Páginas

Jumat, 14 Maret 2014

Night In Museum, hahaha

Video  Mapping di Museum Fatahillah, manstaaapp!!
Museum Kantor Pos Indonesia
Opening Food Festival, sebenarnya ada Jokowi di depan cuma nda kelihatan
Berhubung saya tidak bisa selfie, yasudah kakiku saja yang selfie
Sudah mulai sepi
Jalan-jalan dalam rangka Food Festival yang diadakan oleh Pemda Jakarta. Sebenarnya mau foto stand makanan, tapi henpon keburu lobet dan crowded sekali. Jalan-jalan sendiri memang menyenangkan, tapi lebih enak kalo ada orang yang digandeng. Wakakakaka. Wassalam

Selasa, 04 Maret 2014

What A Life!

Now Playing: Summer Sunshine - The Corrs * in the heat of Summer Sunshine, I'll kiss you.. and nobody needs to know...

Assalamualaikum Wr. Wb
Saat ini saya ngepost live dari tempat kos di daerah Mampang Prapatan, JakSel, yakali ada yang mau ke Jakarta.. jangan lupa mampir... tempat kosku di belakang Trans TV hahahaha.. lumayan, kalo bete bisa melipir sedikit ke sana dan daftar untuk jadi audiens YKS joget oplosan.. zzzzz...

Waktu menunjukkan pukul 03:57 WIB saat saya menulis ini.. Ntahlah tiba-tiba saya terbangun, dibangunkan suara masjid, yah.. dahsyatnya kosan saya.. masjid disini keroyokan alias banyak sekali.Jadi, kalo menjelang Subuh.. meriahlah bagaikan alarm. Yah, Allah memang baik, saya adalah manusia yang kalo tidur seperti orang mati dan dapat kosan yang kiri kanan masjid adalah sebuah anugerah.

Senin kemarin (03/03) adalah hari pertama saya bekerja. Alhamdulillah sekarang saya bekerja di salah satu media yaitu majalah, yap sebuah inflight magazine salah satu grup penerbangan. Adaptasi dengan tempat baru dan orang-orang baru adalah hal yang paling menyenangkan, it's a new challenge for me...

Pulang dari kantor hari perdana saya langsung merasakan "deh kehidupangaaa metropolitan" moment. Di kantor kemarin, saya santai saja biasa pulang jam 4 atau jam 5 karena kantor sangat dekat dengan rumah. Disini? buang jauh-jauh impian untuk pulang jam segitu.. saya malas, kena macet. Hahahaha. Dan jam segitu adalah jam dimana manusia di shelter busway mencapai titik maksimal menurutku hahahahaa.. saya malas berdesak2an.. kita seperti ikan sarden.. numpuk-numpuk..But, thats a life dude!

Jadi, saya memutuskan pulang kantor sehabis Magrib.. kantornya di daerah Menteng jadi kalo pulang ada berbagai alternatif dan saya lebih memilih naik busway. Mengapa? murah dan sedikit lebih aman. Saya agak ngeri dengan kopaja dan metromini.. apalagi kalo naik malam-malam. Hehehe.

Setelah berdesak-desakan di busway (yang alhamdulillah abang keneknya ganteng jadi ada obat pelipur lara, pasti cewek2 di busway berpikiran sama, hahaha), sampai di kosan saya disambut dengan tumpukan cucian, so? MENCUCILAH! Saya adalah manusia yang agak anti laundry jadi saya harus menggosok sendiri. Yakinku pulang dari sini kencang lenganku. Huahahahaha.

Berbaring sebentar, online social media.. dan memikirkan orang tua di pulau seberang, yah saya kangen mereka.. di kosan sendiri seperti ini rasanya sepi saja. Just because you leave someone, doesn't mean you have to stop caring about them.. don't be careless person to people you love.. even they're far from you. And you have to be strong and struggle living without people you love.. Sedap! Hihihihi.

Mamah saya selalu berpesan "jangan pernah tinggalkan sholatmu Nak, karena itu cuma yang lindungi kamu di saat sendiri" Mamah saya benar. Tuhan tidak pernah tidur, ada Dia yang akan selalu menjaga dan menyayang disaat orang yang diharapkan untuk menyayangi kita tidak berada di samping kita.

Apa kabar Makassar? Semoga baik-baik saja. Saya merindukan orang-orang di dalamnya. Life still goes on.. just fight for it! Wassalam.

*p.s : kangen Mie Titi tingkat dewa.

Senin, 10 Februari 2014

And that time is coming....

Now Playing: Steven Curtis-I'll Be Remembering You. Lagunya enak,doski ini soundtracknya film Narnia.

Saat  menulis ini jam menunjukkan pukul 03.36 dan di luar hujan sedang lucu-lucunya. Menghitung hari saya akan meninggalkan kota ini. Lusa saya sudah milik kota lain, walau KTP tetap bertuliskan bahwa saya adalah penduduk Sulawesi Selatan (dan saya bangga), dan saya sekarang masih heran. Kenapa begitu cepat saya mengambil keputusan saya akan meninggalkan kota ini.

Ada beberapa teman saya berkata bahwa saya mengambil tindakan terlalu gegabah, tapi setelah berpikir dan curhat dengan Sang Pemilik Hujan di luar sana, saya semakin yakin bahwa tetap tinggal di Makassar itu bagus, tapi keluar dari Makassar adalah sesuatu yang harus saya lakukan.

Saya menatap koper yang ada di depan saya, Oh Damn! Ternyata saya benar-benar akan meninggalkan kota yang sudah menjadi teman hidup saya selama 21 tahun (setahun pertama lahir saya tinggal di Palu). Saya akan meninggalkan keluarga saya, meninggalkan rumah sederhana di Jalan Ketapang dan meninggalkan para sahabat dan teman.

FYI, saya akan ke Jakarta.. untuk mengejar cita-cita. Hehehehe. Mohon doa restu kawan-kiwin sekalian.. semoga saya akan menjadi pejuang rantau di kota yang (katanya) penuh ranjau itu.

Ah! Alvidha mau ke Jakarta niye... akan berhadapan dengan macet, banjir dan beberapa fenomena lain yang biasa saya liat di tv dan bahan bacaan. Huft! Saat ini, sebelum pergi.. saya hanya menyiapkan mental menghadapi kota baru yang akan saya tempati.

Yap, kondisi akan berubah pastinya. Yang tadinya anak rumahan menjadi anak kosan.. makan sendiri, tidur sendiri, kalo kerja diantar jemput sama Papah mungkin nanti akan berbusway-busway ria. Oh My God! Yap, Life begins when you leave your comfort zone. Saya akan keluar dari zona nyaman saya. Dari dulu saya selalu berharap saya akan keluar dari zona nyaman, and that time is coming...

Honestly, now i can't hold my tears.. i just realize that i have to leave my family and friends. Sebisa mungkin sebelum pergi saya menyempatkan diri bertemu mereka. Walaupun di luar terlihat tertawa, tapi hati remuk juga karena akan meninggalkan mereka, di tempat baru mungkin akan menemukan orang baru tapi pasti akan berbeda. Hahahaha.

Untuk keluarga dan teman yang membaca postingan ini, maaf kalo misalnya ada kelakuan Alvidha yang kadang di luar batas.. Alvidha minta maaf. Mohon doa restu semoga bisa fighting di kota orang. Hahahaha. Alvidha tinggal dulu ya.. pergi mengadu nasib.. tapi dalam batas waktu yang belum ditentukan. Aaaa... bakalan kangenka pasti sama coto, mie titi, donat kentang racing, pukis hertasning, putu menangis, pantai losari, lari-lari di karebosi.. OMALE.. NANGIS.. NANGIS!!!

There is a good in "goodbye", Good luck Good people! Good bye Makassar the Good City.. I'll leave you for a while.. pasti akan kembali kok.. God bless us. Tetap jaga diri, dan selalu saling menyayangi satu sama lain. Saya titip keluarga saya yah :)

Wassalam.

- Alvidha, calon orang sukses. Aamin ya Rabb -

Jumat, 31 Januari 2014

just wait for the time...

Now playing: Parachute - Hurricane *ini lagu liriknya betul-betul nabrak banget.. hahahaha..

So.. here i am.. still sitting on bed. Thinking. What happen with me about few days ago.
Jujur, sampai sekarang saya masih bertanya-tanya apa yang terjadi. Masih kuat memori patah hati pagi-pagi kemarin dan rasanya masih cekit-cekit. Iyalah, bangun pagi bukannya kumpul nyawa bae-bae malah putus cinta. Kasihan. Banyak skali dosamu mungkin Alvidha hahahaha..

But actually my self more calm than before lah.. kalo beberapa hari yang lalu mungkin agak galau tidak jelas, kerjaan di kantor sedikit berantakan ngulang sini sana.. sekarang sudah bisa memulai hari dengan hati yang gembira.. mungkin efek air mata sudah habis kaliya..

Temanku bilang "kasih habis memang air matamu mbak.. kasih terkuras semua" yowes, saya kuras semua.. sekarang.. sudah habis.. jelek saya rasa mukaku.. mungkin sudah harus nyalon dulu biar bisa cantik.. harus lebih rajin olahraga biar lebih sehat.. karena dalam tubuh sehat terdapat jiwa yang sehat.. itu yang nda pernah olahraga nanti jiwanya sakit..

Suatu pagi, mungkin hari Rabu pagi kemarin.. saya dan Papa berada diatas mobil dan bercerita... Papa menanyakan kondisi saya apakah saya masih bermuram durja atau tidak.. saya hanya bilang "i'm fine dad" and Papa cuma bilang... "Jangan sedih mba... Santai.. Ikhlaskan"

Huhu.. that's why i love my Papa so much! Papa selalu bilang kalo dikasih cobaan ntah cobaan apa tetap calm and carry on serta ikhlas. Karena sesungguhnya kalo seluruh kejadian diterima dengan ikhlas dan lapang dada.. semuanya akan baik-baik saja..

Just wait for the time... time will erase all memories.. all pain become tasteless and i am more strong than before.

Sabtu, 25 Januari 2014

Tasteless

Tiap pagi saya selalu minum teh hijau pahit, karena teh hijau banyak manfaatnya. 
Pahit, sangat pahit.
Rasa pahit memang tidak enak, tapi jika tiap hari kamu kena rasa pahit, kamu akan terbiasa dan jadinya tasteless.
Terima kasih untuk teh hijau pahit, membuat saya jadi lebih strong. 
Wassalam :)