Sabtu, 26 Januari 2019

Menjadi Seorang Ibu Baru

Suatu hari saya bertemu dengan seorang teman dan.....

"gileeee Alvidha preman sekarang sudah jadi mamak-mamak" 

Yassh, banyak sekali teman-teman yang tidak menyangka bahwa saya yang slengean serta cuek ini menjadi seorang Ibu. Tapi namanya juga idup ya.. penuh misteri gak tau tiba-tiba jodoh nongol, terus nikah, terus dikasih rejeki anak dan yap saya sudah menjadi seorang Ibu selama 6 bulan, alhamdulillah!

Bagaimana perasaanmu sekarang Alvidha? Campur-campur. Sekarang Puan sudah menginjak usia 6 bulan lebih ntah berapa minggu *tuh kan lebih berapa hari saja saya cuek tidak hitung, saya mah hitungnya bulanan wkwkw, Mama'ku tuh hapal jago beut nyebut umur anak yang versi harian. Puan sudah memasuki masa awal makan serta berperilaku yang aktif, lincah dan galak (iya kalo dicuekin langsung mencak-mencak ampun saya, ya Lord). Yang pasti saya senang melihat anak saya makan dengan lahap, mulai ngoceh menyebut papapapa (kesel yang urus rajinan eke, yang disebut duluan malah Papa'nya) dan sekarang sudah mulai fase merangkak.




Tapi saya juga tidak mau berbohong bahwa adakalanya rasa jenuh itu muncul. Kadang saya menangis sesegukan di rumah ketika saya sedang capek mengurus anak, belum lagi merasa kesepian apalagi kalo melihat postingan teman-teman yang sedang bekerja di kantor membuat saya sedikit sesak yes.. I was in that moment, become a super duper workaholic person then tararaatt tiba-tiba jadi orang yang tinggal di rumah rasanya kadang pengen meledak! (yap sindrom post power). Tapi sekarang saya udah apply ke beberapa tempat sih, semoga tahun ini ada rejeki sehingga bisa bekerja lagi, yes don't judge me yaa.. karena working is my passion :)

Sekarang anak sudah menjadi prioritas. Salah satunya kini promo minyak kutus-kutus lebih membuat menarik hati daripada end year sale jilbab ria miranda andalanqu (HAHAHA), kalo beli apa-apa yang diingat anak terus "eh lucu nih buat Puan", "Hm.. ga usah beli cemilan cheetos deh, beli alpukat aja buat Puan" dan masih banyak pembelokan-pembelokan yang menuju ke "Untuk Puan aja dehh!". Yes now my daughter become a center of my universe *untung suami kecintaan my luphly rela untuk sementara dinomerduain karena dia juga sayang sayang cinta sama Puan. Ya we both really really love our daughter dan berusaha keras untuk membahagiakan dia.

Menjadi seorang Ibu menurutku yang penting kewarasan diri perlu dijaga. Tak perlu keras terhadap diri sendiri kalo semua harus serba perfect harus ngemong bersama bayi 24 jam. Menurutku kita juga harus tau kalo badan kita sudah lelah dan butuh refresh serta restart. Sesekali saya menitipkan anak saya ke daycare (yang bisa nitip sehari doang) dekat rumah dan pergi bertemu dengan teman atau hanya jalan dan nonton sendiriandi mall dekat rumah (ini udah ijin suami yaa dan hamdalah suami pengertiaaaannn banget serta concern dengan kewarasan istrinya, yes karena kalo ga waras dia yang jadi korban soalnya hahaha) dan setelah segar saya menjemput anak saya di daycare dan kangen-kangenan lagi sama dia.

Karena kalo kewarasan terjaga, kita bisa bahagia. Ibu bahagia, anak bahagia. Kalo kita ga sayang sama diri sendiri, bagaimana kita bisa menyayangi anak kita?

Perjalanan masih panjang, semoga saya, Puan dan papanya diberi umur panjang agar bisa menjalani hari di dunia lebih lama agar bisa saling sayang dan menjaga, aamiin ya Rabb!

Sekian tulisan singkat saya hari ini, semoga kita selalu bahagia! Cheers ~

Wassalam

Selasa, 25 September 2018

Mengunjungi Masa Lalu

Di suatu Jumat siang sembari menunggu abang gojek, saya menghela napas sedikit dan "hufh kembali lagi kesana", yap yang dimaksud kesana ada mengunjungi kampus yang 9 tahun lalu menjadi tempat pulang dan pergi selama hampir 4 tahun. Tidak hanya pulang pergi untuk hal akademik, tapi juga urusan hati. Oke baik, skip. Kunjungan ke kampus saat itu adalah untuk mengambil surat akreditasi jurusan yang ntah akan saya gunakan buat apa, yah cuma ingin mengoleksi saja hahaha. Saya tidak sendiri, di kampus saya akan bertemu dengan rekan-rekan sesama kuliah dulu, yap reuni mini. 

Perasaan saat melewati pintu 1 Unhas terasa dagdigser *etdah lebay, serasa masuk lorong waktu. 

perasaan yang selalu sama ketika memasuki Unhas, iya adem... banyak pohon

Terakhir mengunjungi kampus kalo tidak salah 2013 akhir, karena di 2014 saya sudah di Jakarta dan kalaupun mudik saya tidak pernah ke kampus karena mau ngapain?? Hahaha. Di tahun 2016 saya malah ke ex-kampus suami saya di IPB.. suasananya kurang lebih sama dengan Unhas tapi disana lebih dingin dan banyak pohonnya. 

Hampir 4 tahun menjalani studi di Unhas (2009-2013) pasti akan banyak kejadian lama yang muncul kembali di ingatan. Dari awal menjalani masa studi yaitu pengenalan almamater, belajar dalam kelas dengan berbagai karakter dosen, jatuh cinta dan patah hati dengan banyak lawan jenis (ea ea), makan di kantin gerombolan bersama teman yang hobinya ketawa, mengejar nilai akademik, drama-drama organisasi dan banyak lagi drama lainnya.

Ada banyak perubahan ketika kemarin menginjak kampus salah satunya Fakultas Teknik sudah dipindahkan ke Kab. Gowa it means sudah tidak ada lagi tawuran Teknik vs Sospol atau Teknik vs Fakultas lain yang merupakan kegiatan tahunan hahahaha. Tapi dengan berpindahnya fakultas Teknik, saya merasakan kampus menjadi sepi khususnya wilayah Rektorat dan Perpustakaan. Inilah mungkin yang disebut benci tapi rindu wakakakak. Berhubung saya ke kampusnya hari Jumat, jadi memang berasa sepinya. Gatau ya kenapaaa itu Unhas tiap Jumat kalo sudah kelar soljum yowes sepi wassalam bye. 

Saya pun bertemu dengan teman-teman angkatan saya. Ada Kina, Tyar, Titah, Uni, Dayan, Ciko, Igar dan Inna. Walaupun tidak sampai setengah dari jumlah teman angkatan kami, tapi ramenya sangat berasa. Seperti biasa kalo ketemu kalo bukan membahas masa lalu ya.. gosip, semua makhluk masuk dalam list gosip kami hahahaha. 

lepas kangen

Past is the nice place to visit, but not to stay

Kalo hatimu sedang mumet, cobalah kembali mengunjungi masa lalu, bertemu teman-teman kuliah dan ngobrol masa lalu. Insya Allah bisa fresh kembali.

Wassalam :)



Senin, 20 Agustus 2018

Selamat Datang, Puan Arimbi Wijaya!

Assalamualaikum.

Puji syukur saya panjatkan kepada Allah SWT karena telah menghadirkan Puan Arimbi Wijaya ke kehidupan saya dan Aa' (etdah macem sambutan lomba 17-an). Saya akan mencatat tanggal 09 Juli 2018 sebagai hari terpenting dan paling bersejarah dalam hidup, kedua setelah pernikahan tentunya, karena kalo gak ada pernikahan ya nda ada juga ini lahiran hihihi.



Puan Arimbi Wijaya

Sebuah nama yang sekarang mengalihkan duniaku (setelah Nicholas Saputra pastinya). Kehadirannya menjungkirbalikkan kehidupan saya sekarang, yang tadinya anteng kini menjadi bergelombang seperti atap seng rumah (kenapa mesti atap seng coba?). Puan Arimbi Wijaya, nama Puan adalah nama kesukaan Papanya, Arimbi pemberian Mamanya dan Wijaya adalah nama fam Papanya. Artinya bunga yang indah, cantik dan unggul. Nama yang hadir setelah Mamanya sibuk download aplikasi nama bayi dan menggalau 7 hari 7 malam untuk mencari nama tengah dan terpilihlah Arimbi.

Semua dimulai pada tanggal 06 Juli 2018, saya santai aja ke dokter bersama Mama untuk mengecek kehamilan. Berhubung saya memang sudah ada rencana c-section jadi saya ingin mengabarkan kepada dokter bahwa saya ingin lahiran di tanggal 12 Juli (memilih tanggal ini karena samaan dengan ulang tahun almarhum bapak mertua). Tapi pas kelar USG, dokter saya santai aja dong "Besok juga udah bisa ini, lagian tanggal 12 saya ga ada di Makassar, kalo mau Senin aja gimana tanggal 9?" (lah ini mau lahiran tapi tawar menawar hahaha kocyakk) dan berhubung Mama ada disitu dan udah pengen sekali nimang cucu, dia iyain dong (padahal saya belum nanya suami hahaha) "Iyaaa Senin aja Mbaaak", yaudah lah saya iyain aja permintaan 2 orang ini.. lagian tanggal 9 juga bagus, sama seperti tanggal ulang tahun saya walaupun beda bulan, toh kalo mau hitung-hitungan cakep nih.. saya tanggal 9, anak tanggal 9, terus 9+9=18, NAH.. 18 itu tanggal ultah Papanya.. COCOKLOGI SEKALEEEE PEMIRSAAA~ Kita bertiga memang sudah ditakdirkan bersama dari segi dunia matematika :p

Kemudian saya mengabarkan  Aa' yang lagi dinas di kebun dan dia okein untuk lahiran tanggal 9, lalu mengabarkan seluruh anggota keluarga saya dan Aa' serta meminta doa restu agar semua proses persalinan dilancarkan. Tanggal 07 Juli, Aa' sudah ada di Makassar nemenin saya di rumah, makan eskrim, mijitin, ngasih petuah kalo everything will be oke (maklum eke anaknya panikan parah bo) dan menikmati detik-detik kita yang akan menjadi orang tua. 

Malam sebelum lahiran, saya sudah masuk ke rumah sakit. Dari semenjak pindah sementara ke Makassar, saya memilih RSIA Ananda di Jalan Andi Jemma (dulu Jalan Landak) untuk kontrol kehamilan dan lahiran karena rekomendasi dari beberapa kerabat yang pernah melahirkan disini dan juga RS ini menerima BPJS alhamdulilah. Sebelum masuk kamar rawat inap, dicek dulu di IGD. Saya dicek segala macamnya mulai dari darah, bayi dalam perut, alergi obat dan segala macamnya dan tak lupa mengurus administrasi, nyerahin dokumen menggunakan BPJS dan alhamdulillah lolos hahaha. Oiya untuk kamar, saya upgrade dari kelas 1 ke VIP dan nambah bayarnya ga banyak.

Senin, 09 Juli 2018, sekitar jam 7 pagi lewat dikit saya sudah dijemput oleh suster menuju ruangan pemulihan untuk menunggu giliran. Saya baring di tempat tidur dan kiri kanan saya juga ada pasien yang baru mau dioperasi dan habis dioperasi. Ada yang c-section, ada juga yang operasi kuret. Saya tak bisa lepas dari doa, mulut tak berhenti komat-kamit, dan dari jendela samar-samar keliatan wujud dokter obgyn saya. ALAMAK! Makin komat-kamitlah saya, segala macam doa even doa makan disebut juga. Lalu saya dijemput suster menuju ruang operasi, selo aja gitu jalan kaki ke ruangan.

Masuk ke ruangan, saya melihat jejeran pisau operasi haduh pasrah aja saya yaa~ Baju dilepas dan hadirlah dokter anastesi yang akan membius saya. FYI, dokter anastesinya galak karena pas disuntik saya berkuat kagak lemas (iyalah tegang hahaha) si doi ngomong dengan nada kencang "Bu.. kalo ga lemas ga bisa saya suntik ini.. ini udah 2 kali gagal lho, ibu mau dioperasi dan berasa", lalu saya diem aja iyain dan suster pun nyuruh saya duduk, lemesin badan dan sreeettt disuntiklah.. kelar itu saya seperti terbang aja, biusnya stengah badan jadi badan bagian atas masih "hidup".

Operasi dimulai, saya merasa dingin. Tangan dipegangin suster, kepengen tidur tapi gak bisa. Nih para dokter sambil operasi mereka ngomongin piala dunia. Saya juga mendengar suara gunting pisau apalah itu bodo amat saya gak mau membayangkan. Sekitar 20 menitan tiba-tiba muncul suara "Eyaaaaaakkkkk". Dan si dokter laporin "Ibu anaknya sudah lahir yaaaaa, perempuan sama kaya waktu USG" terus saya diliatin dah tu si bayi, walaupun kaga jelas. Lalu beberapa menit kemudian si dokter melaporkan kalo miom saya juga sudah diangkat juga ada 2 biji (udah pergi aja kalian huhuhu jangan kembali lagi yaa aamiin, tapi makasih sudah nemenin bayi di perut). Puan Arimbi Wijaya lahir sehat walafiat dengan berat 2,8 kg dan panjang 48cm. 

Setelah berterimakasih kepada Allah SWT di awal postingan, sekarang saya mau berterimakasih kepada suami saya tercinta. Tidak habis rasa terima kasih saya kepada beliau karena sudah menjadi suami yang selalu sabar menghadapi segala tantrum istrinya (hahahaha) walaupun kita berdua sedang long distance, walaupun aslinya nih orang kaya batu sungai, but I give him +10000000 for his kindness, loyalty, responsibility dan semuanya lah. I love you :)

Lalu saya berterimakasih kepada seluruh anggota keluarga saya dan keluarga Aa' atas doa dan dukungan demi kelancaran proses bersalin (khususnya Mama yang sampai detik ini jagain Puan di rumah yang katanya ga bisa bayangin kalo Puan udah kembali ke Bekasi pasti kesepian sekali di rumah huhuhu), dan saya juga berterima kasih kepada seluruh kru rumah sakit tempat saya lahiran yaitu RSIA Ananda mulai dari dokter, suster, administrasi dll (thankyou dr.Fadly, dokter obgyn saya.. thankyou Andi Eqy udah bantuin di administrasi).

Sekarang saya sedang menikmati masa-masa menjadi Ibu dan juga berusaha menjaga kondisi badan agar jaitan operasi cepat pulih. Menikmati begadang, pumping ASI, hadapin Puan, ganti popok, ngasih mimi cucu, mantau kesehatan dia, mantau berat badan, pergi vaksin, dll. Wish me luck ya! Semoga Puan Arimbi Wijaya selalu sehat aamiin ya Allah. 

Semangat untuk para Ibu yang sedang menanti proses melahirkan dan semangat juga buat para Ibu yang ada di dunia ini. Bagaimanapun proses lahirannya, seorang Ibu adalah pejuang dan terbaik untuk anaknya. Semoga kita selalu sehat dan selalu berada dalam lindungan-Nya.

Untuk Puan,
Mama dan Papa akan selalu menyayangimu dan berusaha menjadi orang tua yang bisa memenuhi segala kebutuhanmu. Semangat!! Sehat selalu ya Puan my love my sunshine, we love you very much!

Terima kasih sudah meluangkan waktunya untuk membaca postingan yang penuh kebahagiaan saya ini, mohon maaf jika saya jarang posting di blog tapi akan diusahakan untuk lebih rajin lagi. Semangat!!

Wassalam :)

Selasa, 05 Juni 2018

New Chapter Of Life: Hamil

Usia kehamilan saat ini: 34 minggu, alhamdulillah
photo taken by: Titah 

Assalamualaikum, hai!

Ini ngabsen ngeblog ada berapa bulan ya? Hahaha, maaf kalo saya jarang banget ngeblog karena banyak sekali kesibukan yang saya kerjakan di hari-hari yang lalu. Yes berhubung sekarang sudah tidak bekerja dan sedang stay leyeh-leyeh asoy di rumah Makassar makanya bisa menyempatkan diri untuk ngeblog dan share ini itu lagi.

AWAL KEHAMILAN

Saya dinyatakan hamil oleh dokter ketika masuk bulan November 2017. Saat itu saya sedang menunggu jadwal menstruasi yang biasanya muncul di awal bulan, tapi ngecek aplikasi kalender udah telat 5 hari. Saya ceritakan ke suami, beliau nyaranin telat 7 hari aja baru beli test pack. Saya ingat sekali hari Sabtu (lupa tanggal berapa hahaha) saya meminta tolong Abang Go-Mart untuk membelikan testpack karena kita berdua mager keluar ditambah badan saya udah ngilu-ngilu gak enak kayak gejala PMS. Testpack datang, saya pipis, ngetes dan yaah ada 2 garis samar-samar, terus saya masih kurang percaya tapi nanya sana-sini katanya sudah hamil, oke baik.

Sorenya sebelum ke dokter kandungan di RSIA Budhi Jaya, saya membeli testpack buat test lagi di toilet rumah sakit dan 2 garisnya semakin jelas terpampang nyata. Saat konsultasi bersama dokter, beliau ngitang-ngitung kapan terakhir saya haid segala macam ternyata yaaa~ saya dinyatakan sudah hamil 5 minggu. Alhamdulillah. Tapi kelar dari RS saya bertanya-tanya pada diri saya sendiri "Kok bisa hamil ya?" Hahaha, ya emang bisa sih secara sudah ada partner bikinnya :p

Awal menikah saya memang agak ngebet punya anak hehehe ditambah udah ditanya-tanyain sama orang tua dan beberapa orang, sempat pusing juga dan nanya-nanya ke diri sendiri "Kok saya belum hamil? Kok ada ya yang sebulan nikah langsung isi? Kok saya ngga?" dan segala pertanyaan kecemasan yang menghampiri. Di awal 3 bulan pernikahan saya mikirin banget hal itu sampai udah di titik yaudahlayaaaaa kalo sudah rejekinya insya Allah akan hadir juga buah hati dan saya pun fokus bekerja, mengurus hal lain dan sudah tidak pusing lagi dengan isi-isian.

Lalu, saya dinyatakan hamil pas saya sedang sibuk-sibuknya hahahaha. September dan Oktober 2017 adalah bulan sibuk di kantor saya kemarin (sekarang sudah resign lagi haha), karena di bulan itu banyak sekali event yang digelar belum lagi saya sempat keluar kota ke Solo dan Jogja urusin event tata kelola internet dan sebagainya membuat saya tidak mikirin lagi masalah punya momongan. Tapi Allah punya rencana lain, di saat saya sudah gak mikirin malah dikasih rejeki buah hati oleh Dia, alhamdulillah.

TRIMESTER PERTAMA

Jangan bayangkan trimester pertama bisa saya lalui dengan mudah, malahan tidak sama sekali. Mantap jiwa. Saya disibukkan oleh adegan muntah dan mual parah. Seumur-umur baru pada saat ini saya TIDAK NAFSU SEKALI DENGAN YANG NAMANYA MAKAN, hahaha padahal elu elu semua pada tau kan yaaa hobi saya makan.. life for eat and eat for life.. tapi ketika hamil semua itu musnah. Kadang saya stress sendiri ketika saya sudah ngunyah 3-4 sendok nasi tapi harus lari ke toilet untuk jackpot mantep sampai keringat dingin, bahkan pernah nangis di pelukan suami.. nangis karena takut si bayi gak makan di dalam perut. Puncak kelemahan terjadi di Desember 2017 dimana saya membawa diri ke IGD (dibantu temanku Si Dicil, karena suami lagi dinas) dan minta diopname aja karena sudah lemas, dehidrasi dan drop banget.

Di trimester ini saya juga sudah mulai lemah untuk ngantor, kadang ga masuk jadi harus remote aja dari rumah. Alhamdulillah ibu-ibu di kantor saya kemarin pada pengertian. Saya selalu ketawa kalo mengingat momen kemarin seperti keluar rumah kudu bawa kantorg plastik karena saya bisa muntah dimana saja (pernah muntah di taxi lah, halte busway lah, di atas motor gojek lah hikss). Ada beberapa makanan yang saya anti banget seperti ayam bakar, sate, yang santan-santan pokoknya yang spicy spicy untuk sementara saya sudahi dulu hubunganku dengan mereka. Saya malah pengennya makan yang hambar-hambar seperti sop ayam, tempe bacem, nasi, ikan tongkol (itupun yang ga dicabein) dan favorit saya adalah jus buah naga dan buah mangga (yang tidak pakai susu, karena susu memicu kemualan abadi saya).

TRIMESTER KEDUA

Bulan 4 dan 5, mual dan muntah masih setia menemani walaupun intensitasnya sudah agak berkurang di bulan ke 5 menuju 6, yang penting tetap sediain kantong plastik dan minyak angin di kantong serta kalo jalan kemana-mana harus pakai masker karena hidung jauh lebih sensitif. Tapi ada kisah yang lebih drama lagi hahahaha. Masuk bulan ke-6, perut bawah saya selalu sakit dan kalo pipis nyeri banget sampai pernah di kantor saking kesakitannya saya jalan menuju ruangan sambil meraba dinding. Pulang ke rumah saya nangis dan saat suami datang saya minta dibawa ke IGD saja takutnya saya terkena infeksi saluran kencing (karena kalo pipis sakit banget). Setelah ditangani dokter jaga di IGD, dikasih obat dan agak enakan malam itu saya pulang dan besoknya saya periksa ke dokter obgyn langganan saya.

Guess what? setelah di-USG jeng jeng jengggg ternyata di dinding rahim di atas saluran pipis saya ada miom yang katanya segede telor ayam (itulah yang membuat saya kesakitan). Loh kok dari awal kaga kedeteksi? Kata dokter sih karena bayi semakin besar, dinding rahim menipis maka miomnya makin menonjol, oke baik.. lalu saran dokter? Saya disuruh bedrest dan berhenti bekerja. Sedih? Banget karena saya sudah nyaman dengan kantor saya yang serius tapi santai. Lusanya saya pamit dengan orang kantor dan meminta maaf karena saya harus resign tiba-tiba dan alhamdulillah mereka semua mengerti dan mendoakan agar kondisi saya dan bayi selalu sehat.

TRIMESTER KETIGA

Alhamdulillah sekarang sudah masuk 34 minggu, bulan ke-8, trimester 3. Di usia kehamilan 30 minggu kemarin saya dan suami memutuskan agar saya bedrest dan lahiran di Makassar saja agar saya tidak sendirian dan kesepian di rumah (saat suami ngantor ataupun dinas ke hutan) dan juga ada Mama saya ngurusin dan jagain di rumah Makassar. Alhamdulillah saya senang bisa kembali ke rumah Makassar tapi sedihnya saya harus long distance sementara dengan suami (yah nanti dia nyamperin dan cuti pas hari persalinan tiba).

Di trimester ini saya lebih fokus ke bedrest dan makan yang sehat bergizi apalagi ada Mama yang masakin dan jagain betul anaknya serta calon cucunya. Di trimester ini juga muntah dan mual sudah hilang walaupun gak hilang-hilang amat yah kadang muntah kalo perut sudah terlalu penuh. Yang saya rasakan sekarang sih pegal linu di seluruh badan, kadang gatal-gatal, gerah, dan sesak napas kalo malam karena mungkin bayi di perut semakin membesar, tapi yah dinikmatin aja.. toh alhamdulillah banyak yang sayang dan perhatikan hihihi :p

***

Buat yang baca tulisan ini, doain yah semoga lancar sampai hari persalinan tiba. Insya Allah akan lahiran di pertengahan bulan Juli besok. Buat ibu-ibu yang sedang hamil, semangat!! walaupun kadang pusing dan stress melanda belum lagi mood swing ini itu hahahaha. Buat para suami yang sedang mendampingi istri yang sedang hamil tetap bersabar dan SEMANGAT!!

Can't wait to see you my baby! I love you before I met you muach!

Makasih ya sudah membaca, siapatau ada juga yang mau share cerita kehamilannya.. silahkan!

Wassalam :)


Senin, 19 Maret 2018

About "Komentar Orang-Orang"

Malam Minggu kemarin saya sempat ngepost foto di salah satu sosial media saya, disitu saya berpose dari samping memperlihatkan perut saya yang makin hari makin maju karena usia kehamilan yang bertambah. Post! Oke, setelah itu banyak pesan yang masuk via DM, mulai dari mendoakan, menanyakan kabar berapa bulan dan lainnya. Namun ada satu komentar dari seorang teman laki-laki yang agak membuat saya syok di malam hari. Beliau menulis ini di pesan DM (ini based on capture-an, tapi mohon maaf tidak akan saya share siapa yang bersangkutan), sebut saja dia A..

A: Anehko diliat kalo besar perutmu di.. (logat Makassar, yang artinya: kamu keliatan aneh ya kalo perutmu besar begitu..)

Disitu saya langsung membatin "kok komennya nyelekit gini sih? emang saya seaneh apa?", lalu saya membalas komen teman saya itu dengan ini:

Me: Sebelum kamu komen negatif ke seseorang, coba kamu liat kondisinya dulu.. tidak ada yang aneh kalo orang hamil besar perutnya. Ya namanya juga hamil, pasti besar perutnya. Trims

Lalu dia membalas lagi

A: Astaga.. mananya negatif komenku?

Oke, dia tidak sadar bahwa komentarnya telah membuat saya baper, kesal dan sakit hati (itu dampak negatif lho!) Menurut saya "aneh" adalah sesuatu yang negatif, emang seaneh apa saya terlihat kalo perutku membesar? Apakah saya nampak seperti alien? - Buat kalian yang menganggap saya baper atau apa, silahkan.. Ah Alvidha baru dikomen gitu langsung bikin postingan, bapernyaaa. Ah bodo amat! 

Saya cuma ingin menulis ini agar semua sadar bahwa mengomentari hidup orang terutama fisik orang in negative way adalah hal yang salah. Tak bisa dipungkiri saya dulu pernah masuk ke kategori "suka ngehina fisik orang" tapi hanya membatin dan itu sudah mulai saya kurangi, jika ada sesuatu yang saya lihat dan mungkin jauh dari kata normal pasti hanya mengatakan astagfirullah lalu mendoakan orang tersebut, sekarang lagi usaha untuk mengurangi komentar terhadap sifat seseorang dan don't give a shit untuk kehidupan orang lain dan mending saya ngurusin hidupku dan keluargaku agar selalu sehat walafiat. 

Saya sudah sering menjadi korban body shaming karena badan saya memang gemuk, pendek belum lagi muka saya jerawatan yah jelek lah pokoknya menurut orang-orang. Dan yang komentarin tidak hanya teman-teman bahkan keluarga sendiri. Setiap ketemu orang ada yang komen "we besarmu!", "astaga buldozer lewat", "kenapa itu mukamu makin jadi jerawatnya? ga diobatin kah?", belum lagi kalo ada yang banding-bandingkan saya dengan mama, kakak, adek yang memang bentuk bodynya jomplang sama saya seperti: "kenapa cakep-cakep semua anggota keluargamu, kau ji yang lain sendiri?". Sedih gak sih? 

Tapi di masa itu saya berusaha cuek dan bawa ketawa aja kalo ada yang komentar ganas seperti itu (walaupun hati mau nangis), toh saya hidup dan makan bukan dari uang mereka dan saya berusaha untuk melakukan hal-hal yang lebih positif ketimbang mendengarkan orang-orang yang katanya well educated tapi tidak sadar dengan perasaan orang lain. Saya menjadi diri saya sendiri, melakukan hal-hal seperti mencapai prestasi, goals hidup dan akhirnya bertemu dengan seseorang yang menghargai saya luar dalam.

Saya heran dengan mereka, kalian menganggap saya teman atau keluarga tapi di sisi lain kalian malah ngasih komentar negatif ke saya atau bahkan komentar yang menjatuhkan saya. Munafik ga sih? Ada yang bilang komentar-komentar seperti itu hanya basa-basi iseng belaka untuk nanya kabar, tapi sepertinya ada banyak sesuatu yang positif yang bisa ditanyakan ke yang bersangkutan seperti: "gimana kerjaan?", "gimana kehamilanmu?", "gimana kuliah?", "gimana bisnismu?" menurutku pertanyaan itu lebih enak didengar dibanding "kamu gemukan", "kapan nikah?", "sudah isi?", and another bullshit basa-basi. Fiuh.

Mohon maap nih postingannya mengandung emosi. Gak hamil dikomentarin negatif, pas hamil tetap dikomentarin negatif. Alamakjang. Hal-hal seperti ini yang membuat orang-orang banyak yang tidak pede dengan fisiknya bahkan malu untuk bertemu dengan orang karena takut dijudge duluan. 

Kalo ada yang komentar: deh tegangnya Alvidha... tenang saya masih lunak-lunak lucu kok.. Saya sampai sekarang masih selow aja kalo ada yang komentarin aneh-aneh tentang saya, muka saya, jerawat saya, mulai dari cara berpikir saya, cara saya makan, berpakaian, bertetangga, bersosial dan berbudaya etc etc.. tapi entah kenapa saya marah betul ketika fisik kehamilan saya dikomentarin. Duh.. anakku yang di perut semoga kamu sehat selalu ya Nak, aamiin! 

Sekian curcol saya di Senin ini, maaf kalo penuh emosi. Yap betul kata orang-orang, Ibu Jari Netizen Lebih Kejam Daripada Ibukota...

Your words are strong enough to affect someone's life.

Wassalam


Senin, 26 Februari 2018

Wedding Review: Mengurus Dokumen Nikah

Itu jari kok jempol semua?
(dijepret oleh babang fotografer vendor catering)

Assalamualaikum~

Halo, setelah sekian lama tidak ngepost di blog karena terlalu sibuk ini itu, akhirnya menyempatkan diri. Ini sudah mau hampir setahun nikah tapi baru sempat ngetik review ngurus dokumen di KUA hahahaha maapkan yaaaa~ Siapatau ada yang masih sudi untuk membaca dan memang butuh banget how to ngurus dokumen ini itu, mengingat menikah itu tidak hanya proses persiapan hatinya yang perlu dimatangkan, tapi juga ada proses persiapan disahkan oleh negara. Mau masuk sekolah atau kuliah aja butuh kelengkapan dan pengurusan dokumen, apalagi masuk ke bahtera rumah tangga.. ciaaatt ciaaa~

Apa-apa saja yang dibutuhin dalam ngurus dokumen nikah di KUA, cekidots~


1. Pastikan kamu punya calonnya, karena kalo belum ada......



Apalah artinyaaa.....~ YA IYALAH.. Sebelum kamu membawa diri ke KUA dimana kalian akan mendaftarkan diri, pastikan calonnya ada dulu yah gaez.. jangan sampai diusir sama petugas disana atau kalian dibawa ke puskesmas setempat untuk diberi perawatan. 

2. Cari tau kecamatan tempat kamu akan melangsungkan akad nikah
Pastikan selain punya pasangan, kalian juga sudah punya lokasi akad nikah dan tanggal yang sudah fix (kalo masih berandai-andai fixkaaan!!) entah itu di rumah atau di gedung, karena itu menentukan lokasi KUA kalian berada. Kayak saya dulu nih.. Kan nikahnya di Mesjid Agung Sunda Kelapa which is that place lokesyennya di Kecamatan Menteng - Jakarta Pusat, nah saya dan Alan pergi ke KUA Kec. Menteng untuk daftarin diri menjadi calon PNS, eh Pasutri. 

3. Waktu Pengurusan Dokumen
Kalo bisa sih H-3 atau 4 bulan (dulu saya nikah April, ngurusnya di pertengahan Januari). Pengurusan dokumen seharusnya dilakukan jauh-jauh hari jangan mepet. Karena yang mau nikah banyak, kalo bisa spend 1 hari untuk cuti (kalo kamu karyawan) untuk mengurus dokumen ini itu. 

4. Urusan Perdokumenan
Lalu, the rempong thing is... berhubung saya dan Alan bukan warga Kec. Menteng (ngarepnya sih yaaa.. nanti punya rumah di Menteng aamiinin dong sob, aaamiin) jadi kita berdua harus mengurus yang namanya surat numpang nikah dari KUA tempat tinggal masing-masing (sesuai KTP). Jadi begini: Saya berasal dari Kec. Panakkukang - Makassar, Alan berasal dari Kec. Tanah Sareal - Bogor, nah urus dah tuh di KUA masing-masing. Bagi yang senasib sama saya yang nikahnya dimanaaaa.. rumahnya dimanaaaa.. usahakan untuk mudik dulu yah gaez, ijin cuti 1-2 hari untuk bertemu dengan pihak KUA.. kalo di Makassar istilahnya pattabe'2 dulu sama orang kecamatannya sekalian minta restu dan minta surat rekomendasi menikah dari KUA sana. Nah ini dia alur-alurnya:


Minta surat pengantar dari RT RW setempat
Apa yang mesti dibawa?
a. Fotocopy KTP kamu dan pasangan
b. Fotocopy KK
c. Bawa aja materai 3000/ 6000 untuk jaga-jaga soalnya ada beberapa RT yang meminta surat pernyataan dengan materai. 
Setelah dapat pengantar RT, pasti mesti minta tanda tangan sama RW, di RW gak perlu syarat-syarat apapun tinggal minta tanda tangan RW. (Nah terkadang SKSD sama warga sekitar itu penting, terima kasih kepada Mamak saya yang selalu akrab sama tetangga huahahhaa)
Pergi ke kelurahan untuk dibuatkan surat pengantar ke KUA pemohon ijin numpang nikah
Bawa apa aja tuhh?
a. Fotocopy KTP kamu dan pasangan
b. Fotocopy KK
c. surat pengantar RT/RW
d. Bawa foto 2×3 2 lembar, 3 x 4 @ 2 lembar (siapin aja kalo bisa warna merah untuk tahun kelahiran ganjil dan biru untuk genap)
e. Bayar biaya adm sekitar Rp. 30.000
f. Bawa juga Fotocopy KTP orang tua (buat jaga-jaga daripada bolak balik)
Jangan bingung, langsung ke loket dan bertanya untuk mengurus surat ijin numpang nikah. Perlu kamu ketahui, di kelurahan kita harus mengurus 3 surat pengantar, yaitu N1, N2 dan N4.
surat N1 ini berisi surat keterangan untuk nikah
surat N2 ini berisi surat keterangan asal-usul
surat N4 ini berisi surat keterangan tentang orang tua
Langkah terakhir adalah pergi ke KUA buat minta surat rekomendasi pindah nikah ke tempat tujuan.
a. Fotocopy KTPkamu dan pasangan
b. Fotocopy KK
c. surat pengantar dari kelurahan ( N1,N2 dan N4)
d. Bawa foto 2×3 n 3×4 @ 2 lembar
e. Bayar biaya adm sekitar Rp. 50.000
f. Saya juga menyiapkan fotokopi akte kelahiran, ijasah terakhir, dan KK kamu dan pasangan. Ini hanya untuk jaga-jaga karena biar gak bolak-balik
Setelah dari KUA tempat pemohon yang mau ijin numpang nikah, kamu akan dapat surat rekomendasi pindah nikah yang diperlukan untuk daftar ke KUA yang dituju.
syarat-syarat mendaftar ke KUA yang dituju:
a. Surat rekomendasi pindah nikah dari KUA asal
b. Fotocopy KTP kamu dan pasangan
c. Fotocopy KK kamu dan pasangan
d. Foto berwarna 2×3; 3×4 bawa aja masing-masing 4 lembar (kalo bisa siapkan foto masing2 untuk background biru 4 lembar, merah 4 lembar)
e. Fotocopy ijazah terakhir kamu dan pasangan
f. Fotocopy Akta kelahiran kamu dan pasangan 
Nah untuk biaya sendiri, berhubung kita nikah di luar KUA (kalo nikah di KUA gratis coy), jadi kita dikenakan biaya 600ribu. Nah bayarnya di Bank yang ditunjuk KUA dan slip pembayarannya diserahkan lagi ke KUA dan akan keluarlah surat pemberitahuan kehendak nikah atau surat pendaftaran KUA. 
SELESAI SUDAH URUSAN PERDOKUMENAN INI~
Jangan lupa simpan dan copy segala dokumen yang ada dan jangan lupa untuk minta nomer handphone sang penghulu, pegawai KUA, dan lainnya untuk jaga-jaga. 
Gimana? Gimana? Rempong kan... yah begitulah karena menikah dan sah di mata agama dan negara tidak semudah yang Anda bayangan wkwkwk. Ini baru sesama WNI lho hehehew, beda lagi dokumennya kalo misal jodoh kamu WNA. But apapun itu kalian harus tetap semangat dan jangan sampai stress! Bikin catatan prioritas untuk ngurusin ini itu biar hari H kalian hanya duduk dan berdiri cantik salaman sama tamu dengan senyuman manis manja. 
Pokoknya selama pengurusan pernikahan jangan sampai stress dan kebawa emosi karena...

Karena setan akan selalu menggoda iman dan hati mereka yang sedang mengurus pernikahan, yap setan gak suka hubungan yang halal. Lha kenapa jadi ceramah eke ini?
Yoweslah sekian dulu review saya. Semoga bermanfaat dan maaf kalo banyak kekurangan. 
Wassalam :)