Páginas

Selasa, 16 Juni 2020

Tiga Bulan #DiRumahAJa

Keep Moving Forward


Tahun 2020 adalah tahun yang membuat saya mempelajari arti dari bersyukur itu sendiri. Awal tahun saya dibuat pusing dengan banjir yang melanda rumah (tapi alhamdulilah airnya cuma sampai di betis, tidak sampai masuk ke mobil dan kita masih nginap di lantai 2 rumah), bulan Maret sempat liburan sendiri dulu jalan ke Jaipur, Agra dan New Delhi dan pulang dari sana langsung stay di rumah sampai saya mengetik tulisan ini. 

Sudah 3 bulan, kami bertiga mendekam di rumah. Melewati hari dengan tertawa, kerja depan laptop atau handphone, main bersama, terkadang bosan datang juga. Saya dan suami sampai hapal kegiatan rutin yang kita kerjakan dari bangun tidur pagi sampai tidur malam lagi. Tiga bulan yang sungguh berbeda dari biasanya. Sebelum pandemi, kami bertiga memang jarang bertemu full time, paling saat weekend saja. Senin - Jumat, Puan seharian dititip di daycare, saya dan suami kerja di kantor masing-masing, terkadang jika beliau ada jadwal audit ke luar kota, saya dan anak hanya berdua di rumah, ketemu suami pas weekend lagi. Sejak Pandemi, suasana sungguh berubah, kami bertiga selalu bersama 24/7 seperti call center Mekdi hahaha. 

Selama 3 bulan ini, saya juga merubah pola hidup. Saya kembali menjalankan pola hidup sehat yang pernah saya jalani sewaktu masih ngekos dulu. Mulai berolahraga tiap sore, mulai makan sehat dan memperhatikan asupan yang masuk ke dalam tubuh. Sepulang dari India, badan saya gampang lelah dan cepat masuk angin, dan sejak itu saya memutuskan mumpung mendekam dalam rumah, saya mau fokus menyehatkan kembali tubuh saya. 

Selama 3 bulan ini, saya belajar hal yang baru seperti memasak makanan nusantara (yang dulu cuma bisa, nasgor dan MPASI anak aja wkwkw), terus kembali menekuni dunia TIK dan juga belajar menyetir. Alhamdulillah di akhir tahun kemarin, kami diberi rezeki untuk membeli mobil dan suami wanti-wanti agar saya belajar berkendara. Dulu saat masih tinggal dengan orang tua, saya malas belajar menyetir karena punya prinsip: Kalo ada yang ngantar, ngapain belajar? Agak kupret emang prinsip saya. Tapi sekarang saya menyesal, saya harus belajar walaupun sebenarnya malas hahaha. 

Saya selalu berdoa agar pandemi ini cepat berakhir. Ada banyak orang di luar sana yang cukup carut marut akibat pandemi ini. Saya termasuk beruntung, alhamdulillah selama pandemi kehidupan finansial saya dan suami masih normal, saya masih dapat gaji bulanan dari kantor, begitupun suami. Suatu hari saya mendapati telpon dari seorang teman yang di-lay off oleh kantornya. Saya bingung mau berkomentar apa, saya hanya mendengarkan dan memberikan dia semangat. 

Semoga semua kembali menjadi normal. Aamiin

Wassalam
 

Kamis, 11 Juni 2020

Suatu Sore di Delhi

Agrasen Ki Baoli di Kota Delhi
Awal Maret 2020 (Sebelum Lockdown)

(Anyway ini bukan postingan travelling ya hehehe, cuma mau nulis santai aja)

Anjay-lah judulnya.. biasanya juga "Suatu Sore di Pengkolan". Mohon maaf, Gaez.. 'Naik kelas' dikit jadi Delhi, hahahaha *shombonk~

Sore itu, saya termenung saat duduk di salah satu pijakan tangga di Agrasen Ki Baoli ini. Sambil menatap langit, segelintir percakapan mengalir di kepala saya:

"Hahaha, gokil ya Alvidha.. Sekarang mainnya jauh banget. Alhamdulillah , mimpimu untuk travelling ke India terwujud. Yah, kamu memang butuh refreshing dari kemarin.. tapi dasar ya kamu banyak mau, sekalinya refreshing langsung ke India"

Yah itu adalah percakapan dari saya untuk saya sendiri.

Langit Kota Delhi di sore itu cukup cerah, burung merpati terbang segambreng ditambah sayup-sayup terdengar suara musik India di gerbang Agrasen Ki Baoli ini. Ini adalah salah satu tempat syuting favorit di film Bollywood. Pernah nonton film PK? Yah ada scene Aamiir Khan lagi duduk mengkhayal disini.

Sore itu saya menitikkan air di sudut mata, karena Delhi adalah kota yang terakhir saya kunjungi di rangkaian tur India itu. Sejenis air mata bahagia. Gimana sih rasanya kalo salah satu impianmu bisa terwujud? Bahagia kan? Yah, itu lah yang saya rasakan. Selama perjalanan di India saya tidak berhenti tersenyum. Walaupun kotanya agak random dan panas hahahaha tapi senyum tetap terangkai di wajah. 

Saya akan selalu merindukan India dan seisinya. Semoga bisa bertemu lagi di lain waktu.

Wassalam