Páginas

Rabu, 23 Juli 2014

Mencuci

Ngepost ditemenin suaranya Jason Mraz, enak kali ya.. lagi kosong di kosan, ada yang datang nyanyiin lagunya I'm Yours pake gitar.. hahaha ngayal.

Mengapa judulnya Mencuci? Ini mau buat postingan cara mencuci baju dengan baik yah? Heheh, ngga kok.. setidaknya blog saya agak terisi sedikit, ahahahah, toh sebelum nulis postingan ini juga saya habis nyuci baju subuh-subuh :p

Saya adalah orang yang paling tidak bisa melihat barang menumpuk. Seperti cucian numpuk, kotoran numpuk, debu numpuk, kenangan masa lalu yang numpuk, dan dosa yang numpuk *laaah.. curhat dia*. Hampir tiap hari saya mencuci baju saya, sehingga teman-teman di kosan memberi julukan saya anak rajin. Ehem, biasalah.. calon-calon menantu idaman kesayangan mertua, lumayan juga ngucek bisa bikin lengan kencang, jadi bahu makin enak buat disanderin.. nih bahuku.. kalo kamu sedih *eyaaa..

Mencuci menurut saya adalah kegiatan yang enak, kamu kena air, main-main air, ngucek-ngucek baju sampai bersih. Awal-awal patah hati kemarin (ya rasanya sampai sekarang sih *mblaaah) saya doyan banget nyuci, mulai dari nyuci baju, nyuci handuk, nyuci piring, dan nyuci-nyuci lainnya. Apalagi tau kabar bahwa doski (yang bikin patah hati) telah memiliki pendamping baru.. HUAAAAHH..

Setelah mendengar kabar tersebut, saya mengambil celana jeans saya yang kotor, dan mencucinya. Ngucek celana jeans itu butuh perjuangan men.. jeans kalo udah direndam, beratnya bertambah 10x lipat. Apalagi hari itu, ada teman saya yang memperlihatkan foto doski dengan pendamping barunya lagi sandar-sandaran, makin kuatlah saya menyikat jeans saya serta ada adegan banting-banting jeans di kamar mandi. Hahahaha.

Saya adalah orang yang jarang mengeluarkan emosi, alias marah.. tapi sekali marah yah tau sendiri lah.. kayak orang gila. Dan saya lebih senang menyalurkan marah atau kesal saya dengan kegiatan rumah tangga seperti mencuci dan membersihkan rumah. Makanya, kalo lagi marah jangan cari saya kemana.. cari aja di kamar mandi, paling lagi nyuci jeans. Hahahaha.

Saya menganggap hal yang membuat saya emosi itu seperti kotoran, harus dibersihkan. Anggap saja emosi itu kotoran dan baju itu hati.. eh ada kotoran nempel di baju, masa dibiarin? Yah pasti dicuci lah kan? Yah cara nyuci emosimu yah tergantung caramu bagaimana kamu sukanya, kalo saya emang demen main air makanya saya nyuci. Ada beberapa teman dekat yang jika emosi lari ke masak, lari ke makan, lari ke olahraga.. setidaknya itu lebih baik daripada marah-marah sambil banting-banting gelas, kasian gelasnya pecah, keinjak orang berdarah, kalo emang marah yah marah aja tapi jangan pernah marah tapi nyusahin orang lain. Hehehe.

Coba deh sekali-sekali kalo lagi emosi, terus ambil tumpukan cucian, terus ngucek. Kadang nih ya, saya dapat inspirasi menulis atau apalah dari saya ngucek. Ngucek baju sambil mengkhayal, berpikir, berandai-andai, eh ide dapat, baju bersih juga dapat. Hohoho.

Intinya sih jangan sampai emosi menguasai diri kamu, itulah guna kita menjadi manusia, untuk mengontrol emosi, apalagi sekarang bulan puasa bro.. Hehehe. Sekian dulu yah postingan saya, semoga besok cucian saya pada kering... asal jangan sekering ini hati *laaah laaah.. mbo ya kalo hati kering cari yang bisa basahin dong Alvidha? iya. ntar mau basahin ini hati kok.. pake air doang. Hahaha. Makasih yah sudah baca. Wassalam :)

Jumat, 04 Juli 2014

4 Juli 2014 | 16:46 PM

Postingan ini saya buat khusus buat semua teman-teman saya dimanapun kalian berada yang sedang memiliki masalah yang njelimet lahir batin. 

Sebagai anak gaul era masa kini (eyaa), saya punya beberapa teman dan setiap teman punya masalah pribadi yang nyungsep di kepalanya, hatinya, jiwa raganya hingga dia bisa galau menahun. Dan masalah yang paling rumit dalam kehidupan mereka adalah masalah percintaan. Terutama masalah percintaan dengan lawan jenis.. Maklum, saya jarang mendengar teman saya curhat masalah cinta sesama jenis atau cinta berbeda spesies. 


Masalah percintaan mereka beraneka ragam. Mulai dari naksir seseorang tapi bingung mau bagaimana karena seseorang tersebut terlalu sulit digapai, terlibat cinta segi banyak-banyak, cinta beda agama, cinta tanpa restu orang tua, cinta jarak jauh, cinta ditolak uang bertindak, "aku bagaikan jemuranmu, digantung terus sampe kering", cintaku mentok di BBMmu (lirik seorang teman *lalu kabur), cinta main tangan, cemburu-cemburu, dan lain-lain (masalah percintaan ternyata banyak pemirsa!!)


Kasus percintaan hanyalah 1 dari berjuta-juta masalah yang muncul dalam hidupmu, all my friends! Masih banyak kasus yang akan menimpamu yang akan lebih menyeramkan daripada kasus percintaan. 


Seperti: seramnya orang yang sedang mencari pekerjaan. Ibarat orang yg mau pacaran niyeee.. Cari kerja dan melamar kerja itu ibarat menyatakan cinta sama seseorang, dan masa sekolah plus kuliah adalah masa PDKTmu, bukan main kurang lebih 16 tahun masa PDKT mu (normal dr jenjang kelas 1 SD sampe S1 lah.) Dan pada saat kamu "nembak", kamu ditolak! Jengjeng... It's hurt actually.. For me, it's more hurt than broken heart.


Bukannya mau menakut-nakuti, tapi masih banyak hal yang lebih menyeramkan daripada galau karena kekasih. Contoh: kematian. Suka tidak suka, mau tidak mau kalian harus menghadapi cobaan yang sudah pasti akan ada ini. 


Mamah Papah saya selalu mengajarkan saya untuk enjoy hidup dan menertawakan semua masalah yang terjadi dan tetap menjadi bahan introspeksi diri. Dulu rumah saya pernah kemasukan maling, dan seluruh gaji sebulan Papah saya ludes, tapi orang rumah hanya ketawa-ketiwi saja tanpa mikir "Waduh nanti kita makan apa nih?" Dan dengan entengnya Papah bilang "Nyawa saja bisa lenyap seketika, apalagi uang.. Nikmati saja. Ini teguran dari Tuhan supaya kita lebih harus tinggal di rumah, jaga rumah dan lebih menjaga satu sama lain", dari situ saya selalu menertawakan semua masalah saya. Walaupun kadang 10 persen batin menangis. Hahahahaha. 


Kamu adalah apa yang kamu pikirkan, kalo di pikiranmu isinya galau terus, bisa-bisa kamu dijuluki manusia galau. Ide'eh.. Jadi bangga mko itu kalo galau ko? Ckckck.. Pantas negara kita galau, anak mudanya galauers bela -__-"


Enjoy your problems and laugh it! Jangan sampe masalahmu membuat kau mengakhiri hidupmu seperti di sinetron Indosiar yang saya tonton td pagi ketika habis sahur.. Gara2 suaminya selingkuh, dia nekat minum obat sampe overdosis. Ya bagus kalo langsung mati, kalo ngga? Bikin malu lah.. Hahahaha


Hidup itu sudah kodratnya dipenuhi dengan masalah. Kalo hidupmu tak bermasalah berarti kamu sudah sebelas dua belas dengan orang mati. 


Jika dunia percintaanmu sedang kelabu, tenang.. Ada Tuhan yang bisa kau jadikan tempat mengadu. Bukan main, Tuhan adalah Dzat yang Maha Pengasih, kau curhat selama kau mau, Dia nda pernah bosan dengar keluh kesahmu. God always bless you, all my dearest friends :)


Dan ada juga sahabatmu.

Sahabat yang baik adalah sahabat yang selalu ada di belakangmu, depanmu dan disampingmu. Saat kau terjatuh, dia menopangmu dari belakang.. Saat kau ingin menggandeng, dia selalu jalan beriringan disampingmu dan siap menggandengmu dan saat kau merasa terancam, dia akan berdiri di depanmu, menjagamu. 

So, to all my dearest friend.. Masih mau galau? Enjoy aja lah.. Go ahead, make your day more awesome! 


Oke, sekian dulu postingan yang mau saya share ke kalian. Saya bukan Mario Teguh yang bisa menginspirasi Anda dan memotivasi Anda, tapi saya adalah Alstrojo yang bisa membuat Anda tersenyum sedikit saat membaca postingan ini.


Wassalam :)

Kamis, 03 Juli 2014

Mengapa Menulis?

Jika filsuf bernama Descartes berkata “Cogitu Ergo Sum” yang artinya “aku berpikir maka aku ada”, maka saya akan mengatakan “Aku Menulis Maka Aku Ada”. Dengan menulis, seluruh manusia akan tahu jika ternyata kita berada dan eksis di dunia ini. Entah dengan melihat tulisan kita di dinding, di kertas, buku, blog, wall facebook, status twitter dan lainnya. Coba saja jika kita membuat akun di blog tapi sama sekali tidak pernah mengisinya, kita dianggap tidak ada oleh para blogger yang lain. Dengan tulisan, keberadaan kita diakui.

 Menulis itu menjadikan apa yang dialam pikiran sehingga dapat dilihat oleh mata. Coba bayangkan seandainya kita tidak menulis, kita akan menumpuk beban pikiran di kepala dan bisa berujung pada sesuatu yang bernama “stres”. Dengan menulis, semua beban bisa kita bagi. Pernahkah kamu merasa tenang setelah menulis? Ya, saya sering. Dengan tulisan kita bisa membuang “sampah” yang terpendam di kepala. Sehingga kita bisa menjadi lebih segar dan awet muda setelah menulis. Karena menulis adalah penenang jiwa dan pelepas dahaga kesepian.

Cukup dengan membuka notes, atau Microsoft Word, menulis apa yang kita rasakan seharian ini, atau menulis tentang perasaan yang terpendam, walaupun kita tak bercerita kepada orang, tapi bercerita melalui tulisan rasanya bisa menghilangkan beban pikiran yang ada.

Dengan menulis, orang-orang bisa tahu tentang diri kita walaupun mungkin kita tidak pernah bertatap muka. Contoh: Saya tidak pernah bertemu dengan seorang penulis favorit saya secara langsung, tapi saya tahu kehidupan dia, mengapa? Karena dia menulis, dia berbagi, dia bercerita, melalui tulisannya di harian online dia, entah melalui blog ataupun status di twitter atau facebook, dan bisa juga melalui buku yang dia terbitkan.

Tapi kadang banyak orang yang jarang menulis dengan alasan tidak bisa. Semua orang bisa menulis, mereka mungkin saja malas. Mengapa saya katakan semua orang bisa menulis? Karena mereka bisa membalas sms, mengomentari status facebook dan membuat status twitter. Jadi tidak ada alasan bagi mereka bahwa mereka semua tidak tahu menulis. Semua orang bisa menulis, persoalannya adalah mau atau tidak.           
 Mulailah menulis dari apa yang kita tahu, memotret fenomena di kepala dan menulislah menurut sudut pandang yang paling kita suka. Menulislah dan jadilah dirimu sendiri. 

Wassalam :)

Senin, 30 Juni 2014

Ramadan This Year

Now Playing: Before It's Too Late - Goo Goo Dolls

Ramadan kali ini terasa berbeda, sangat berbeda. Mengapa? Karena saya melewatinya bukan di area kekuasaan saya, huhuhu. Saya melewati di tempat rantau yang penuh ranjau, sangat jauh dari orang tua, tidak jauh amat sih.. yah 2 jam naik pesawat lah.

source: deviantart.com

Tiap tahun saya merasakan Ramadan alhamdulillah selalu dengan suasana berbeda, tahun lalu saya melewati Ramadan dengan suasana baru yaitu saya sudah menyandang status sarjana dan menjadi pegawai honorer sebuah dinas kementerian dan tahun ini berbeda lagi, berpuasa dengan suasana baru, pekerjaan baru, tantangan baru dan mungkin isi hati yang baru (?)

Ramadan ini saya ditakdirkan untuk tidak mengikuti puasa perdana, yah if you know what i mean.. girls.. period stuff.. jadi, saya merencanakan untuk tidur-tiduran manja saja di kosan sambil nonton film kartun yang habis saya download. Dan Alhamdulillah ada teman yang ngajakin buka bersama puasa perdana dirangkaikan dengan nonton bareng bola, hahahaha..

Yah, terlepas dari segala hal yang ada di kehidupan saya yang saya share ke kalian, saya dari lubuk hati yang terdalam ingin mengucapkan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa yah teman-teman, semoga ibadahnya lancar aamiin ya Rabb.. Bisa kisah cintaku juga dilancarkan (?) Hehehehe.. Aduh jadi malu. Sekian tulisan saya di sore hari ini. Wassalam :)

Rabu, 18 Juni 2014

Menikmati Jepang di Shaburi & Kintan

Nowplaying: The Strokes - Someday

Sepertinya hari ini adalah hari yang cukup menyenangkan bagi saya, mengapa? Karena hari ini adalah hari launching restoran baru di Pacific Place Mall di kawasan Sudirman, Jakarta Selatan yaitu Kintan Japanese Yakiniku. Saya diajak oleh reporter senior di tempat kerja saya, Pak Ris untuk menemani beliau ke acara media launcheon Kintan Japanese Yakiniku. 

Sampai disana, para PR dari restoran tersebut menyambut para reporter (padahal saya bukan reporter, hihihi) dan mempersilahkan kami duduk. Tapi, kita tidak langsung dipersilahkan mencoba menu dari Kintan Japanese, sebelumnya kita diajak menikmati menu shabu-shabu dari restoran Shaburi yang ternyata satu company dengan Kintan Japanese, bedanya Shaburi Resto khusus menyajikan makanan shabu-shabu.

suasana Shaburi Resto yang cukup cozy
Memasuki restoran ini, saya berasa di Jepang (padahal belum pernah ke Jepang sih, hahaha), elemen kayu dan tata cahaya dalam ruangan membuat kita nyaman di tempat ini, sayang backsound restoran ini kurang begitu matching karena lagu yang diputar kebanyakan lagu barat, yah.. saran aja sih, lagu Jepang yang mellow gitu atau cuma instrumen saja sepertinya lebih enak (yah, beginilah kalo mantan reporter event musik nulis kuliner, pasti lari-larinya ke lagu, zzzz) 

Konsep dari restoran Shaburi ini, kita menikmati makanan dengan kemauan kita sendiri, untuk itu setiap orang disediakan 1 kompor flush (yang rata dengan meja) dan 1 panci lalu makanannya kita masak sendiri sesuka hati.

1 orang 1 panci, hohoho!
yang mau direbus, tinggal pilih hihihi.. mulai dari meat hingga vegetables
rebus-rebus yuhuuu~
Sushi Roll-nya endeees banget :)
Setelah agak kenyang menghadapi shabu-shabu ini, PR resto pun meminta kami untuk move ke resto sebelah yaitu Kintan Japanese Yakiniku, ayhihi.. makan lagi dong (dasar perut karet!). 

Lokasi Kintan dan Shaburi ternyata bersampingan, suasana restoran pun tak beda jauh. Yakiniku sendiri merupakan makanan khas asal Jepang yang dimasak dengan cara dipanggang di atas api seperti bistik menggunakan alas yang disebut 'teppan'. Bahan utama Yakiniku berupa potongan daging sapi, ayam, atau seafood yang terlebih dahulu dicelupkan dengan saus tare, yah menurut saya, yakiniku ini semacam mini steak, kalo nungguin steak kan lama tuh sampe hampir setengah jam, kalo yakiniku kita memanggang sendiri, jadi tingkat kematangan disesuaikan dengan selera masing-masing. 

Yakiniku Premium Set @ Kintan Japanese 
Huhu.. bakar bakar!
Kimchi, menu Korea yang nyasar di Kintan... hihi
Yap, Kintan dan Shaburi  Resto ini berada di Pacific Place Mall Lantai 5. Jadi, bagi kalian yang pengen banget merasakan Jepang di lidah, sini kemari.. Hehehe. Oiya, ada promo sampe bulan Agustus, jadi buat kalian yang dapat artikel tentang Kintan atau Shaburi Resto di beberapa majalah, salah satunya majalah Eat and Leisure dong, kalian akan mendapatkan potongan 10%. Hehehe.

Okedeh, sekian beberapa paragraf saya tentang restoran hari ini. Terima Kasih Pak Ris untuk ajakannya. Wassalam :)

Senin, 09 Juni 2014

i run you...

Saya selalu suka lari, dimanapun. Termasuk lari dari kenyataan *blaaaah..

Menurut saya, lari itu menyehatkan dan menyegarkan. Lima hari dikungkung oleh pekerjaan yang membuat leher tegang, dan pinggang encok karena duduk depan komputer yah pasti harus dibalas dengan kegiatan yang sedikit membuat fresh, untuk itulah saya memilih lari.

Tiap weekend, saya pasti keluar dari kosan mencari udara segar (walaupun susah mendapatkan udara segar disini) dan memakai sepatu lari, dan laaaari.. 

Di Jakarta ini, saya selalu lari di kawasan Epicentrum, Jakarta Selatan. Kebetulan areanya tenang dan tidak terlalu banyak orang serta ada sungai kecil yang diisi banyak ikan yang membuat area ini menjadi lebih segar serta pohon-pohon. Konon, tempat ini selalu dijadikan tempat shooting iklan. Yah, kaliaja pas saya lari ada sutradara ngelirik hahahaha mimpi.

Epicentrum Riverside *pake efek panorama di kamera jadi agak luas gitu deh*
Adem kan tempatnya? HAHAHAHAHA.. Saya merasa di luar negeri gitu deh.. Soalnya, depan sungai buatan ada apartemen yang mayoritas tinggal di dalamnya adalah bule-bule yang pada kerja di Jakarta, jadi jangan heran kalo kamu lari disini biasa nemu bule Afrika, Amerika, India, dan lainnya.. yah sekalian cuci mata :p

Dengan lari, saya menjadi orang yang paling kece hahaha, serta seksi.. In my humble opinion, orang yang keringatan karena olahraga itu seksi baaaanget. Hahahaha. Makanya, saya selalu kagum dengan orang yang concern dengan kesehatan, karena saya rasa sekali sakit itu mahal. Saya pernah kena flu, cek ke dokter, bayar 100ribu. Gilaaaaa.. Lagian flu doang malah ke dokter hahahaha.. geblek!

Buat kamu yang malas olahraga, cobalah sekali-sekali untuk lari dan mengeluarkan beberapa mililiter keringat. Hahahaha. Serius, kalo kamu keringatan habis lari, mukamu pasti cerah dan glowing gimana gituuu. Hehehehe

Kadang saya biasa lari sambil dengar lagu dan berpikir tentang kejadian yang pernah terjadi dan yang mungkin akan terjadi. 

Alvidha dan kegiatan lari sorenya *kakinya doang*
Kalo kata Bang Haji Rhoma Irama..
Binalah kesehatanmu demi duniamu..
Utamakanlah sholatmu demi akhiratmu..

Eyaaa.. Jadi, masih mau malas lari? masih mau malas olahraga? Yakin? Yakin ga mau ketemu kakak-kakak atau adek-adek lucu berkeringat di tempat lari? 

Wassalam