Senin, 31 Agustus 2015

Amazing Saturday. Thank you IJF 2015!

Now Playing: Lagi ga dengar lagu apa-apa sih, cuma backsound suara jalan raya saja, dan sekali-sekali suara kereta yang lagi lewat. What a beautiful sunny day! 

So, here I am.. ARRGGGHHH! *ini teriaknya dalam lubuk hati aja sih, soalnya kalo teriak betulan nanti saya dikasih SP alias surat putus dari bos saya. Saya semangat sekali dari pagi pas ngaca di cermin "pokoknya hari ini harus ngeblog, ganti header blog, dan ngepost tentang kejadian menyenangkan di hari Sabtu, tanggal 29 Agust kemarin". Ayeay!

Jadi, dimulai pada 9 Juli 2015, ceritanya agak nostalgia dulu, saya dan sahabat saya, Dilla sepakat untuk membeli presale tiket Indonesian Jazz Festival 2015 di salah satu Mall di Jakarta pinggiran, hahaha. Awalnya saya cuma ingin menemani Dilla, karena Dilla ingin menonton artis favoritnya yang kebetulan bakal manggung di IJF 2015 yaitu Eva Celia. Pas lagi liat siapa-siapa saja yang akan perform, mata saya tertuju pada satu nama dengan huruf depan A, yesss!! There is Abenk Alter on the list, dan satu detik setelah melihat nama itu saya pun berdoa "Ya Allah, panjangkanlah umur Hamba, semoga bisa melihat musisi favorit saya di tanggal 29 Agust nanti, Aamiin".

and the day is coming...

I was so excited pas Sabtu kemarin, deg deg serr gimana gitu pas nyampe di gerbang Istora Senayan. Ae-lah. Iya sih, Alvidha memang agak lebay kalo mau ketemu idola, maklum saya itu jarang ngefans dengan seseorang, tapi sekali ngefans langsung baper alias bawa perasaan terus kalo ketemu jadinya degdegserr gimana gitu, contoh kasus: waktu di Makassar ketemu Nicholas Saputra, entah mengapa malah saya yang mesem-mesem sendiri.. (yah untuk orang terdekat pasti tau banget kalo saya ngefans sekali dengan NicSap) Yah, kurang lebih sama ketika saya akan melihat Abenk Alter nampil di IJF 2015 ini.

YEASH.. HAPPY AI JI EF! Berdiri di depan stage C.
Masih sore, masih sepi cuy!
Idola saya akan performance di jam 10 malam, It doesnt matter for me by the way. Menunggu akan menyenangkan ketika kamu tahu yang membuat menunggu pasti akan membuatmu bahagia. Jadi, selama penantian menunggu idola saya nampil, saya melihat beberapa musisi yang juga tampil di IJF 2015 ini.

Dikta Project
AWWW,, banyak yang meleleh yah guys! 
Adinda Salagita
ini musisi cantik sekali sumpahh!! suaranya juga alusss~
HiVi!
Sukses membuat penonton galau dengan lagu "Orang ketiga*, ncessss~
5 Romeo
ini pas mereka nampil, banyak yang histeris. ganteng-ganteng sih ya!
Oke, yang ini bukan musisi yah.. yang ini penonton
Here is my bestfriend, Dilla! Serius amat Bu.. wkwk
Dan masih banyak lagi musisi-musisi Indonesia lainnya yang tampil di Indonesian Jazz Festival 2015 ini. Oiya, di IJF ini musisi yang tampil pure berasal dari Indonesia, dan untuk membuktikan nasionalisme acara ini, setiap musisi yang akan tampil, pasti dimulai dulu dengan sound lagu-lagu nasional Indonesia. Yap, apalagi momen 17 Agustus masih terasa yah, jadi salut untuk Indonesian Jazz Festival 2015 kali ini.

JENGJENG! Jam sudah menunjukkan pukul 10, stage C sedang siap-siap, hatiku juga degap degup kaya orang mau bawa pidato, saya pun maju ke depan panggung seorang diri, karena penonton lain selow aja duduk, tapi saya cuek saja, memegang kamera dan bersiap merekam beberapa momen yang akan dibuat oleh Abenk Alter malam itu. One two three, Abenk muncul dengan jas putih, kaos strip, vedora putih dan nyanyi lagu "Sekarang" yang diambil dari album perdananya - Selamat Datang.

HELL YEAHH!! Tau dong perasaan saya gimana? Seperti ada confetti yang meletus di kepala disertai bunga-bunga yang bermekaran di hati. Yeah, I enjoyed my Saturday night, thanks to my idol, Abenk Alter. Dan setiap lagu yang dia bawakan, saya pun mengikutinya, HAPAL BO'!! Sealbum cuy... repeat, sealbum! Niat banget kan? Huehehehe.

Abenk Alter (1)
Abenk Alter (2)
Abenk Alter (3)
Oke, for you who don't know him, hmm.. dia itu suaminya salah satu blogger terkenal di Indonesia yaitu Alodita, eks-member Soulvibe juga dan kini lebih memilih bersolo karir. Kalo yang follow instagramnya, pasti tau juga kalo Abenk Alter ini pure seniman, nyanyi bisa, melukis bisa, terbukti di cover album dan isi-isi album perdananya, itu desain visual semua karya Abenk Alter, keren kan? Makanya saya ngefans. Hehehehe

album Abenk Alter, yess! PUNYA DONG! Hehehe
Salah satu bentuk apresiasi adalah membeli yang asli
Dan di akhir performancenya, Abenk pun menyanyikan lagu Lain Waktu, lagu yang sukses membuat saya ngefans pada beliau. Dan sebelum menyanyi ada kutipan yang sempat saya dengar dan menjadi favorit saya "Karena cinta itu mengangkat seseorang, bukan memperpuruk seseorang", dan lirik perdana pun masuk.... "kau meragu... saat aku.. memintamu.. tuk bersamaku" Yah, that was a great night for me! PUAS BANGET nyanyi-nyanyi. Yeah!

Tak habis disitu, saya pun foto bareng beliau dong. He is soooo nice! Ramah banget sumpah! Bagaimana saya tidak mau sumringah di foto ini..

Abenk Alter and My Super Sumringah Face
Kemudian salaman, saya senyum-senyum bego dan dia "Makasih banget yah sudah nonton, makasih bangeeet" . Aduh Mas.. Insha Allah kalo perform lagi, saya nonton deh! Hehehe. Sampai Jumpa di #LainWaktu , Abenk Alter! Sukses selalu yah. Semoga makin banyak karya yang bisa diciptakan. Sukses untuk album perdana Selamat Datang-nya! Yuhuuu~

Yes, that's all my stories for my August 29th. Fiuh! Berawal dari degdegserr berakhir dengan bahagia. I told ya! Kalo kita menunggu dengan senang hati, pasti endingnya akan bahagia kan? Jadi jangan pernah malas untuk menunggu, mau endingnya pasti atau tidak pasti, sesungguhnya menunggu itu tak seburuk yang kau kira.

Terima kasih untuk Dilla, IJF 2015, supir taxi bluebird, mekdi super panas 2, hahahaha yang telah mensupport malam Minggu saya. God bless us. Terima kasih buat kamu yang sudah menyempatkan diri untuk membaca tulisan bahagia saya ini. Wassalam :)

Selasa, 25 Agustus 2015

Grateful

Now Playing: Magic by Pilot - saya dengar lagu ini tapi kok yang di kepala malah terngiang-ngiang lagunya Lyla "semua yang kau lakukan is mejik... mejik.. oh oh..", mungkin ini yang dibilang ketidaksinambungan antara lagu yang diputar dan lagu yang muncul di kepala.

Seperti biasa, pagi ini saya awali hari dengan mendoakanmu agar kau selalu sehat dan bahagia disana.. sebelum kau meninggalkanku lebih jauh.. sebelum kau melupakanku lebih jauh (?) MALAH NYANYI.. FOKUS ALVIDHA!

Yaa, jadi pagi ini saya mengawali hari dengan menemukan sebuah email penting dari salah satu klien di handphone saya, klien tersebut mengirimkan materi iklan dan sudah lewat jadwal deadline, mana iklannya salah kasih masuk logo, yah intinya ada trouble masalah teknis iklan-iklanan lah, dan endingnya saya malah ngedumel sendiri dan akhirnya mbyaarr.. mood tiba-tiba kalang kabut, mau mandi malas, mau nyetrika baju pun malas.

Akhirnya segala macam aktivitas tadi pagi dilalui dengan diam, silent, hening, hampa seperti robot. Jeleknya saya begitu, jika sedang tidak mood apalagi di pagi hari, pasti semua orang dijuteki, bahkan ketika saya nabrak tembok, saya malah marah-marah ke temboknya dan temboknya minta maaf (?), dan untung saja tak ada satupun manusia yang menggangguku hari ini, oke ada satu, Ibu Ratu Mami, yang tepat pukul 7 pagi menelpon, dan saya ditegur karena respon saya yang cuek-cuek lucu, biasanya heboh kayak petasan cina. Saya ingat pesan Mama saya pagi ini "bersyukur saja atas apa yang terjadi...", dan saya kembali melanjutkan setrikaan dan begonya saya lupa mencolok kabel setrika ke listrik dan baju saya tidak rapih-rapih... what a life!

Setelah naik di atas kopaja 620 (arah Blok M-Pasar Rumput), alhamdulillah saya mendapat tempat duduk dekat jendela, memasang headset dan lagu Here For You by Firehouse terputar di telinga, seenggaknya mengademkan sedikit perasaan karena suara Bang CJ Snare yang pedes-pedes lucu. Sampai ketika saat lagu saya sudah berhenti, seorang pengamen yang umurnya sekitar 70 dan matanya terkena katarak, dan dia pun membacakan puisi serta menyanyikan lagu Rayuan Pulau Kelapa. Kemudian mengeluarkan plastik, dan berkeliling dari kursi ke kursi untuk meminta sedekah seikhlasnya dari penumpang kopaja.

Pengamen tua itu pun turun setelah isi plastiknya ramai dengan receh penumpang kopaja, sempat kudengar kata "Terima Kasih Mbak, semoga berkah" ketika telah melalui kursi saya. Kemudian saya menatap jendela ke luar *terus yang ala ala melankolis gitu deh sambil lihat langit biru, sambil ngobrol dalam hati "Liat cuy.. yang sehari-harinya bergantung sama receh aja masih bisa senyum, masih bisa bersyukur, masih bisa doain orang lagi.. Lah kau? Gaji bulanan, masih badmooood aja". Saya diam lagi, lagu Himalaya by Maliq and D pun terputar di telinga...

Coba khayalkan sejenak... 10 tahun nanti hidupmu..
(Himalaya - Maliq n D)

Saya cuma kurang bersyukur. Betul kata Mama saya pagi ini, banyak bersyukur atas apa yang terjadi. There is always something to be thankful for. Mungkin kita harus melihat bahwa selalu ada baik dalam buruk, suka dalam duka, untung dalam rugi, bahagia dalam sakit, dan sesuatu yang membuat bersyukur bukan marah-marah dengan keadaan. Coba khayalkan 10tahun  nanti kalo masih sering ngedumel dan tidak pernah bersyukur? Hm.. sepertinya akan jauh lebih menderita.

Dan sampai di kantor, saya mengambil cangkir, teh dan air hangat dan minum sambil menutup mata (ala-ala iklan) dan fiuuuhh... try to smile, let the shit happens and thankful for that! but hoeekkk.. ternyata tehnya lupa dikasih gula, pahit. Nda' papalah teh pahit asal jangan hidup yang pahit. Hahaha.


Yaudah, terima kasih sudah menyempatkan diri membaca tulisan saya. Semoga kita selalu bersyukur atas apa yang terjadi. Makacyiiih. Wassalam :)


Senin, 24 Agustus 2015

Falling?

Now Playing: The Carpenters - When I Fall in Love

Pagi ini saya lalui dengan tidur sehabis sholat subuh selama kurang lebih 45 menit. Setelah bangun dan mandi, saya pun berkaca sambil melihat wajah saya yang biasa saja, melihat kantong mata yang semakin hari semakin mirip SBY (kenapa SBY selalu identik dengan kantong mata ya? HAHAHA), melihat alis yang tipis karena pensil alis belum dipakai, melihat satu jerawat di dagu yang sudah mengering (thanks to salep mejik) dan oke semuanya baik-baik saja, but WAIT! Damn.. Ada jerawat di hidung. Grrr..

Jika Mamahku melihat posisi jerawat di hidung, pasti saya sudah digangguin "Eciyeee.. lagi jatuh cinta pasti ini anak, ada jerawatnya di hidung", tapi entah ini sebuah fenomena alam gaib atau apa Allahualam, ketika saya sedang tertarik dengan seorang lawan jenis, pasti akan ada satu jerawat yang nongol di hidung. Ok, This is how I hate myself when I am falling in love (ini ngetiknya sambil senyum-senyum gak jelas kaya pasien RSJ).

So am I falling in Love? Are you falling in love, Alvidha?

Honestly, I don't know what kind of feeling that I feel right now. I am just.. hmm.. I am just.. hmm (ini diketik sambil hamm hemm hamm hemm terus hidung kembang kempis kayak kerbau) I am just feeling comfort with someone right now. A simple guy who came to my life and always made me laugh. Ini jujur mau lanjutin tapi ngetiknya awkward. Ya begitulah adanya. Sometimes you want to avoid the feelings but it happens. Begini lah kalo udah bawa perasaan begini, bisanya cuma ngetik doang, sisanya awkward. HAHAHA (ini juga hahaha-nya awkward).

Sekarang saya lagi mikir, bagaimana caranya ngilangin nih jerawat di hidung dengan cepat karena hari Sabtu mau ikutan Indonesian Jazz Festival dengan seorang sahabat saya, Aldillah. Lah emang ngaruh jerawatan sama nonton konser? As usual, mau foto-foto bo'.. kali aja saya ketemu idola saya, Mas Abenk Alter terus bisa selfie bareng kan kalo ada jerawat di hidung ntar Abenk-nya lebih kinclong dari saya.

Flower blooms, so does hope
taken by my phone, lokasi: tembok kantor
Flower blooms, so does hope. Terkadang jika perasaan sudah datang, akan ada secercah harapan yang mengikuti. Bukankah yang membuat hidup lebih berwarna adalah harapan? Walaupun harapan itu berwarna bunglon, setidaknya hidup tidak hanya berwarna hitam dan putih. Acikiwiiir niuniuniu~

Sudah ah, saya tidak berhenti tersenyum mengetik ini. Ini saja teman kantorku yang duduk di sebelah sudah bertanya "Pi'.. senyum-senyum mulu, abis menang duit lu?", dan saya jawab "Lagi usahain menang, cuy.. Menangin hatinya" *kemudian disemprot obat nyamuk*.

Setidaknya ini adalah perasaan positif, bukan negatif. Jadi, saya menikmatinya saja. Sesuatu yang terjadi jika dinikmati akan terasa nyaman bukan? Ehe ehe ehe ehe *nyengir bego.

Makasih sudah membaca. Wassalam :)

Kamis, 20 Agustus 2015

Time Flies

Now Playing: Imagine Dragons segambreng via youtube. Gatau akhir-akhir ini lagi demen dengar lagu dari Dan Reynolds, dkk. Lagu-lagunya bikin semangat gitu. Ehee.

Alhamdulillah masih diberi kekuatan untuk mengetik postingan ini. Dari kemarin pengen sekali menulis ini itu, tapi apalah daya, mungkin karena faktor umur, faktor ga ada waktu (padahal weekend bisa menyempatkan diri buat nulis ya'?) and another blablabla that made my hands inelastic to type something to this blog. Maafkan!

Waktu cepat sekali berlalu, hari ini saya mengisi kekosongan saya di kantor dengan membuka postingan-postingan lama saya dari tahun 2010. Satu kata yang keluar dari mulut ini "Amsyong!", amsyong yang sarat makna, hahaha. Terkadang saya iri dengan masa lalu saya yang punya banyak waktu untuk menulis. Mulai dari kisah saya bersama keluarga dimana saya sering mengekspos anggota keluarga saya, kehidupan percintaan saya yang endingnya asem-manis bak nano-nano, kehidupan perkuliahan, skripsi, dapat kerja pertama, etc.

Saya pun ingat masa dimana saya ijin keluar ke warkop duduk berjam-jam hanya untuk menulis di blog. Menulis apa yang saya alami, apa yang saya rasakan, apa yang saya pikirkan, lagu yang kudengar, makanan yang kumakan, tempat yang saya kunjungi, dan lainnya.

Saya pun ingat masa dimana saya duduk di depan danau Unhas, mencatat apa yang akan saya tulis di postingan blog saya, kadang menulis puisi, kadang memotret sana-sini dengan kamera handphone BB Gemini saya yang jaman dulu itu WAOW abetzz, tak lupa berdiskusi dengan orang-orang dan sok ngobservasi sesuatu untuk tulisan saya di blog.

Saya pun ingat masa dimana saya ngeblog via handphone, mengetik dengan lancar di sudut dalam angkot, ditemani hujan rintik-rintik di luar dan lantunan lagu Malaysia khas angkot Makassar. Saya pun ingat masa dimana saya bertengkar dengan pacar (dulu) saya di atas motor dan dijadikan ide untuk menulis postingan selanjutnya. HAHAHA, yah saya suka sekali mengekspos pacar saya dulu wkwkwk.

Kini, meluangkan waktu untuk menulis saja kurasa susah sekali. Kadang puluhan tulisan hanya berakhir di draft, menulis setengah bagian, kemudian disave dan dilupakan. Payah. Entahlah, apa mungkin karena aplikasi social media, jadi saya melupakan platform blog yang membuat saya dikenal banyak orang (kuakui dulu yang baca blog ini banyak sekali HAHAHAHA, mau banget yah diracuni sama tulisan saya hahaha, tapi terima kasih blog, berkat menulis saya dikenal beberapa orang wkk).

Mungkin faktor kesibukan juga mempengaruhi. Pergi pagi pulang malam kayak judul lagunya Armada (buset kalo Armada tetap update yah, yoi Armada stole my heart because of Mau Di Bawa Kemana song), oke fokus! Kesibukan membuat mood saya untuk menulis menjadi acak kadut. Fiuh

Yah, time flies, begitu banyak perubahan yang terjadi dengan cepat seiring waktu berjalan. Tapi bukankah yang konstan di muka bumi ini adalah perubahan, iya kan?

Semoga makin rajin menulis setelah postingan ini (gak janji juga sih) tapi semoga yah.. semoga! Saya ingin menulis tentang hari-hari saya di Jakarta, mulai dari kisah yang biasa saja, sampai kisah yang absurd hahaha.

Terima kasih sudah membaca postingan saya yang singkat ini, saya mau melanjutkan permainan ping-pong saya di teras belakang kantor. HAHAHAHA. Wassalam :)