Rabu, 31 Oktober 2012

balada semester 7

1. Kuliah tinggal dikit. Agak aneh
2. Teman-teman sibuk dengan tempat magang masing-masing
3. Teman-teman sibuk dengan judul skripsi masing-masing.
4. Ke kampus cuma untuk nonton orang-orang seminar proposal
5. Dosennya ogah-ogahan
6. Mahasiswa lebih ogah-ogahan
7. Kualitas ingatan makin menurun
8. Punya gebetan baru, namanya dosen pembimbing.
9. Udah itu aja, wassalam :)


kangen mungkin...

Kemarin malam, jam 10an malam, saya berbincang di dalam kamar bersama Titah. Berbicara mengenai pembicaraan klasik 2 perempuan, apalagi kalo bukan lelaki. Hah! Wahai laki-laki, berbanggalah kalian dibicarakan oleh kami, tralala trilili. Titah berbicara tentang bagaimana ia sangat mencintai kekasihnya, dan saya berbicara tentang lelaki yang tidak bisa saya gapai hatinya hingga detik ini *KASIHHAN! 

Dan yang saya tangkap dari Titah kemarin..
Mungkin kamu kangen, dulu dia available, dulu dia selalu ada buat kamu, Mbak! Tiap kamu hubungi pasti direspon dan sekarang dia sudah jauh dan menghilang dari peredaran. Yah, begitulah!
Ah.. mungkin betul apa yang dikatakan Titah.. Kangen mungkin.

Wassalam

Senin, 29 Oktober 2012

what happen today?

NowPlaying: Vampire Weekend - A Punk,

Today is Monday, yang artinya MONgapa DAYa ingatku selalu tertuju padamu? #Eeaaa #Apasih #KayakInstagramAjaPakePagar. Dan ada 2 kejadian yang cukup penting bagi saya terjadi hari ini. Yang pertama saya sudah berhenti magang di Rektorat Unhas lantai 4 (Humas Office), alhamdulillah, walaupun ada rasa sedih melanda di dada karena yang biasanya tiap hari ke kampus dan langsung ke rektorat untung magang-ing, sekarang malah halay halay di rumah yang dimana halay halay adalah aktivitas penggemukan badan beud yaitu makan tidur makan tidur. 

Dan tadi pas minta ijin pamit undur diri sama Pak Humas yang tidak lain adalah dosen saya sendiri, beliau menangis, yah walaupun itu menangis pura-pura. HAHAHAHA! Pak Humas mau menangis? Bissaaa juga bela, zzz. Dan saya serta Gina (teman magang) tidak lupa untuk foto bareng bersama beliau, dan disambut hangat karena memang beliau hobi difoto -_-

dari kiri ke kanan
Alvidha Selalu Ungu- Pak Iqbal Selalu Bersinar- Gina Selalu Berbunga
Yang kuliah di Komunikasi Unhas pasti sudah tidak asing dengan beliau
*YAIYYALAAAAH
Terima kasih untuk seluruh penghuni Rektorat Lantai 4, mulai dari Staff Humas, Kepala Humas, Ibu Dana lantai 8 rektorat, yang selalu kita bawa kabur korannya Pak Rektor untuk dikliping, wakakaka, mba-mba cleaning service, pokoknya seluruh penghuni rektorat yang selalu gaul dengan kita-kita, HAHAHA. Will miss you soon, actually oiya serta lift rektorat yang cukup horror, wakakak :))

Dan berita kedua adalah adik saya yang bernama Adik Yayang hari ini dioperasi. Yap, doski punya penyakit tubercolosis kelenjar, jadi kayak ada benjolah di dekat lehernya jadi itu mesti diangkat. Dan alhamdulillah operasinya berjalan dengan lancar jaya. And get well very soon for my sister, aamiin!

adik saya yang HIJAU banget.
Kasian kamu dik, padahal masih muda!
GWS yaaa! big love for me to you.
Oke, sekian dulu postingan saya hari ini. Makasih sudah membaca. Jangan lupa tiap hari makan sayur yah! Wassalam :)

Jumat, 26 Oktober 2012

menjadi humas...


Pagi itu di kelas Studi Kasus Public Relations, saya dengan berani mengangkat tangan kanan saya “Pak! Saya ambil kasus Universitas *tiitt*  dan Penyebaran Narkoba” kemudian Pak Dosen menyetujui kasus saya dan Oke! Kamu jadi Humasnya Universitas *tiit*” (nama institusinya saya samarkan yah, hehehe!).  Yah, diantara semua mata kuliah yang pernah saya pelajari, sepertinya mata kuliah Studi Kasus ini yang sifatnya “PR BANGET!”. Fiuh setelah sekian lama!

Menjadi Humas sepertinya adalah tugas yang cukup sulit. Menghadapi eksternal dan internal sebuah institusi, harus ramah dan senyum setiap saat kepada orang-orang, humble dan santai-santai serius, serta harus siap menerima omelan dari atasan, bawahan, samping, kiri dan kanan.  Belum lagi pemberitaan di media yang kadang bengkok sana bengkok sini yang bisa membuat kepala seorang Humas bisa meledak cetar-cetar membahana.

Walaupun di mata kuliah ini kita hanya seolah-olah menjadi seorang Humas atau Public Relations, tapi bagi saya ini adalah kerjaan yang cukup berat. Mengapa saya katakan berat? Karena kebetulan saya magang di Humas Unhas dan hampir tiap hari saya melihat Pak Humas. Hahaha. Sudah 2 bulan saya magang disana, dan of course sudah pasti mengenal beliau. Mulai dari beliau panik, riang gembira, stress dan lain-lain. Jadi, saya menyimpulkan kalo saya akan menjadi seperti beliau. Hahahaha, dan itu adalah tugas yang cukup berat, pemirsa!

Dan setelah mengkaji lebih jauh *tsah! Sebelum kita menjadi humas untuk sebuah institusi, hendaknya kita menjadi humas untuk diri kita sendiri dulu. Menjaga citra diri sendiri di beberapa orang, walaupun tetap “just be yourself” adalah motto terbaik, namun terkadang ada beberapa hal yang kamu harus sembunyikan dari beberapa orang, seperti jika kamu suka kentut sembarangan, yah ditahan saja dulu. Tenang! Orang yang mencintaimu adalah orang yang menerima dirimu apa adanya tanpa citra ini itu *lagi kumat bijaknya.

Menjaga citra diri dibarengi dengan menjadi diri sendiri memang adalah 2 hal yang sulit dilakukan secara bersamaan. Kadang kita  ingin berhura-hura loncat-loncat kegirangan namun ada sesuatu yang membuat kita harus jaga image. Tralala trilili. Yah pintar-pintarnya kita sajalah bagaimana mencampurkan keduanya.

Dan kini saya sedikit pusing bagaimana memecahkan kasus yang saya ambil ini. Menjadi Humas sebuah tempat yang diyakini sebagai sarang penyebaran narkoba. Ibaratnya seperti kamu memiliki seorang pacar cakep yang dikenal banyak orang namun ternyata dia adalah seorang pengedar narkoba. Antara membelanya dan membuatnya menjadi lebih baik atau lari meninggalkannya. God bless me and this homework. Wassalam J