Senin, 14 Maret 2016

Sunny Sunday with My Papa

Now Playing: Bunga di Tepi Jalan - Sheila On 7 *dengar lagu ini karena kemarin jalan bersama Papa dan beliau menyiulkan lagu itu. Papa saya pintar bersiul, curiga waktu muda kalo ada cewek cakep lewat di pengkolan dia siul-siul gitu suit suit~ zzz.

Kemarin, hari Minggu tanggal 12 Maret 2016 saya mengajak Papa saya untuk hang out (ashek!) sekalian ingin ngetreat beliau makan siang dan nonton film. Kami berangkat dari tempat masing-masing, beliau dari Karawaci - Tangerang dan saya dari Mampang - JakSel. Kami berdua janjian di Ratu Plaza Jakarta karena kita berdua ingin hang out di Senayan City.

Bertemulah saya dan Papa di lobby Ratu Plaza dan berjalan kaki sebentar ke Senayan City (jaraknya cukup dekat) sembari ngobrol ringan bertanya tentang kesibukan masing-masing baik pekerjaan ataupun pribadi alias curhat, tapi yaa saya yang kebanyakan curhat sih dibanding beliau HAHAHA, he always be my best listener walaupun responnya tetap stay cool karena basicnya Papa saya memang cool.

Sampai di Senayan City, Papa saya malah amazed dengan parkiran motor gede yang diparkir di depan Starbucks Senayan City dan "Mbak.. Fotoin Papa disini dong, ini angan-angan gak kesampaian nih hahahaa" (now I know bakat narsis anak-anaknya nurun dari siapa hahaha). Dan dia pun berpose di depan motor dan saya motoin beliau.

Papa dengan perutnya yang agak oversize dan dadanya yang sudah sebaiknya beliau pake miniset 
"Pah.. perutnya tuh.. tahan napas lah biar rata" kata saya sambil cekikikan.
"Ini bukti orang bahagia, Mbak! Yang penting Mama-mu masih sering rinduin" tangkis dia dengan penuh percaya diri. Ngok. Kami berdua pun tertawa.

Perut saya sudah keroncongan, beliau pun juga karena sama-sama belum makan sebelum berangkat. Sesampainya di Takigawa (salah satu resto Japanese Food yang enak dengan harga yang worth it), kami berdua pun memesan makanan. Dia memesan nasi dengan ikan dori crispy dan saya memesan udon, tak lupa memesan sushi untuk ngemil (khanmaen ngemilnya pake sushi brooo).

Sebelum makanan tiba di meja, kami berdua video call-an dulu dengan orang rumah. Yap, ini kerjaan kita berdua ketika bertemu yaitu menghubungi orang rumah dengan fitur video call karena bisa saling bertatap muka dan kangen-kangenan. Yaah nasib keluarga yang lagi LDR-an. Aduh mau nangis *cengeng hu cengeng.

Makanan kita berdua tiba! Tarrraaa!

Ittadakimasu! (Mari Makan in Japanese Language)
Kita makan sambil ngobrol ini itu, mulai dari "kenapa nama ikannya Dori?", kata Papa "Mungkin saudaranya almarhumah Mpok Nori" dan "Atau mungkin karena ikannya suka minta maaf tapi dia cadel Sori jadi Dori". Oke, Papaku memang manusia tergaring di dunia, tapi ntah kenapa garingnya yang bikin dia gemes-gemes minta dicubit.

"Itu udon? Bengkak amat, awas ikutan makin bengkak". Iya, dia juga hobi ngecengin saya tapi cengin gemes-gemes begitu hahahaha. Hampir selama makan saya dicengin oleh dia tapi yah yang namanya juga Papa sendiri biar dicengin bagaimanapun ya saya tetap cinta sama beliau.

Always love him no matter what. Panjang umur ya Papah! Love u.
Bisa dibilang saya dan Papa cukup akrab (karena ada anak yang kurang akrab dengan Papanya). Sering saya menulis tentang beliau di blog ini. Beliau selalu mengajarkan bagaimana cara untuk bahagia mesti tak harus bermewah-mewahan. Beliau sudah 60 tahun berada di dunia ini, jadi sudah banyak asam garam kehidupan yang telah beliau rasakan dan kadang berbagi cerita kepada saya. Papa selalu mengajarkan saya untuk bersyukur atas apa yang telah terjadi.

Sehabis makan, kita berdua pergi nonton di Senayan XXI yang kebetulan cuma sekali kepleset dari Takigawa. Kita berdua menonton film animasi yaitu Kung Fu Panda 3. Masuk di studio, Papaku nyengir-nyengir dan berkata.. "Mbak Vi, ini bapak-bapak yang nonton disini pada bawa anak kecil atau cucunya deh.. cuma Papa aja yang bawa ABG Tua..", saya terdiam alias kesal zzz, dan beliau melanjutkan lagi "Tuh yang seumuran kamu juga udah pada gendong anak" dan kali ini saya pura-pura tak mendengar. Oh Tuhan!

Kami berdua tertawa melihat tingkah laku Po di film itu. Agak spoiler dikit, jadi di filmnya akhirnya Po bertemu dengan ayah kandungnya yang seekor Panda juga (iyalaaah) kan selama ini Po diadopsi oleh unggas. Yah film ini sangat cocok dengan hang out kali ini yang temanya "Sayangilah Bapakmu" Hahahah.

Selesai film, kami berdua pun mengakhiri pertemuan kami. Saya menunggu beliau hingga bus Karawaci-nya tiba. Setelah salim dan cium tangan beliau berpesan "hati-hati ya nak! kalo ada apa-apa telpon" saya cuma mengulurkan jempol tanda oke. Bus beliau pergi dan saya pun jalan menuju halte busway Trans Jakarta.

Tiba-tiba saya teringat pada karakter Hector dalam buku "Hector and The Search For Happiness", Hector bertanya pada dirinya sendiri "What makes people happy?". Dan saya menemukan jawaban saya sendiri. Bahagia itu ketika kita bisa meluangkan waktu untuk bertemu orang yang kita sayangi.

I love you Dad, I love you Mom.

Wassalam :)

Tidak ada komentar: