Páginas

Selasa, 12 Juli 2016

Pulang Kampung


"Merantaulah... Agar kamu tahu rasanya rindu 
dan kemana harus pulang"


Kapan lagi nemu view adem seperti ini di Jakarta? Ada sih cuma jauh :(
kalo tempat ini dari rumah, naik motor sat sett sampe dah!
Location: Popsa - Makassar

Alhamdulillah Lebaran Idul Fitri kemarin saya diberi kesempatan untuk pulang ke kampung halaman, karena kalo kata Cak Lontong "Mudik yang paling penting itu punya kampung halaman" hahahaha. Tanggal 30 Juni kemarin saya pulang ke Makassar - tempat dimana saya bertumbuh dan berkembang selama 20 tahunan.

Feeling happy? Of course lah. Setelah menahan hampir setahun rasa rindu di dada dan kepala dengan kasur di rumah akhirnya terwujud juga. Pulang ke rumah bertemu keluarga kecil dan pastinya teman-teman yang sukses menjadi aktor tambahan di sinetron kehidupan saya disana, uhuy! Ditambah kangen juga dengan beberapa kuliner disana.

Setelah bertemu banyak drama ibukota, pulang kampung merupakan obat dengan khasiat yang mampu meredakan gejala drama-dramaan tersebut. Tidur di kasur sendiri sambil guling-guling manja, mandi ceria di kamar mandi belakang, nonton tipi sambil selonjoran di ruang tengah, nyapu halaman, keliling kota naik motor dan tak lupa bersenda gurau bersama keluarga dan kerabat akrab.

Makassar adalah tempat merenung favorit saya. Dulu saya sering merenungi nasib (apadaaah~) di depan Pantai sambil ditemani sinar mentari yang mau tenggelam dan bau-bau air asin.

Pantainya lagi kalem
duduk ditemani lagu-lagunya Abenk Alter pas banget

Spot favorit merenung sejak 2008 Hahahaha
Yaaa', yang di atas itu spot favorit saya ketika merenung, karena belum banyak di'ganggu' bentuknya. Maklum Pantai Losari yang dulu bedaaaaa sekali dengan yang sekarang (sekarang bentuknya terlalu kekinian). Dan di pojok ini favorit saya karena adem aja, bisa merasakan air pantai yang muncrat ke kaki. Dulu kalo galau, langsung starter motor dan lari kesini, kalo motor lagi dipake nekat naik Pete-pete (angkot) biar bisa duduk disini sambil makan kacang rebus dan merenungi nasib yang kemungkinan waktu itu sedang buruk. Untung dulu tidak ada niatan buat loncat wahahaha (toh kalo loncat juga masih bisa selamat si zzz)

Tak lupa mencari makanan favorit saya yaitu MIE!

Mie Pangsit yang akan selalu kurindukan
Bedanya mie ayam di Jawa dan Sulawesi adalah di Sulawesi kuahnya bening dan bumbunya simple, terus ayamnya gak dikecapin. Iya, saya kan Jawa palsu jadi kurang begitu suka dengan makanan yang terlalu berkecap, sukanya yang asin pedas (yah efek lama tinggal di Sulawesi yess). Dan inilah salah satu makanan yang kurindukan selain Pallu Mara buatan Mama. Saya kurang interest dengan Coto, Pallubasa dan lainnya hehehe makanya kemarin gak mengunjungi kuliner tersebut.

Tak lupa mengunjungi beberapa tempat kekinian....

HAYO TEBAK DIMANA? (1)
Sultan Hasanuddin's Behind Me!! HAYO TEBAK DIMANA? (2)

Dan juga mengunjungi tempat kemasa-laluan...

Serius amat Mbak? Senyum dikit napa?
At Fort Rotterdam
Menjadi turis di kampung halaman sendiri sungguh menyenangkan. Berjalan mengelilingi kampung halaman dan menemukan secercah kenangan di masa lalu yang pernah dirangkai di sudut jalan (etaang bahasanya *efek habis baca Paulo Coelho tadi pagi). Kadang ketika melewati salah satu ruas jalan saya senyum-senyum sendiri di atas motor, atau bahkan sedih seketika. Contoh: saya ke Mall Panakkukang dan saya tiba-tiba sedih keingat almarhum nenek pernah takut naik eskalator, pada masa itu memang lucu tapi ketika menjadi diingat lagi malah jadi sedih. Kenangan akan membuat kita sedih ketika yang dikenang sudah tidak ada lagi disisi. Al-Fatihah buat Nenek Inna dan Tetta Nene' (ortunya Mamah).

Oiya, saya ingin mengucapkan Selamat Lebaran. Mohon Maaf Lahir dan Batin. Maafkan Alstrojo kalo jarang ngepost maklum jam terbang (di kasur) belakangan ini cukup tinggi. Kadang postingan sebatas singgah di draft saja hahahaha.

I'm a happy daughter and sister because I have them
They are the reason why I collect money to buy ticket to hometown
Alhamdulillah
Adalah sebuah kebanggaan tersendiri ketika pulang ke rumah dan melihat anggota keluargamu tersenyum karena kepulanganmu, disitulah kamu merasa hidupmu itu punya arti, iya karena kamu penting bagi mereka.

Wassalam :)

Selasa, 03 Mei 2016

Kelas Inspirasi Jakarta Really Made My Day!

Now Playing: King For A Day by Pierce The Veil 

Halo! Hai! (masih belum bisa move on dari sapaan hai hai halo di kelas kemarin hahaha)

Kangen gak sih kalian dengan jajanan SD?
taken by Me pas lagi break ngajar... keluar jajan hohoho
Menjadi volunteer adalah salah satu impian terpendam saya sejak duduk di bangku kuliah, cuma karena beberapa faktor sehingga saya jarang mengikuti kegiatan berbau sukarela hiks sedih. Dan alhamdulillah tahun ini, saya menjadi salah satu relawan untuk program Kelas Inspirasi yaitu dimana kita harus cuti 1 hari untuk mengajar di sekolah-sekolah yang telah ditentukan. Saya pun mendaftar dan lulus seleksi (karena ada yang tidak lulus lho!) dan saya masuk ke kelompok 49 dan ditempatkan di SDN 09 Petang Kalibaru Jakarta Utara (fiuh jauh men!). Actually teman-teman dari kelompok 49 itu keren-keren maan! Ada seorang financial advisor, production director, event manager, bankir, dokter kandungan, designer, media planner, dan lainnya!

Ini pertama kalinya saya mengikuti Kelas Inspirasi, teman-teman kelompok saya yang lain sudah ada yang pernah ikut KI sebelumnya. Satu kata yang terucap dari teman kelompok saya bernama Nindy yaitu "NAGIH!" dan saya pun semakin penasaran tapi deg-degan juga. Saya takut aja dicueki sama murid-murid ini hahahaha karena mood anak SD kan masih swing gitu, kalo bosan dengan pelajaran mereka akan mengantuk atau ngobrol dengan temannya dan gurunya dicuekin hahahaha.

Awalnya saya bingung banget mau ajarin apa ke mereka. Tujuan KI ini adalah untuk mengenalkan profesi kita kepada murid-murid SD agar mereka semangat dalam menggapai cita-cita. Dan juga untuk mengenalkan berbagai profesi ke murid-murid sehingga di benak mereka profesi itu tidak hanya yang itu-itu saja seperti dokter, TNI, polisi, guru tapi profesi itu ada banyaaaak sekali. Oiya, saya akan mengajarkan mereka bagaimana seorang "Marketing" itu bekerja.

Dan hari H pun dimulai... JENG JENG!! 

Saya bangun pagi, menyiapkan properti ngajar saya, mandi, sarapan dan bergegas ke Stasiun Cawang karena saya akan pergi bersama Nindy teman kelompok saya yang profesinya adalah seorang designer. Setelah itu menuju MOI di Kelapa Gading karena meeting point kelompok 49 disana dan berangkat bareng menuju SDN 09 Petang Kalibaru.

Teman-teman kelompok 49 berdoa dulu sebelum masuk ke 'Battlefield' HAHAHAHA
Pada hari H, saya mendapat jatah 5 kelas fiuuuhh 3 kelas untuk kelas 5, 1 kelas untuk kelas 6 dan 1 kelas untuk kelas 4. Saya mendapat kelas 5D untuk jam pertama. Sebelum naik tangga saya berdoa dulu karena sumpah saya panik dan deg-degan mau menghadapi murid sebanyak 30-an.

Masuk dalam kelas, mereka melihat saya sambil tersenyum dan ada yang langsung lari ke saya sambil salim tangan. Salah satu murid laki tersenyum dan menyapa "Halo kakakk!" lalu saya membalas "Haii.. Kamu panggil aku Ibu aja yah nanti, kan aku gantiin Ibu guru kamu" dan sontak mereka semua berteriak "Baik Ibuuuuu". Lalu saya mengarahkan mereka untuk berbaris karena akan ada opening di lapangan. Actually kelas 5D adalah kelas sweet dari awal saya masuk dalam kelas.

Opening yang dipimpin Bang Kojek (profesi beliau adalah rapper dan penyiar radio)
Setelah opening yang seru dan meriah, kami kembali masuk ke dalam kelas dan It's time to be a teacher yeaaayy! Saya memperkenalkan diri saya dulu ke depan mereka, terlihat wajah-wajah antusias karena saya ini adalah orang baru bagi mereka, ada yang senyum malu-malu, ada yang bertanya mulu. Lalu saya pun bertanya "Ada yang tau marketing itu apa?" Semuanya diam. Dan ada satu anak yang memecah keheningan "Marketing yang jaga kasir ya bu?" pletakkk! Hahahaha saya menahan tawa saya.

Lalu saya pun menjelaskan bahwa marketing adalah pekerjaan yang memasarkan sebuah produk kepada calon konsumen, menjelaskan tentang detail produk dan membuat customer yakin dan ingin membeli barang tersebut. Setelah itu saya menjelaskan bahwa saya ada marketing di sebuah majalah travelling dan yang lucu ada yang nyeletuk "Oh berarti Ibu Vivi yang jualan majalah di jalan kalo lampu merah ya bu ya?" Saya tertawa, semua tertawa dan ada yang nyahut "Berarti Ibu paling cakep dong yang di lampu merah" luar biasa saya digombali sama anak SD, hahahaha.

Usai perkenalan dan memberi pemahaman kepada mereka bagaimana marketing bekerja, saya pun melakukan praktek marketing kepada mereka dengan cara role play alias akting-aktingan. Semua naik ingin maju, ada yang mau jadi marketing dan ada yang ingin menjadi konsumen.


Jualan Tempat Pensil
Jualan Taplak Meja
Saya memakai cara ini agar mereka mengerti bagaimana kerja marketing dalam membujuk konsumen. Dan berhasil! Mereka semangat dan tertawa melihat temannya yang beraksi menjadi marketing dan konsumen. Malam sebelum Hari Inspirasi saya berpikir mereka mau saya apain biar mereka mengerti pekerjaan saya di kantor, sesungguhnya di kantor saya lebih in to finance sih cuma kupikir saya juga urus problem marketing di kantor jadi saya ambil saja Marketing sebagai bahan ajar. Saya sengaja tidak menjelaskan menggunakan power point karena pasti akan boring and bikin ngantuk hahahaha. Dan terbukti banget dengan kegiatan role play mereka menjadi semangat untuk belajar.

10 menit sebelum kelas berakhir, saya membagikan kertas kepada mereka dan meminta mereka untuk menulis impian mereka di 10 tahun yang akan datang. Mereka semangat menulis dan juga bertanya "Bu, kalo bahagiain ortu boleh ga?", "Bu kalo bikin mesjid boleh ga?" Aduh sungguh lugu dan polos mereka ini dan sukses membuat saya senyum-senyum sendiri.

Mau jadi agent rahasia
HAHAHAHA ada yang mau jadi tukang urut, sukses bikin saya ngakak.
Sungguh saya bahagia banget bisa menjadi bagian dari Kelas Inspirasi ini. Anak-anak merupakan manusia terjujur yang ada di muka bumi ini hahaha, kalo mereka bete dan bosan mereka akan tunjukkan dan kalo mereka happy mereka akan menjadi sangat seru.

Rebutan mau ikutan selfie. CHEERS!

super blur.. rusuhhh tapi happy banget sumpah!
Di akhir kelas, saya mengajar mereka tepuk semangat, tepuk superman dan coconut dance hahahaha. Yang paling mengharukan pas saya sudah mau pulang ada yang datang salim dan berkata "Ibu main kesini lagi kan? Ibu ngajar aja disini sama kita biar bisa jadi marketing dan preman syariah Bu" Sumpah saya ngakak banget dan pelukan teletubbies dengan mereka semua. Hanjir baper saya sumpah!

Kami berkumpul lagi di lapangan bersama para "artis sekolah hari ini" untuk closing dan flash mob bersama. Seru bangeeeet!

Kelompok 49! I love you all guysss!!
Sebenarnya keseruan yang saya rasakan lebih banyak dari yang saya tulis disini. Mungkin saking serunya jadi saya bingung mau tulis yang mana aja, kalo tulis semua kepanjangan atuh hehehe.

Sharing is caring. Dengan berbagi kita bisa memberi manfaat ke banyak orang. Saya merasakan hal tersebut di Kelas Inspirasi ini, saya bisa melihat apa yang saya bagi ke mereka Insya Allah bisa memberi mereka semangat dalam menggapai cita-cita dan masa depan yang cerah. Aaamiin. Dan berbagi tidak akan membuatmu rugi, malah bikin happy!

Terima kasih untuk Kelas Inspirasi, Kelompok 49, murid-murid SD 09 Petang Kalibaru, sungguh kalian adalah manusia yang luar biasa hebat! Saya selalu menaruh hati saya kepada mereka yang bisa meluangkan waktunya untuk berbagi kepada sesama *hug satu-satu.

Pulang ke kosan, saya membuka kembali tulisan anak-anak yang saya ajar tadi, dan saya menemukan 1 lembar yang sukses membuat mata saya berkaca-kaca, surat cinta kalaaaahh! Hahahah, ada satu murid yang ingin menjadi seperti saya.

Nangis gak sih Lu kalo dibikinin giniian? Hahahah
Dan banyak adegan mengharukan sih yang terjadi pas pulang sekolah seperti ada anak yang minta saya tidak usah pulang, minta saya kembali lagi dan ada yang ajak nonton film bareng awwww so sweet! Yah, semoga mereka selalu semangat belajar dan meraih mimpi.

Sekian tulisan saya, maaf kepanjangan or kependekan (?). Jangan takut untuk berbagi karena kamu tidak akan rugi tapi malah hepi. Wassalam :)

Jumat, 29 April 2016

Penantian Ratusan Purnama | Review AADC 2

Now Playing: Bimbang by Melly Goeslaw

salah satu scene di AADC 2 | foto: googling
Mohon maaf sebelumnya bagi yang belum nonton film ini, saya tidak bermaksud untuk spoiler hehehe. Saya cuma ingin  mereview film ini dari sisi saya sebagai penonton film biasa, bukan pengamat film atau orang yang mengerti film, hahaha apalah saya ini.. mata kuliah Cinematografi di semester 6 saja cuma dapat tugas ngedit offline, jadi kalo mau ngomentarin film dari sisi anu itu saya kurang paham.

Saya awalnya menonton film Ada Apa Dengan Cinta (AADC #1) ketika saya masih duduk di bangku SMP kelas 3 yaitu di tahun 2005. Iseng saja beli vcd-nya, karena sewaktu 2002 sempat hits (waktu itu saya masih SD men, demennya masih Tom and Jerry) jadi saya memutuskan untuk menonton film ini. Selesai menonton AADC 1, saya selalu berharap dalam hati "Tuhan, semoga ada sekuelnya" tapi tidak ada tercium bau-bau pembuatan sekuel film ini, yang dibuat malah serial tv yang heleehh (sorry to say, saya tidak suka dengan drama serial yang banyak episodenya hahaha). Sejak saat itu saya pupus berharap jika sekuel AADC akan dibuat.

Dan..

Setelah ratusan purnama (tsa'elah), akhirnya saya mendengar kabar dari berita bahwa AADC 2 akan dibuat dan siap disaksikan oleh masyarakat yang menantikan film ini dan saya adalah salah satu dari masyarakat yang sangat excited menonton kelanjutan film itu. Lebay ya? Ember hahaha, karena film AADC ini begitu membekas di hati sih (eyaaa) dan endingnya memang menggantung yang "njir.. Cinta sama Rangga jadian ga ya? Anu nda ya? Itu nda ya". Gitu.

salah satu scene di AADC 1
Saya cukup beruntung bisa berkantor di kantor saya yang sekarang, mungkin karena anak media jadi kegiatan nonton bareng di tengah jam kantor dibolehkan saja. Jam 3 sore, saya bersama teman-teman kantor pergi ke XXI Taman Ismail Marzuki untuk menyaksikan AADC 2.

Diawali dengan pertemuan Cinta dan sahabat-sahabatnya di sebuah art gallery dan merencanakan untuk pergi liburan bersama di Jogjakarta. Dan tak diduga Cinta bertemu Rangga disana. Konflik pun terjadi, mulai dari konflik 'sesuatu yang tidak selesai' tersebut, konflik batin, konflik persahabatan yang sukses membuat saya senyum-senyum sendiri, sedih, tertawa dan pastinya baper alias bawa perasaan *tissu mana tissu.

Sosok Rangga yang introvert, penuh misteri serta sosok Cinta yang cheerful tapi sensitif masih bisa dirasakan di film ini. Situasi juga sudah berbeda, "sudah dewasa" kalo saya bilang. Puisi-puisi yang romantis juga akan memenuhi sudut film ini, dijamin hati akan melt dibuatnya. Ada juga beberapa kejutan yang akan ditampilkan di film ini. Film ini mengalir apa adanya, ada sisi sensitif dan juga sisi humornya.

Filmnya begitu sederhana, gampang dicerna, yah sesuailah dengan kehidupan sehari-hari. Karakter film Riri Riza dan Mira Lesmana juga kerasa sekali, seperti menampilkan sisi lain sebuah kota (yah sisi anti mainstream lah ya), tiba-tiba daerah Kuningan Jakarta Selatan jadi cakep bener etdaah tiap hari lewatin Kuningan biasa aja, pas masuk dalam frame langsung sendu-sendu gitu. Hahahaha. Riri Riza juga mengangkat Jogja dari sisi lain, pokoknya yang ditampilin bukan yang mainstream deh (dan saya yakin tempat itu akan jadi hits disana, yakin banget).

Sama seperti film AADC 1, ada juga kritik sosial yang disampaikan di film ini yang bisa kalian nikmati. Para pemeran dengan karakter masing-masing membuat film ini lebih berenergi positif, masing-masing peran serta backsound lagu yang bagus sukses membuat kisah film ini menjadi indah dan layak untuk ditonton. Lupakan kesan "ih.. film romantis pasti menye banget deh!", nonton saja lah! Ini film Indonesia yang bagus kok. Serius.

Itu saja review sederhana saya sebagai penonton biasa. Film ini sungguh enak dinikmati bersama teman-teman, jangan sendirian hahaha boleh aja sih kalo kuat mental. Saya saja setelah menonton film ini langsung mood swing gitu ingat masa lalu, tapi setelah keluar dari bioskop langsung switch ke masa sekarang yang jauh lebih penting.

saya liat scene ini malah senyum-senyum sendiri hahahaha
"Panas di kening, dingin dikenang" - salah satu bait puisi yang paling saya hapal dari film ini.

Yah seenggaknya penantian ratusan purnama saya tidak mengecewakan. Hahahaha.

Sekian tulisan saya, semoga sineas-sineas Indonesia mampu berkarya lebih baik lagi. Aamiin.

Wassalam :)

Selasa, 26 April 2016

My Happy Monday!

Now Playing: Us The Duo - Falling in Love

Hai!

Bagi saya hari Senin adalah hari yang selalu saya awali dengan dzikiran dan berdoa "Ya Allah, Senin lagi.. beri hamba-Mu ini kekuatan, aamiin". Agak lebay sih tapi memang benar energi harus dikumpul baik-baik ketika hari Senin sudah muncul di depan mata. Faktor umur, sudah lelah. Wahahaha. Tapi harus disyukuri.

Senin kemarin adalah Senin terhappy bagi saya, mengapa? Karena saya bertemu dengan salah satu keponakan saya yang ganteng bernama Raffi. Si Raffi ini anak dari adik sepupu langsung saya yang bernama Nona, kalo dari silsilah keluarga Nona ini berasal dari keluarga Mama alias "Keluarga Bulukumba", hehehe saya membagi dua keluarga saya sih ada yang "Keluarga Jawa" (Papa) dan "Keluarga Bulukumba" (Mama), masing-masing memiliki ciri khas yang jomplang banget hahaha tapi saya tetap menyayangi keduanya.

Senin pagi, Nona mengirimkan pesan kepada saya bahwa dia ingin sekali bertemu dengan saya sekalian pamit karena dia akan kembali ke Palu bersama suami dan anaknya. Saya pun mengiyakan dan bertekad dalam hati "pokoknya hari ini harus pulang cepat dan naik kereta ke Kalibata apapun rintangannya".

Sampai di Kalibata City, saya pun langsung bertemu dengan Nona dan Raffi, Si Agi - suaminya Nona - pergi merokok ntah kemana dan akhirnya kita berdua pun jalan bersama mengelilingi mall yang ada di area tersebut.

Hello Raffi! Ante Pipi is hereee! 
And I look like Kangaroo -_-
Nona, Raffi dan saya yang kumel habis pulang kerja dan desak-desakan di kereta hahaha
Nona memang lebih muda 3 tahun dari saya, tapi dia lebih duluan menikah dan punya anak. Ya kebanyakan perempuan di keluarga Mama saya memang memutuskan untuk menikah muda. Perbincangan kami berdua pun tak lepas dari kehidupan masing-masing, maklum saya sudah 2 tahun tidak bertemu dengan sepupu saya yang satu ini karena jarak yang membentang di antara kita berdua.

Kita berdua bertukar pikiran, mulai dari saya yang menceritakan tentang kehidupan pekerjaan serta suka duka merantau di Jakarta dan Nona yang bercerita tentang kehidupan setelah berumah tangga. Raffi juga termasuk anak yang tidak rewel, cukup diberi susu dan dipeluk langsung diam, yah tipikal anak yang gemes dan minta dibawa pulang ke kosan banget hahahaha.

"Jadi Ibu itu sungguh membahagiakan Mbak Vi, rasanya ingin berterima kasih sama Mama tapi Mamaku sudah tidak ada", yah Ibu dari Nona (kakak Mama saya) memang sudah tiada, tapi overall saya melihat sepupu saya ini adalah Ibu yang baik dan sangat menjaga anak dan suaminya. Sungguh dewasa walaupun umurnya lebih muda dari saya (terus melihat diri sudah tua tapi kebalikan masih childish wehehehe).

Setiap pertemuan pasti akan ada hikmah yang terselip yang bisa dijadikan pelajaran untuk diri sendiri maupun orang lain. Dengan berbagi pengalaman satu sama lain, kita bisa belajar untuk "switch position" atau berpikir seperti "kalo saya di posisinya dia bisa tidak hadapi ini itu dll?" dan dengan switch position itu akan muncul rasa empati dan simpati yang jauh lebih tinggi daripada rasa merendahkan atau judge sembarangan. Itu yang saya pelajari sekarang supaya hidup lebih indah dan selalu dinaungi rasa positif.

Olahraga ini namanya hahahaha, pulang-pulang encok
God bless all Mommy in this world!
Terima kasih untuk Nona dan Raffi untuk Senin yang ceria ini. Stay cheers and happy with your life!
Will see you again Nona, Raffi and Agi!

Wassalam :)

Kamis, 21 April 2016

Afternoon Thought

Keep smile, it heals all pain
location: Taman Mangrove PIK Jakarta Utara

Jujur,  saya dibesarkan dengan kisah-kisah princess dan magical life, saya meyakini bahwa one day ketika saya telah dewasa saya bisa dengan mudahnya mendapatkan sesuatu yang saya inginkan hanya dengan mengayunkan tongkat sihir dan setelah itu akan datang pangeran ganteng model Keanu Reeves mengendarai kuda putih dan datang menikahi saya (wth?).

But, as I grow older, life is not easy that way. Hidup ternyata seperti naik wahana Hysteria yang ada di Dunia Fantasi, naik turun tanpa permisi dan di tengah perjalanan kadang mau pingsan, tertawa dan teriak tidak karuan. Tapi ternyata justru yang naik turun itulah yang sebenarnya membuat hidup menjadi lebih indah dan patut untuk dicintai kehadirannya.

Beberapa hari lalu, ketika jenuh melanda hidup ini (sempat curhat di postingan sebelumnya kok, ehe) saya menelpon Mama saya di rumah dan mengeluh tentang kejenuhan yang saya alami dan beliau menjawab "Eh masih ada orang yang mau hidup seperti kamu". Saya seperti disetrum, benar juga sih. Biasanya saya memberi saran kehidupan ke orang-orang terdekat, sekarang malah saya yang diberi saran, yapp hidup memang merupakan kegiatan 'bolak-balik' posisi saja.

Life has its own bittersweet nature that makes us inevitably appreciate and love it so much. As time went by, I realized that love also has the bitter and sweet that actually keeps us going.

Tetap tersenyum dan bersyukur :)

Wassalam

Senin, 11 April 2016

That Moment

Now Playing: The Verve - Sonnet

Belakangan ini saya sering terbangun tengah malam, bukan karena kelaparan tapi mungkin pikiran.. yah, yang membuat tidur malam ini kurang begitu nyenyak, padahal biasanya kalo tidur macam Snorlax (jenis pokemon yang kekuatannya yaitu: tidur *oke Alvidha penggemar Pokemon. Banget. Sampe hapal)

Saat mengetik postingan ini terdengar di telinga lagu-lagu pelan nan syahdu dari Bach, Aditia Sofyan, The Verve dan beberapa lagu lain yang sengaja saya pilih agar saya kembali mengantuk tapi kenyataannya tidak bisa.

Tadi jam 10 malam, saya ditelpon oleh sahabat saya. Seorang sahabat yang paling saya percaya untuk menceritakan seluruh kegundahan gulana yang ada di kepala (sebaliknya dia pun begitu, maklum berteman dari TK jadi soulnya sudah dapat). Saya pun bercerita tentang seluruh gundah gulana yang membuat saya agak lunglai belakangan ini. Seperti biasa, dia mendengarkan dengan seksama. Yap, best listener memang susah sekali ditemukan. One in a million.

Setelah cerita panjang x lebar x tinggi, sahabat saya berkata "Kau toh cuma butuh piknik sendiri. Saking kurangmu piknik, terlalu banyak insecuremu, mengakar kemana-mana". Hm.. Maybe.

Kadang kalo sudah masuk situasi seperti ini saya menyebutnya "keluar sejenak". Iya, sepertinya saya sedang 'jenuh' dengan rutinitas. Sudah mencoba membuat goal harian agar hidup tidak suram-suram amat seperti: lari tiap Senin, Rabu, Jumat di GBK, pulang lewat jalur yang berbeda tapi tetap saja bosan. Ngooong.

Ternyata menjadi setia itu tidak mudah. Saya sedang tidak membahas relationship ya. Tapi, setia terhadap rutinitas itu susah sekali Oh Tuhan. Kadang heran sama ini manusia-manusia ibukota yang melakukan aktivitas itu-itu saja tiap harinya dan berpikir "Setdah.. Bisanya hidup tiap hari begini khanmaen".

Saya akui, belakangan ini memang saya feeling un-inspired. Nda tau kenapa. Ya balik lagi kata teman "kurang piknik". Mau piknik juga kemanaaa~. Naik gunung? I'm not a mountain person. Dari kemarin cari laut sih, dari kemarin browsing tour nyebrang pulau tapi harus group (nyari groupnya ini susah zzzz)

Tapi seenggaknya malam ini tidak suram-suram amat juga. Barusan dapat email dari Kelas Inspirasi kalo saya lulus jadi volunteer ngajar selama sehari di salah satu sekolah di Jakarta di bulan Mei nanti. Alhamdulillah. Yah seenggaknya ada 1 hari dimana saya bisa berbagi dengan orang lain dan banyak. Ketemu anak sekolahan, yeayy!

Mungkin saya butuh goa untuk bertapa terus keluar dan menjadi seseorang yang lebih fresh. Tapi disini nyari goa dimana dah? Lagian kalo bertapa kan lapar ya? Ada tidak ya goa tapi dekat KFC gitu jadi kalo bosen bertapa sisa ngesot ke KFC atau warteg deh beli tongkol cabe. Oke semakin ngaco kau ini Alvidha. Tidur saja sana.

Goodnite. Mau tidur, semoga masih bisa bangun. Doakan semoga pas bangun sudah ada pikiran mau piknik kemana.

Wassalam