Kamis, 07 Juli 2011

bad experience (nge-Jaksa cyiiinn!)

another story pas studi tur kemarin.. Saat kita 15 orang Makassar pergi salah gaul di salah satu kawasan di Jakarta, zzzz..

Sampai di stasiun Pasar Senen, Jakarta (perjalanan dari Jogja), saya dan 14 mahluk Tuhan yang biasa disebut manusia itu jalan menuju keluar stasiun sambil mendorong koper dan menenteng barang (biasa.. Indonesia, kalo perjalanan doyannya bawa koper.. untuk next trip berikutnya.. sepertinya saya akan bawa carel -itue ransel yang besar sekali buat naik gunung- biar simpel)

OIYA, dan ini adalah pertama kalinya saya ke Jakarta tanpa didampingi orang tua (biasanya kan sama ortu tiap 2 atau 3 tahun sekali -pulkam lebaran- sebenarnya bukan pulkam tapi pulkot *pulang kota*)

LANJUTS.. Lalu, kita diangkut ke penginapan. Alien yang seorang ketua rombongan ngomong kalo kita akan menginap di Jalan Jaksa karena beberapa penginapan yang dulu masuk dalam list sudah full. And then.. otak saya seperti mencari memori di masa kelam (HALLAH!), tidak.. sepertinya saya pernah dengar Jalan Jaksa.. Tapi dimana? AHA! SINETRON.. (dasar gadis penggemar sinetron! zzzz)
Yah sinetron Jalan Jaksa di Indosiar beberapa tahun yang lalu. Jalan yang dimana banyak bule'nya tapi jalan itu sedikit "gimanaaaa" gitu. Oke, perasaan saya tidak enak.

Lalu saya naik di mobil Daihatsu tahun 1990an bersama 3 orang teman, kalo tidak salah Uni, Amel dan Dayan. Saya duduk di depan di samping sopir yang BETAWI BANGETS.

Selama perjalanan, kita ngobrol-ngibril sama Pak Sopir. Saya mau ketawa karena logatnya seperti logat-logat babe di sinetron2 betawi. Tapi berhubung saya sudah agak skill dalam dunia persilatan lidah untuk logat-logatan anak gaul Jakarta *endedeh.. ballasi Makassar di lupakan mi kodong*, saya nyambung2 saja dengan Si Pak Sopir. 

Di perjalanan, Pak Sopir menunjukkan kami jalan yang lurus. Hahaha. Pak Sopir menunjukkan kami bioskop di daerah Senen yang biasa dikunjungi oleh para Mesumers, ckckck.. Dan film-film yang ditonton kebanyakan film lama. Dan salah satunya adalah Brokeback Mountain, yang pasti kalian tau ji siapa pasti audience nya itu bioskop, kalo bukan banci yah homoers. Lalu ada film yang mesyumm, yah.. sejenis film-film dengan judul "bercinta dalam lumpur lah", deh.. film apa mi itu?

Berhubung kita di Jakarta Pusat, jadi banyak gedung-gedung yang bisa kita lihat. Yah, saya nampak seperti orang kampung yang baru tiba di Jakarta (kamasyeee), padahal 2009 kemarin sempatja ke Tangerang - Jakarta selama hampir 2 minggu (tapi memori full jadi nda terlalu diingat semua #neneksudahtua).

AKHIRNYA SAMPE DI JALAN JAKSA, dengan gerbang sambutan "SELAMAT DATANG DI KAWASAN WISATA MALAM", glekk!! jlebb!! ude'eh.. hidupku kena nista mi sede. Seorang Alvidha S dan 14 manusia lainnya terjebak di jalan yang agak sempit dengan berbagai macam hotel dan bar di samping kiri kanan... lets sing together: kiri kanan.. ku lihat saja.. banyak.. hostel dan cafeee..*buat anak Makassar, kawasan Jaksa ini seperti umm.. daerah Nusantara lah (dekat pelabuhan), yyuuukk mareeeee..

Saya sudah resah dan gelisah. Apalagi Pak Sopir sudah wanti-wanti kami..

"kalo elo mandi, jangan pake sabun hotel, seprei alas aja pake slimut, disini banyak bule bule mesum.. bule-bule nge-ganja lah.. apa lah.. seks bebas lah.. jadi hati-hati aja.. "

Oke, makin komplitlah perasaan mau muntah ini. Lalu mobil berhenti di depan sebuah hostel. INGAT ini HOSTEL bukan HOTEL ada S di tengah-tengahnya yang berarti "Setan - Sucks or another fuckin' S" (deh.. penuh emosi saya menulisnya, pemirsa!). Nama hostelnya saya samarin aja ye.. "N" hostel!

Pas turun beberapa orang di sekitar kita melihat-lihat kita. Kita 15 orang. 13 cewek dan 2 cowok. Mendorong koper masuk hostel. Yah.. Kita nampak seperti orang-orang yang mau "dijual", HAHAHA. just kidding.. intinya tidak enak sekali nah! Herrhhh.. 

Kita disambut oleh mas-mas bencis (bencong amis) bernama R. Kita ditunjukkan beberapa kamar yang akan kita tempati (OH MY GOD!!), dan parahnya ada 1 kamar yang masih ada orangnya dan tinggal tunggu check out, zzzz! Nda tau lah orang2 yang habis check out itu lagi ngapain.. Ihh..

Masuk di kamar, gileee.. PENGAP dan bau-bau aneh.. Dan di kamar atas kita berunding dulu untuk pindah ke penginapan lain yang lebih wajar. Oke saya mengantuk. Sebelum bobo, saya pergi bongkar barang dulu (mau jemur handuk), dan tidur di kamar kosong isi 2 tempat tidur dan ngorok sepuas-puasnya (even kamarnya still bau aneh-aneh!)

Bangun tidur, ternyata anak2 yang lain sudah pada siap-siap untuk pindah ke hotel lain. Ada teman saya, Dayan, dia cerita-cerita pas lagi di WC mau cek-cek kamar mandi saja' dia menemukan surprise thing (itue.. pengaman buat cowok) dan dia lari kabur. Dan karena hal itu kita MESTI PINDAH!! Gila ko. hampir 2 mingguan nanti kita di Jakarta dan nginap di tempat bgituan, bisa-bisa kita jadi part of them, hahalalalah!


Pas keluar, saya dan Putera singgah dulu di Indomaret sebelah hostel mau beli Sari Roti, dan kita dikira sebagai pasangan mesyumm (karena Putera kan muka'nya memang agak ke bule-bulean). Belum lagi teman-teman yang ribut sekali bilang "aih.. mba'.. kalo tinggal disini sukses mako di kalangan bule-bule Jaksa.. karena bodi mu itu idola para bule'.. Nyak nyok nyang!" *SIAKYAU! mau ja sama bule asal bukan bomes gang (bomes is bule otak mesyumm)


Dan akhirnya kita pindah ke hotel yang wajar. Hotel Karya di Jalan Raden Saleh, walaupun bukan hotel berbintang setidaknya tidak ada huruf S di tengah kata Hotel (yang jadinya Hostel) dan pegawainya cakep-cakep serta sopan dan rajin menyapa di kala pagi, contoh: Saat saya mau pergi cari sarapan di luar hotel, salah satu pegawai di bagian resepsionis menyapa "PAGI MBAK!! MAU CARI SARAPAN? HATI-HATI YAH!" ude'eh.. sapa yang nda kleper-kleper *wajah mesyum* terus kalo sudah pulang dari kunjungan media: "SUDAH PULANG YAH?? *sambil senyum manissss sekali*"


Lalu hotelnya juga dekat dari mana-mana. Dekat Alfamart, dekat Circle K, dekat Taman Ismail Marzuki, dekat Texas Fried Chicken, pokoknya dekat dari mana saja lah.. Kalo sakit langsung dibawa ke RS saja (hotelnya depan RS), kalo mau makan mie ada Mie Ayam enak harga 7ribu pagi-pagi, masakan padang berjejeran, kaki 5 kalo malam berbaris rapi depan hotel. ENAK LAH!!


HARRHH!! Itulah bad experience saya di Jakarta yaitu nge-Jaksa untuk beberapa jam. Yah, setidaknya pernah ka tidur 1 jam di sana dan dilirik bule-bule mesyum. HAHAHA. Jakarta memang kota multi menurutku. Multi people. Multi buildings (helleh!) da multi-multi lainnya. Namanya juga ibukoteeee..


Yah itulah pengalaman jelekku yang bisa saya bagi ke kalian-kalian semua. Semoga bermanfaat, yah setidaknya kalo ke Jakarta dak bingung lagi.. Mau singgah ngegaul di Jaksa dulu ato nda'. HAHAHAAH! Buat yang penasaran, ke Jaksa mi saja langsung cek dan ricek :p


Makasih sudah membaca. Sekian dulu tulisan saya. Wassalam :)

6 komentar:

Ester Christine Natalia mengatakan...

bersyukur aku belom pernah ke jalan jaksa,haha

Alvidha Sastromihardjo mengatakan...

*ester: mending gak usah cyiinn, hahaha :D

Lispa Lui mengatakan...

kok bisa nyasar di jalan jaksa?? berbagai macam bule berseliweran di sana dan wanita2 anehh..
klo malem2 nongkrong di sekitaran TIM apalg pas ada acara, beuhhhh!!! rame.. wkwkwkwk

Putra Harda Pratama mengatakan...

Bosan di Nusantara.... Coba' dehh... Klo soal harga dan kualitas bagusan mana???

#Artinya???Nauzubillah

Alvidha Sastromihardjo mengatakan...

*kak bun: itumi juga kak.. takdir membawa kami ke Jaksa.. hahaha, iya kak lumayan rame di daerah TIM.. banyak cowok :D

*putra: lebih bagus Jaksa kayaknya, cewe2nya lebih hot (astagfirullah!!)

Putra Harda Pratama mengatakan...

AIIHHH.... mudah2an bisa ke Jakarta.. hahaha (ingat umur cyyinnntt)