Senin, 12 Januari 2015

ketika senja yang mendung itu tiba

Mendung menghiasi Jl. Teuku Cik Di Tiro sore ini...

Kini saya sedang duduk di depan komputer meja kerja, setelah hampir berapa jam menari dengan pekerjaan. Suara-suara chat di handphone mulai memanggil untuk dibuka, ada kabar, ada pertanyaan, ada pernyataan dan berbagai macam konten chat yang hanya membuatku menghela napas. Sudah bosan dengan rutinitas? Iya. Raga ini ada dimana, dan hati ini ada dimana. Ingin rasanya pulang, tapi sepertinya tak sopan jika baru seminggu bekerja di kantor dan sudah minta izin untuk pulang ke rumah yang jaraknya hanya bisa dilalui dengan kapal laut dan pesawat.

Berbagai macam lagu juga sudah mondar-mandir di telinga ini, mulai dari lagu keras hingga lagu mellow. Mulai dari Lamb Of God hingga Sore menggelar konser di mp3 playerku. Kuketuk-ketuk jari ini di atas meja, berpikir apalagi yang akan kutulis di halaman berwarna putih ini.

Ketika rindu menghujam, kapal logika di kepala ini pun karam, dan saya hanyut dalam kesenduan senja yang mendung ini. Mendung sedang bijak hari ini. Ia jauh lebih lihai membaca rindu dibanding langit yang cerah.

Saya cuma ingin satu.
Pulang ke Makassar.

Wassalam~

2 komentar:

Adityar | Planetyar.com mengatakan...

We miss you too, mbak. I miss your laughter, and the way you run haha... Seriously, stay strong yah di sana. Kamu lebih kuat dari yang kamu kira :)

Hanamilia Alcara mengatakan...

hhhmm...kerinduan yang mendera hanya bisa diobati dengan pertemuan...tapi sepertinya kernduannya masih bsa di tahan?... :)