Sabtu, 09 Mei 2015

Happy May 9th, Dear Meike!

Saat menulis postingan ini, saya ditemani oleh suara dari anak-anak kosan sebelah yang sedang nge-jam dan lagu yang mereka mainkan adalah "Benci Untuk Mencinta" yang dipopulerkan oleh Naif, lengkap sudah ke-ambyar-an malam ini. Hahaha.

Hari ini tepat tanggal 9 Mei 2015, salah satu saudara lain ibu saya bernama Meike berulang tahun, sesuai arti namanya Meike yang adalah lagu yang indah, Meike telah memberi nada-nada yang indah namun nyeleneh dalam hidup saya. Ahahaha. Canda. Yah, tapi memang, Meike adalah salah satu aktor yang cukup berperan dalam drama yang kujalani di dunia ini.

Mungkin bagi pembaca blog ini, sudah ada yang tahu tentang sosok Meike ini yang tak lain dan tak bukan adalah sahabatku yang kukenal saat menginjaki kedua kakiku di kampus merah, yap Unhas Makassar. Saya selalu ingat pertemuanku dengan Meike ini. Kala itu saat mengurus surat apalah itu di Dekan dan saya bertemu dia. First impression "anjir ni anak songong sekali pasti.. judes sekali.." ternyata salah, dia sangat ramah dan ceria serta memiliki senyum yang lebar, gigi yang rapi dan mata yang tertutup ketika tersenyum lebar. Kau bisa membedakan saat dia tersenyum ikhlas dan terpaksa kok! Senyum ikhlas ketika senyum dan matanya berubah menjadi segaris.

Ada banyak drama kehidupan yang sudah saya lalui dengan gadis keturunan Ambon ini. Mulai dari drama percintaan, drama saat saya mulai fokus ke percintaanku dan melupakan dia tapi dia tetap ada buatku, drama dia kehilangan Rambo, drama hubungan kami meregang, drama twitwar, drama apalagi ya dan drama berbaikan. Haahahaha. Shit, dasar manusia elemen tanah kita berdua ini (ya dia Taurus saya Virgo) jadi banyak dramanya.

Meike adalah sosok yang pintar, rajin membaca, visioner, dan religius serta memiliki selera musik yang dahsyat, itulah yang membuatku kagum padanya, tulisan di blognya bagaikan mata kuliah kehidupan bagiku. Pokoknya otak encer deh. Namun, ada satu hal yang tak kusuka darinya adalah keras kepala. Faktor karena dia anak tunggal mungkin, kadang kalo keras kepalanya kumat, saya hanya bisa diam. Tapi, namanya sayang.... Sekeras apapun dia, saya tetap luluh, dan tak akan marah padanya. Meike adalah pendengar ceritaku yang terbaik dan best adviserku sejauh ini.

Apa kabar Meike? Semoga kau selalu dalam lindungan-Nya. Itulah penjabaranku tentang dirimu setelah hampir 6 tahun saya mengenalmu. Hari ini umurmu sudah menyentuh angka 24. Hampir seperempat abad. All best wishes just for you Meike. Jujur, saya kangen. Banget. Kita berada di satu pulau, tapi jarak cukup jauh memisahkan. Kamu di Kota Keraton, saya di Kota Jahanam. Kamu di kota yang warganya legowo, saya di kota yang warganya awut-awutan. Saya rindu makan berdua di A&W sambil ngobrol tentang kehidupan.

Selamat menikmati umur 24-mu, Meike. Tetap gunakan warna cerah. Tetaplah menjadi lagu yang indah, dan kurangi keras kepala. Nih kukasih bonus foto favoritku yang k ambil dari facebookmu. Hahahaha. Miss you so much.

Wassalam

2 komentar:

Nur Rahmah Makmur mengatakan...

Selamat ulang tahun, kak Meike. Karena blognya kak Pyonk menjadi perantara saya mengenal kak Meike, jadi saya ucapannya saya sampaikan di sini juga #padahalbiarsekalian. Sukses buat kak Meike, begitu juga dengan kak Pyonk :)

Meike Lusye Karolus mengatakan...

terima kasih mbak pipi dan nunu..kalian menyemarakkan hidupku....*kiss and hug*