezeki ngga boleh ditolak, hehehehe.. ibaratnya "siapa sih yang mau nolak ayam goreng sambel korek?" iya.. kamu kayak ayam goreng *lagi laper *padahal abis makan *ngaco'.. candaa~ Ya dari awal ketemu aja udah yakin walau di pertengahan jalan ada kerikil dikit yang menggoyahkan iman, endingnya aku tetap yakin hehehe.

2. Suhu minimal sebuah tempat yang bisa kamu sanggupi?
: 23 derajat A'.. never take me to tempat-tempat dingin

3. Bawang putih atau bawang merah?
: long live bawang bombay *laahh

4. Seberapa penting agama dalam hidup?
: Penting. Tanpanya: aku tenggelam dalam lautan luka dalam... aku tersesat dan tak tau arah jalan pulang~

5. Real social life kamu kayak gimana?
: As long as people do good to me, I'll do more.. but if they don't, I don't care. I don't give a sh*t to 'em. Untuk urusan friendship, ya I'll make friends as much as I can, but bestfriend? I only have less than 5 hehehehe :p

6. How do you deal with this shitty life?
: Banyak-banyak bersyukur, tidak setiap hari kena 'shitty life' kok. Susah bersyukur? Just fake it until you make it :p

7. Cowok Arab atau Cowo Eropa?
: Cowo Eropa dong... yang mirip Johnny Sins *kemudian yang baca ini pada googling siapa dia :p

8. Cita-cita yang belum kesampaian sampai saat ini?
: mati dalam keadaan khusnul khatimah *digeplak preeet.. mau sekolah dan jadi enterpreneur.

9. Seberapa penting hape dalam kehidupan kamu?
: penting, tanpanya ku tidak bisa tau apdetan lambe turah A' :p

10. Pilih kerja kantoran, kerja lapangan, buka usaha atau nganggur?
: Aku mau nganggur nungguin hujan uang A'... Hahahah kidding, aku mau buka usaha di bidang kuliner. Jadi tukang nasi goreng tek tek A'... banyak pahala, lewat disaat orang membutuhkan. *sungguh mulia niat istrimu ini A' *sayang dulu dong~

Udah itu dia jawaban untuk 10 pertanyaan random suami saya. Maaf ya kami memang agak random hahahaha :p

Thanks for reading this post ya.. Wassalam :)


Quick Random Question & Answer : My Husband

Jadi, malam ini saya menghabiskan waktu dengan memegang laptop serta pemandangan suami lagi nonton TV, then "A'... aku kasih kamu pertanyaan, kamu jawabnya cepet ya" terus dia iyain aja. Oke here we go!

1. 3 hal jika mendengar Alvidha Septianingrum?
: istri, rumah, Makassar *uunncch.. I'm blushing by the way HAHAHAHA

2. Liburan Impian?
: Venice... *Ya Allah pengen liat banjir, di Jakarta juga ada Paaak...

3. Kucing/Kelinci?
: Kucing *Yah.. He is a cat person

4. Cita-cita waktu kecil
: Ngga ada *hahahaha udah flat emang dari jaman bocah 

5. Kendala dalam hidup
: Too insecure

6. Inspirator terbesar dalam hidup
: Hm.. siapa ya? *mikir lama* Siapa ya? *isep vape* Nggak ada. Aku ngga pernah terinspirasi oleh orang lain sih....

7. Tiga kota yang menurutmu enak untuk menghabiskan sisa umur
: Bogor, Bali, Batu (Malang)

8. Sifatmu yang patut dicontoh oleh khalayak
: Sifat gak enakan, karena dunia akan lebih damai kalo semua punya sifat 'gak enakan'

9. Pesan untuk diri sendiri
: Try to enjoy my shitty life *HAHAHAHA

10. Pesan untuk Alvidha Septianingrum
: "Sabar-sabar menghadapi kerandoman aku yhaaa" *Aaaaamiiin~

Oke, sekian quick random Q&A bersama suami saya yang super flat face ini. Nantikan postingan selanjutnya yaa! Thanks for reading. Wassalam :)