Rabu, 20 Januari 2016

Talk to Strangers

NowPlaying: Abenk Alter sealbum

It's about one week ago, saya pergi ke Kantor Imigrasi Jakarta Selatan yang lokasinya tidak jauh dari kostan saya.. 10 menit sampai lah (5 menit kalo ga ada macet dan lampu merah). Saya berangkat pukul 04.30 pagi hanya untuk mengambil nomer antrian, saya ulangi sekali HANYA UNTUK MENGAMBIL NOMER ANTRIAN . Satu hal yang saya sukai dari warga Jakarta, mereka selalu bangun pagi dan niat ngantri serta selalu ingin jadi yang terdepan. Clap hands for Jakarta's people! Gile aja lu men ngantri dari jam setengah 5 subuh, saya pun ikutan karena sebelumnya saya datang jam 7 dan kehabisan nomer antrian, makanya saya datang setengah 5 dengan diri yang masih setengah sadar. Itupun setengah lima saya dapat no 9, ini yang no.1 nginap apadaaah??

Oh iya ngapain di Kantor Imigrasi Als? Saya mau ganti kewarganegaraan jadi warga negara Uganda. Gak. Canda. Saya mau urus paspor, kebetulan dari tahun kapan mau ngurus paspor nda pernah jadi, niat doang eksekusi kagak. Dulu di Makassar alasan malas urus paspor karena Kanim disana jauh, sekarang di Jakarta, Kanim dekat masih mau malas urus paspor? Minta digeprek.

Kantor Imigrasi sewajarnya buka jam 7 pagi, tapi saya sudah ngantri dari jam 04.30, alhasil saya pun duduk di tempat antrian saya yaitu di teras Kanim (kesian amat) dengan para pengantri lainnya. Saya main hape sambil mendengarkan radio, di depan saya ada ibu-ibu dan belakang saya ada mas-mas belum terlalu tua yang tingginya kayak tiang bendera masya Allah. Saat saya duduk sambil ngangguk-ngangguk dengerin lagu keras, si mas-mas di belakang yang juga lagi duduk nyolek.

Mas Belakang (MB): Mbaknya ngurus paspor mau kemana?
Me: Oh.. Belum tau mas, mau ngurus aja kali aja dapat rejeki hehehehe
MB: Good then, seenggaknya ada niat Mbak, bikin list aja.. This Earth is so damn beautiful, you have to see it directly!
Me: Oke Mas.. I will.

Ternyata masnya ini seorang fotografer lepas dan sering ke luar negeri untuk motret, dia banyak dapat pengalaman tak ternilai dan bonusnya dapat pacar orang Australia. Wow! Dia ke Kanim untuk mengganti paspornya dari paspor biasa ke e-paspor. Lalu, saya nyandar di tembok berbisik dalam hati "Lu Als? Mau kemana ngurus paspor?"... hmm mungkin ke Uganda.

Jam menunjukkan pukul 8 pagi dan saya sudah duduk di ruang tunggu lantai  kantor Imigrasi menunggu nomer antrian saya dipanggil. Di sebelah saya ada seorang ibu duduk. Dia tersenyum padaku dan bertanya...

Ibu disamping (IS): Mbak mau kemana ngurus paspor?
Me: (dalam hati: wadaw ditanya ini lagi) Hehehehe belum tau Bu, cuma mau ngurus aja mumpung ada waktu kosong
IS: Oh gitu..
Me: Kalo Ibu mau kemana?
IS: Anak saya sekolah di Prancis dapat beasiswa, saya mau kesana jengukin dia, katanya kangen mau makan ayam pop bikinana Ibu hahahaha
Me: Wah asik dong Bu, ke Prancis ntar foto di Eiffel deh hihihi
IS: Iya alhamdulillah, yang penting bisa ketemu anak dulu.. Ibu kangen

And then saya kembali nyandar di kursi. "Als... orang disini ngurus paspor ada tujuannya, cuma lu doang kayanya yang kaga ada tujuan" kata saya dalam hati.

People go somewhere for a reason. Orang ke warteg untuk makan, Orang ke kasur untuk tidur atau cuma sekedar leyeh-leyeh. Orang ke kantor untuk cari duit. Orang ke sekolah untuk belajar dan lainnya. And me? Ngurus paspor untuk apa? Ke luar negeri lah. After that I make a list in my mind about what place that I must visit before God take my soul back.


Many thanks to this strangers for reminded me that people do something for a reason. Everything's happen for a reason. I'm not a zombie that walk for no reason. Ok, Zombie walk looking for brains so they walked for a reason, Als. And I'm sitting here on this Earth for the reason too.

So don't feel that you are useless or stand on Earth without reason because sometimes your presence becomes a reason why somebody's smile. Rite? Cheer up. Ok.

*ciye Alvidha sudah punya paspor! mau kemana?

Ke hatinya..

Thanks for reading pals! Love ya
Wassalam

Tidak ada komentar: