Páginas

Selasa, 05 Mei 2015

A Cup of Hot Chocolate and Gloomy Afternoon

Now Playing: Landon Pigg - Falling In Love At Coffee Shop *this is my favorite song for this week!

Long weekend kemarin (1-3 Mei 2015), saya menghabiskan waktu bersama Papah saya di Karawaci - Tangerang, yah lumayan sih menghabiskan waktu bersama orang tua selama 3 hari, bisa hemat hehehe karena makan tidak perlu ke warteg, memasak sedikit di dapur rumah sret sret sret langsung jadi. Setidaknya menghabiskan waktu 3 hari bisa mengobati kerinduan saya dengan Papa saya setelah tidak bertemu selama sebulan karena kesibukan masing-masing, saya dengan urusan kantor dan beliau dengan urusan proyek yang sedang beliau kerjakan.

 Di rumah pun kita berdua menelpon ke Makassar dengan menggunakan fitur video call, berbicara dengan Mamah, Adek serta Kakak sambil memandang wajah masing-masing, bisa kulihat wajah Mamah saya yang sangat merindukan kami berdua. Yah, suka duka keluarga yang sedang menjalani Long Distance Relationship ya begitu, kita hanya bisa berterima kasih kepada teknologi yang bisa mengobati kerinduan walaupun tak seindah saat bertemu dan berpelukan langsung.

Minggu sore saya pun pulang kembali ke kosan, tak lupa saya selfie-selfie dulu dengan Papah saya (teteeeuuupp).....

With Papa ku yang ganteng yang masih sering ngasih duit jajan :p
Di atas motor saat dia mengantarku ke halte Bus yang akan membawaku kembali ke Jakarta, saya ngobrol dengan Papah...

*Papah: Kamu kapan pulang ke Makassar? Papah nanti pulang pas hari lebaran ya, soalnya Papah mau sungkeman dulu sama Mbah (ibunya Papah)
#Me: Iya, saya pulang H-2 lebaran, Pah.. yah jadi Papah ga solat ied bareng kita dong?
*Papah: Yah, namanya juga anak kan mau sungkem ama Ibu dulu.. kamu juga pulang kan mau sungkem sama Mamah, ya Papah juga gitu sungkem Ibu dulu baru balik.. Oke!
#Me: Oke deh cuyyy~
*Papah: Gih pulang kamu.. enak aja setahun kagak pulang-pulang.. 
#Me: Iyee.. iyee, ini besok ngantor mau buka website tiket kok langsung booking
*Papah: Banyak duit niye... Cariin Papa sekalian ye..
#Me: Okebossss

Entahlah saya merasa percakapan di atas tidak seperti percakapan Ayah Anak sewajarnya, malah jadinya seperti percakapan dua orang yang lagi mangkal di portal untuk siskamling. Hahahaa. Yes, that's why i love my Papah, gaul binggo!

Setelah duduk di bus dan menikmati 45 menit perjalanan menuju Jakarta, saya memandangi langit melalui jendela bus, yah seandainya ada sutradara, bisa lah adegan ini dibikinin video klip untuk lagu Malaikat Juga Tahu, sambil nyandar di jendela bus sambil menatap langit Jakarta yang lagi sendu-sendu gitu. Ngokk!

Saya pun sampai di Jakarta, dan melanjutkan perjalanan ke kosan dengan menaiki Metro Mini. Setelah sampai di Mampang Prapatan, saya singgah dulu ke supermarket untuk membeli beberapa kebutuhan anak kosan, maklum ye awal bulan, duit lagi meriah asoooy dan ada beberapa kebutuhan yang sudah habis seperti sabun, sampo, cemilan, cinta juga.. yah seandainya cinta dijual di supermarket, ta' borong kali.. hahaha canda.

Setelah berbayar ini itu saya pun mendorong trolley ke gerbang dan WUZZZZ, angin kencang serta hujan menyambut saya, oke saya gagal pulang ke kosan, padahal saya sudah mendambakan kasur serta bantal di kosan yang menyambutku untuk tidur siang (yes men, tidur siang adalah momen yang langka bagi karyawan seperti saya).

Menengok kiri kanan, oke ada gerai donat di sebelah kiri, saya pun mendorong trolley ke arah gerai donat tersebut, memesan hot chocolate, duduk cantik melihat gadget dan menatap ke arah jendela, hujan masih cantik-cantiknya.

Alvidha, Hujan dan Segelas Cokelat Panas. Sendu yah... 
Saya melihat di depan ada sepasang muda-mudi yang sepertinya sedang dimabuk asmara, karena saling tatap menatap dan tak mau lepas, oke.. balik kanan ada sekeluarga yang juga sedang menikmati kopi dan donat sambil ketawa-ketiwi tak peduli petir sedang disko-disko di atas langit, dan saya menatap ke sebelah kiri ada kaca serta pantulan bayangan seorang perempuan berumur 23 tahun duduk memegang segelas cokelat, memakai jilbab dengan lipstick yang mulai pudar, oke itu saya.

Pikiran mulai mengakar kemana-mana, salah satu pikiran yang paling saya ingat adalah "Gile lu.. setahun lebih kagak pulang, kacau!", Yah, itu benar sudah setahun saya tidak pulang hehehe. Kangen rumah? Pasti.

Sudah banyak orang yang menyuruhku untuk pulang, menyuruhku untuk mencari kerja di Makassar, tapi entah mengapa hati ini selalu menolak. Bukankah mengikuti kata hati itu perlu? Apa yah, banyak pelajaran yang bisa kuambil dari merantau ini, pemirsa. Salah satunya menjadi pribadi yang mandiri.

Saya selalu ingat di Makassar, kemana-mana selalu diantar-jemput entah oleh siapapun yang saya kenal, mulai dari orang tua, pacar (duluuu), sahabat, abang bentor, pokoknya transportasi aman dan terkendali. Sedangkan disini? Ku berada di lingkungan yang asing, tak kenal siapa-siapa, kalaupun ada yah kurang akrab sih. Jadi, saya harus menggunakan public transportation yaitu Trans Jakarta, kopaja, metromini, dll,

Sebagai perempuan yang dulu doyan diantar jemput, naik kendaraan umum adalah hal yang hmm cukup ekstrem, yah.. public transportation di ibukota beda dengan di Makassar, di sana ada yang namanya pete-pete. Kita tinggal masuk dan duduk, kalau sudah full yah kita skip saja menunggu pete-pete yang lain. Disini?? Asli desak-desakan, tak dapat tempat duduk? Yowes berdiri, daripada terlambat??

Salah satu momen paling ekstrim yang pernah saya rasakan di jalan raya ibukota adalah saat saya menaiki kopaja ke arah Manggarai dan kopajanya lagi kurang, dan muncullah kopaja tersebut tapi sangat full, dan terpaksa saya harus berdiri di pintu, memegang pintu dan saya berasa seperti sedang surfing di jalan raya ibukota. Oh My God, seandainya Mamahku melihat keadaanku dengan transportasi sini mungkin Mamahku akan memohon padaku "Nak, pulang saja lah Nak! Biar Mama antar jemput naik mobil daripada kamu harus menderita", nyaman bukan? Tapi saya lebih menikmati ini. Berdesak-desakan dengan warga Jakarta yang lain untuk berangkat ke kantor adalah salah satu kenangan terindah yang nanti akan kuceritakan kepada penerusku. Aamiin.

Yah, itulah suka duka ketika kita keluar dari comfort zone kita. Ada banyak sesuatu yang berbeda yang muncul di kehidupan kita. Lingkungan baru, orang-orang baru dan cerita baru.

Hujan di luar sudah mulai reda, coklat panas yang kupesan juga sudah mulai dingin dan hampir habis. Pasangan yang tadi duduk di depanku masih saja bermesraan dan keluarga ceria nan bahagia yang duduk di sampingku masih saja bercengkerama. Saya pun bergegas untuk pulang. Ada cerita baru yang akan bertemu denganku yang pasti akan lebih seru dari ini.

Dear Ibu, Adek dan Kakak.. Insha Allah bulan Juli saya pulang kok.. Saya sudah beli tiket, hehehe. Wassalam

Jumat, 24 April 2015

When I Will Come Back?

Now Playing: Tom and Jerry Music Orchestra Saya selalu senang mendengar backsound di seluruh seri Tom and Jerry, dan alhamdulillah saya menemukan salah satu channel di youtube yang mengupload seluruh backsound yang ada di seri Tom and Jerry. Hehehe.

Kemarin salah satu penghuni kamar di Kosan Jambu sudah pergi meninggalkan kami, kembali ke kampung halamannya di Bau-Bau, Sulawesi Tenggara. Namanya Kak Lilis, tapi kupanggil dengan sebutan Kak Madam. Kak Madam adalah seniorku dulu di Komunikasi Unhas, angkatan 2006.

Kak Noe (Kosmik 06), Kak Madam (Kosmik 06) dan Saya (Kosmik 2015 *preet)
Foto ini diambil setelah kelulusan Kak Madam untuk Pasca Sarjana di Univ. Mercu Buana
Saya sekosan dengan mereka, sebenarnya masih ada Kak Bilkis (06) dan Kak Tira (07) yang juga anggota Kosmik Unhas dan sekosan dengan saya, tapi mereka tidak mengikuti acara ini karena sedang ada acara lain juga, yasudahlah saya dan Kak Noe pun menemani Kak Madam untuk wisuda karena orang tua Kak Madam tidak dapat hadir, jadi anggap saja saya dan Kak Noe ini tante dari Bau-Bau, hahahaha.

Sungguh hati ini rasanya sedih saat mengetahui Kak Madam akan kembali ke kampung halamannya, saya seperti kehilangan. Pernah di suatu malam saya bertanya kepada Kak Madam.

Me: Kak, kenapakah harus pindah? Kenapa nda lanjut kerja disini saja? (dengan nada merengek)
Kak Madam: Saya sudah lama merantau, dik Pyonk! Semenjak lulus SD saya sudah jauh dari orang tua, di Bau-bau kalau lagi liburan saja. Belum lagi adek-adekku kuliah di luar Bau-Bau semua.

Saya pun terdiam, mungkin itulah pilihan Kak Madam untuk kembali pulang ke Bau-Bau setelah bertahun-tahun merantau, tapi jujur hati saya sangatlah sedih karena tidak ada lagi sosok yang menggemaskan di kamar sebelahku yang bahunya selalu kusandari ketika mengantuk, tidak ada lagi sosok yang kuketuk kamarnya ketika pulang kantor sembari bertanya "Kak Madam.. sudahki makan? Kak Madam ayo beli jus? Kak Madam.. anu ini anu itu.. Kak Madam pinjam dulu anu ini anu itu". Yah, Kak Madam adalah sosok kakak perempuan yang selama ini kucari.

Kosan Jambu kekurangan satu orang. Yang tiap makan pagi, siang atau malam di kala weekend pasti selalu ngumpul di kamar Kak Madam. Tadi pagi kupandangi kamar nomer 02 yang tertutup rapat dan menghela napas "ah.. Kak Madam sudah pergi hari ini ke Bau-Bau".

Lalu, kemarin saat beres-beres barangnya Kak Madam, saya pun bertanya ke Kak Noe "Kakak Noe? Mau kembali juga ke Ambon?", dan Kak Noe pun menjawab "Mungkin dek! Saya juga nda tau, tapi pasti akan kembali ke Ambon". Saya hanya bisa terdiam dan mengangguk.

Seketika pertanyaan timbul di dalam benak "Alvidha? Akankah kau kembali ke rumahmu? Menghentikan perantauanmu di ibukota ini? Dan kembali mencari rezeki di tempat rumahmu berada?"

Saya berpikir bagaimana menjawab pertanyaan yang kubuat sendiri ini. Entahlah, saya belum menemukan jawabannya. Saya belum ada niat untuk kembali ke Makassar. I never know where the future will bring me. Setidaknya saya sedang dalam proses untuk menjadi seseorang yang akan membanggakan orang sekitar. Aaamin.

Untuk Kak Madam.. Sukses selalu kak, saya Alvidha dari Kamar no 01 - yang belakangan ini kamarnya agak ribut karena suara musik zumba dan hentakan kaki saya yang hampir menyebabkan gempa kecil - mengucapkan semoga kakak selalu sehat di Bau-Bau, salam untuk keluarga. Insha Allah jika kakak menemukan jodoh, entah Si Jamal atau siapalah calon pendampingmu, saya akan berkunjung ke Bau-Bau. aamiin ya Rabb. Tenang kak, Si Gondrong di kamar bawah akan kujaga. Terima kasih atas semuanya. Miss you already Kak Madam. I Love you.

Terima kasih sudah membaca, jujur saya menulis ini dengan mata yang berkaca-kaca. Saya akan selalu kangen dengan suara Jason De Rulo yang terputar dari kamarmu, Kak Madam.

Wassalam :)

Senin, 20 April 2015

i am not into dress, i love them

One of my friend always asked me "Lu kok gua liat kaga pernah pake dress kalo kondangan?", setelah saya pikir 1000x yah memang benar, jika pergi kondangan saya tidak pernah menggunakan dress macam Princess Disney. Hahahaha. Saya kurang nyaman. Saya lebih suka memakai stelan atasan dan bawahan yang hmmm "Indonesia banget!" kalo Mamaku bilang.

ini pergi kondangan jaman kuliahan
with Papa di kondangan keluarga
pas wisudaan Kak Lilis di Universitas Mercu Buana
Sebenarnya masih banyak foto, cuma di laptop dan cuma foto ini yang saya save di komputer kantor. Hehehe. Banyak pro kontra tentang kebiasaan saya menggunakan baju seperti ini di acara resmi. Ada yang bilang saya terlihat cute dan ada juga berpendapat "kamu terlihat lebih tua dari umurmu" Saya cuma bisa tertawa, but this is my choice, wearing rok ikat tenun, batik, songket, sutra dll is my favorite outfit for ceremony.

Saya selalu terkesima dengan corak, motif, gambar yang tertuang di atas kain, dan saya sangat bangga apabila memakainya. Ada yang mengatakan saya kampungan, tapi bagiku "ini classy!" (oke narsis sedikit boleh kan?) Mungkin darah stay classy and turn into traditional way ini diturunkan oleh Papah saya. Saya jarang melihat Papah saya menggunakan suite and tie jika pergi ke acara resmi (mungkin pernah tapi sangat jarang sekali), saya selalu melihat Papah saya menggunakan batik dan saya pernah bertanya "Kok ga pernah pake jas dasi gitu pa?", Papa dengan santainya menjawab "Enakan batik, adem.. Asal jangan batik made in china loh.. Batik asli Indonesia lah.. adem, classy dan motifnya langka". Yap, Papah saya memang agak lebay untuk urusan batik, mungkin karena dia Jawa asli jadi dia mengerti dengan urusan perbatikan.

Buah memang jatuh tak jatuh dari pohonnya, saya merasa bahwa beberapa attitude Papah menurun ke saya. And last but not least, yah this is me.. I wear what i like and i feel comfort with them. Bukannya saya membenci dress, but i am not into them.. My heart is already falling in love with this way. Hehehe. Oke, thanks for reading. Dan kalian sendiri? Lebih suka memakai apa untuk acara resmi?

Wassalam

Selasa, 17 Maret 2015

Morning Call

Nowplaying: Fly by Monkey Majik

Pagi ini seseorang yang kucintai menelponku, yah Papahku. Siapa lagi?

Papa: Halo Assalamualaikum nak! Sudah solat subuh kamu?
Me: Walaikumsalam. Ya sudah, ini mau mandi
Papa: Mama bilang kamu putus sama pacarmu ya? kamu ada masalah ga ngomong
Me: Ya gitu deeeh.. glek glek glek *sambil minum air putih
Papa: Kok bisa? Perasaan kemarin santai aja...

*kemudian cerita panjang kali lebar sampe lupa kalau mau mandi pagi, padahal di kantor sebentar mau ketemu orang bank.

Papa: Oh yasudah.. mungkin kamu butuh istirahat. Maksudnya jangan bolos kantor. Kamu istirahat aja refreshing.
Me: Oke Pa sipp.. slow lah.. it will glow
Papa: Mandi.. Papa juga mau kerja.

Memang benar. Sudah seharusnya saya istirahat. Saya mau pulang.
Makassar tunggu aku.. aku mau istirahat dalam pelukanmu..

Wassalam.

Kamis, 12 Maret 2015

I am sorry

I'm not a perfect person.. 
There's many things I wish I didn't do.. 
But I continue learning.. 
I never meant to do those things to you..

(The Reason-Hoobastank)

Jumat, 06 Maret 2015

Happy Birthday Zalora!!

Now Playing: Happy Birthday by Katy Perri

Now i just wanna post about happy story from my favorite online shop web, hehehe.. Biasalah cewek demen liat yang seger-seger (baca: cute stuff wkwkw), apalagi kalo lagi bete di kantor, iseng buka new tab terus buka zalora deh huahaaha langsung segerr!! So, i just wanna say HAPPY BIRTHDAY TO ZALORA!! I wish a happy good year for my favorite online shop. All best wishes just for Zalora! 

And on this happy day, Zalora will give you more more discount waaww.. asik asik, belanja belanja~





Hi,Thank you for the support these 3 years and partnership with Zalora Indonesia!
I just want to let you know that we are celebrating our 3rd anniversary and we invite you to celebrate with us by share an excitement with give you a voucher code for 20% discount so you can enjoy a celebration with us!

Oke, then... Happy Beautiful Birthday for Zalora Indonesia.