PƔginas

Selasa, 06 Mei 2025

Berkenalan dengan Alvidha versi 30-an

Hai, halo!

Perkenalkan, nama saya Alvidha. Mungkin sebelumnya kamu sudah pernah membaca blog ini—yang dulu cukup aktif di era 2009 sampai 2013, zaman di mana menulis blog jadi salah satu cara paling seru buat curhat dan ceceritaan. Tapi mungkin juga, ini kali pertama kamu nyasar ke sini. Apapun itu, selamat datang dan salam kenal ya

Napa nih perlu kenalan ulang? Ya selain biar akrab dan meskipun saya masih Alvidha yang sama, sekarang udah masuk ke versi: Alvidha 30-an. Kalau ibarat software nih, mungkin udah punya fitur sabar tambahan, bug overthinking rada berkurang, walau kadang suka bluescreen tiba-tiba dan sedikit upgrade di kemampuan menerima kenyataan hidup yang nggak selalu sesuai rencana HAHAHAHAAH. 

Oh ya, kalau penasaran mengapa nama blog ini ada kata “Alstrojo”, itu singkatan dari Alvidha S. Sastromihardjo — marganya dapat dari Bapak saya. Dulu waktu awal bikin blog, kata “Alstrojo” kedengeran lucu dan catchy aja. Jadilah saya pakai sebagai semacam “branding diri” saat itu. Banyak rekan yang manggil nama pake Alstrojo wkwk. 

Kalau dibandingin, Alvidha atau Alstrojo yang aktif ngeblog dulu dan yang nulis sekarang itu sebenernya masih mirip-mirip lah ya. Masih doyan humor receh, masih suka ketawa sendirian karena hal-hal random, dan hidupnya... yah, masih suka absurd juga. Bedanya, sekarang udah lebih bisa ngasih ruang buat diri sendiri. Lebih tenang, lebih mikir sebelum ngomong (kadang), dan lebih sering mikir: nggak semua hal harus ditanggapi, tapi semuanya layak direnungi. Wanjay marunjay takanjay kanjay~ 

renunganku di setiap waktu

Saat ini sibuk apa? 

Ya, sedang menjalani hari-hari sebagai perempuan umur 33 yang sedang belajar banyak hal: belajar jadi ibu, belajar jadi istri, belajar tetap jadi diri sendiri di fase yang dewasa ini. Yang kalo dipikir-pikir dewasa ini isinya cuma "ini gimana?", "nanti gimana ya?" and the final one "yaudalah mau gimana lagi".


Alvidha yang berubah apanya?

Akuuu masih seperti yang duluuuu~ 

selain menghirup aroma uang baru
sekarang aku suka menghirup minyak kapak 

Cuma mungkin lebih anteng dikit kali ya. Dulu kan rada heboh tuh, sekarang jauh lebih chill dan bodoamat terhadap suatu hal yang tidak penting atau bukan bagian dari ranah hidup. Oh iya dan mungkin di tulisan baru akan datang, ku akan menggunakan EYD lah ya karena kalau lihat tulisan lama kebanyakan pake istilah Makassar (mungkin akan terselip kadang-kadang) tapi ku usahakan semua akan mengerti tulisan saya. 

Jadi ya, begitulah sedikit perkenalan ulang dari saya, Alvidha versi 30-an yang (akhirnya) kembali nulis. Ya saya tidak janji akan bakal rutin banget ya wak, tapi semoga tetap konsisten berbagi cerita. Karena kadang yang kita butuhkan cuma tempat kecil buat menuangkan pikiran, tanpa tekanan harus sempurna.

Kalau kamu pembaca lama, terima kasih ya masih mau mampir lagi ke blog ini. Dan kalau kamu baru pertama kali nyasar ke sini, salam kenal dan semoga betah. Tidak ada topik khusus di sini, isinya bakal campur-campur: self-growth, kehidupan sehari-hari, cerita sebagai ibu, hobi, hal receh, sampai obrolan dalam hati yang kadang terlalu malu disuarakan.

Kalau kamu juga lagi dalam perjalanan jadi versi baru dari diri sendiri, semangat! 

Sampai jumpa di postingan selanjutnya!


Rabu, 23 April 2025

Saat Kata-Kata Mulai Mencari Jalannya Lagi #tsaelah

 Hai, Halo! *idih kakunya~

Terakhir saya menulis itu di tahun 2021 dan sekarang sudah bulan April 2025 hahahahašŸ˜† Alhamdulillah sampai detik saya menulis ini, masih bernapas dengan baik dan masih diberi kesehatan. 

Selama vakum ngeblog, hidup terus berjalan. Kadang speednya slow, anteng, kadang ngebut darderdor ada gebrakannya, dan kadang jalan di tempat aja. Terkadang kepikiran untuk ditulis tu gebrakan ke blog tapi sudah terlalu banyak interupsi jadi ya ngambang dan ngilang aja tuh mood. Apalagi sekarang hidup kalau bukan tidur ya doom scrolling sampai nyeri sendi tuh jari-jari (wets umur ya wak, bahasannya sudah nyeri sendi wkkwkwk)


Dulu saya nulis di blog mostly buat curhat brutal dan cerita bodo'-bodo'. Sekarang? Kayaknya saya pengen nulis buat menyimpan hal random yang pernah terjadi saja. Soalnya makin ke sini, memori tuh cepet sekali menguap. Dan mari mencoba menjadikan blog ini hidup kembali dan berusaha belajar menulis lagi, karena sekarang menulis banyakan di ruang chat saja.

Jadi teringat semasa remaja, rajin banget update blog weyyy ampun! Sekarang mari pelan-pelan kita bangun lagi semangat itu walau rada zulit ya. Namun, ku yakin bisa sih, karena sudah banyak hal random lucu yang "alstrojo" banget hadir di hidupku belakangan ini wkwk. 

Untuk sekarang, ngeblog mungkin akan jadi pelarian overthinking. Balik ke sini bukan buat ngejar angka, insight or else, bukan buat jadi "blogger rajin", tapi buat jadi diri sendiri yang dulu suka nulis tanpa beban.

Make Alstrojo Great Again!

Minggu, 26 Desember 2021

Appreciation Post for 2021

2021 adalah tahun kedua menjalani pandemi. Yah walaupun tahun ini tidak separah 2020 karena sudah ditemukannya vaksin (dan hamdalah ku & suami juga udah vaksin), tapi tetap belum sebebas sebelumnya. 

Seminggu lagi kita akan beranjak ke 2022. Apakah kalian sudah siap? Sebelum beranjak ke 2022, saya ingin refleksi sedikit mengingat apa yang sudah terjadi di tahun 2021 ini. 


Siap menghadapi 2022, aamiin!


Tahun 2021 adalah tahun roller coaster bagi saya sendiri. Ada banyak kejutan naik terus dan bikin "mengkaget' (bahasa anak gaul) baik di awal, tengah hingga akhir tahun. Tapi mau apapun itu ku tetap bersyukur dengan berbagai pengalaman tersebut dan menjadikan pelajaran hidup. 

Di tahun ini, saya dipertemukan dengan lingkungan pekerjaan baru dimana saya bisa fokus menekuni bidang yang sudah lama saya idamkan yaitu social media specialist. Dan alhamdulillah ditemukan dengan perusahaan yang cukup bonafit. 

Lalu pengalaman dalam berkendara mobil (seperti di post sebelumnya ya, 2021 saya udah bisa menyetir lho! Pencapaian bukan? WKWK), saya mengalami accident ditabrak motor oleh buibu, dikarenakan saya ngerem nih karena ada jamet berhenti tiba-tiba, entah mengapa ibu yang hendak nyalip dari kiri jatuh gedubrak (sebenarnya salah beliau kalo dirunut timelinenya), terus karena saya panik, saya yang ngasih dia duit padahal lampu kiri mobil pecah wkwk (sempat dinasehatin suami kalau jangan panik lalalili), tapi yaudah lah ya dijadikan pelajaran HAHAHA. 

Lanjut pengalaman berkendara, hamdalah saya sudah bisa melalui tol japek, yes! Tapi tetap hati-hati dalam berkendara, walaupun kalau dalam mobil, mulut tidak berhenti komat-kamit berdoa. As we know lah ya warga jabodetabek, tol japek adalah tol yang hampi 90% isinya mobil gede transformer, sedangkan kita pe mobil kecil minion kasian sungguh jomplang tapi hamdalah insya Allah sampai di tujuan dengan selamat. Yang super pencapaian, bisa nyetir malam dan hujan (walaupun tetap ketar-ketir). 

Urusan rumah tangga, alhamdulillah normal walaupun kadang kles-kles receh sedikit tapi karena rasa cinta dan sayang mengalahkan segalanya, namanya rumah tangga ya Bun, menyatukan 2 kepala berbeda (tambah 3 karena ada anak). Insya Allah semoga semua lancar, damai dan bahagia selalu.

Apa lagi ya? Sebenarnya ada banyak yang saya ingin ceritakan di postingan ini, tapi mungkin tunggu momen yang tepat. Mari cuss nulis list harapan di 2022!

1. Semoga keluargaku selalu sehat dan bahagia. 

2. Overthinking dan anxiety berkurang

3. Urusan pekerjaan lancar jaya. 

4. Semua hal yang positif

5. BISA MENABUNG DENGAN KENCANG LAGI

Aamiin.

Sehat-sehat yah kalian semua. Love you all!
Wassalam.



Minggu, 03 Oktober 2021

Belajar dari Netflix Series "Never Have I Ever"

Jujur, pandemi membuat saya mencoba menggeluti hal yang dulunya kurang begitu saya minati, salah satunya adalah menonton series. Yang kenal pasti tahu sih bahwa Alvidha kurang suka nonton series dan lebih menyukai nonton film yang 1x tayang langsung tamat, ya alasan simple sih "I have no time, I prefer sleep" HAHAHA. 

Jadilah dari tahun lalu saya mencoba menikmati beberapa series barat yang ada di Netflix mulai dari Sex Education, Peaky Blinders, Sex/Life, Emily in Paris juga Brooklyn Nine-Nine. Selain barat, saya juga menonton beberapa K-Drama dan bisa SAMPAI TAMAT LHO (sebuah achievement) antara lain Sky Castle, The World of the Married dan Start Up, yah memang untuk K-Drama itu tergantung mood sih. 

Nah untuk postingan kali ini, saya ingin membahas salah satu series yang selama weekend ini langsung saya habiskan, judulnya Never Have I Ever (rilis tahun 2020, ada 2 season, masing-masing ada 10 episode).  Actually maafkan kalo postingannya lompat-lompat karena saya sendiri bukan tukang reviewer :))


Never Have I Ever adalah sebuah series drama komedi teenager yang menceritakan kehidupan Devi Vishwakumar, siswi keturunan India yang bersekolah di SMA Sherman Oaks. Devi memiliki trauma yang mendalam karena harus menyaksikan ayahnya meninggal karena serangan jantung tepat pada saat dia harus perform harpa di acara sekolah. Kebayang gak sih? Sampai dia mengalami psikosomatis parah yang menyebabkan dia lumpuh dan memakai kursi roda, lucky her selama masa lumpuh ada 2 sahabat baiknya yang sangat setia menemani yaitu Eleanor dan Fabiola. 

Suatu hari dia melihat teman sekolah namanya Paxton Yoshida - cowok ganteng turunan Amrik Jepang , dan naksir berat. Dari rasa naksir itulah dia bisa sembuh dari kelumpuhan wkwkwk, AJAIB! Lalu setelah lumpuhnya sembuh dan bisa berjalan lagi, Devi, Eleanor dan Fabiola bertekad bahwa mereka harus jadi genk unggul dan jadi "it girl" lah ya, walaupun susah secara mereka bertiga adalah "cewek-cewek etnis", Devi adalah seorang keturunan India, Eleanor dari Tiongkok dan Fabiola keturunan afro-latin.  

Cerita series ini segar banget sih menurutku, karena tiap episode-nya singkat, padat dan jelas. Tidak seperti drama teenager pada umumnya (namun ku akui series teenager yang masih juara adalah Sex Education - nanti lah ya kita bahas ini). Devi yang trying so hard to be "it girl" sambil mengejar nilai akademik karena ingin masuk Princeton Univ, Eleanor yang pengen banget jadi artis, dan Fabiola yang galau karena dia baru sadar jika dirinya adalah lesbian. 

Hal yang paling saya sukai dari series ini adalah pentingnya kesadaran warga sana akan mental health. Di setiap episode pasti kita akan disuguhkan scene Devi bertemu psikolognya, yaitu Dr. Ryan.



Devi seorang siswi SMA tidak malu menceritakan segala trauma, kegundahan dan segalanya ke Dr. Ryan, psikolognya. Devi memang didaftarkan oleh Ibunya untuk mendapatkan sesi terapi. Devi adalah seorang teenager yang memiliki trauma mendalam karena kepergian ayahnya, culture India yang masih mendarahdaging dari Ibunya, memiliki ekspektasi agar menjadi siswa teladan dan juga it girl di sekolah. Dan sadar harus terapi ke psikolog adalah poin yang sangat bagus menurutku. 

Jujur, saya pun baru sadar akan pentingnya mental health itu sekitar 6 atau 7 tahun lalu yang dimana tahun tersebut baru diperkenalkan dengan fungsi psikolog/psikiater. Sebelumnya saya selalu judge bahwa psikiater itu hanya untuk "orang dengan gangguan jiwa". 

Melalui series ini, pikiran saya semakin terbuka, once ketika nanti anak saya memiliki kecemasan atau entah apa, saya harus menjadi orang tua yang paling tidak bisa mendengarkan segala kegelisahan dia, bukan hanya orang tua yang memenuhi kebutuhan fisiknya saja, tapi juga menjadi orang tua yang memenuhi pendekatan jiwanya. Menjadi orang tua yang bisa menjadi bahu sandaran ketika dia sedang galau, atau kalaupun tidak bisa, paling tidak bisa membawa dia ke psikolog atau psikiater. 

Dari series ini, saya juga belajar bahwa Puan beberapa tahun lagi, jika diberi umur panjang, akan melewati fase teenager sama seperti Devi, Eleanor, Fabiola dan karakter lainnya. Dan saya harus siap menghadapi itu semua. Paling tidak saya harus mendukung keputusan hidup dia, mengijinkan dia berkegiatan di luar (asalkan yang positif ya), mengajarkan dia menjadi teman baik dan hal positif lainnya. Aamiin.

Selasa, 02 Maret 2021

Tangisan Pagi

 Pagi ini hujan turun di Bekasi, saya cuma berdua dengan Puan di rumah karena Baba' sedang dinas. Puan sedang menikmati bubur ayam, petir pun bergemuruh. Saya pun ngide untuk akting ketakutan 

Me: Puaaan.. Mama takuuuuuttt.. huhuhu

Dan Puan turun dari bangkunya, memegang tanganku dan berkata dengan terbata-bata "Mama.. No takut... Ini Puan.. Mama no takut". Tanpa sengaja diri ini langsung menitikkan air mata di sudut mata. My daughter really loves me. Purely. Love you Puan. 

Wassalam.

Kamis, 04 Februari 2021

Rindu Stasiun Kereta

Tadi pagi saat membuka timeline twitter, saya melihat postingan dari akun @txtdrjkt tentang kegemaran seseorang memotret situasi di stasiun kereta. Sebagai orang yang juga menyukai suasana stasiun, saya pun membagikan juga beberapa foto yang saya ambil dari berbagai stasiun kereta yang berada di Jabodetabek.





Jujur kangen banget sih sama suasana stasiun. Teringat momen harus lari-larian dari pintu masuk ke peron hanya untuk mengejar kereta jadwal pagi, tumpuk-tumpukan bersama para pencari duit Ibukota serta rebutan kursi. Saya juga jadi teringat momen awal kerja di kantor baru yang lebih santai yaitu sengaja pulang jam 16.00 untuk ngejar kereta 16.44 arah Manggarai-Bekasi terus sambil nunggu beli shabu-shabu murah dari Lawson rasanya ahhh mantapp!

Kalo dipikir, warga Ibukota memang strong dan struggle sih. Mau naik kendaraan pribadi maupun umum. Bawa kendaraan pribadi yah bersiap saja dengan kemacetan, naik kendaraan umum siap-siap saja jadi "ikan sarden" atau opsi beli/sewa tempat tinggal dekat kantor? Harus sediakan dana yang spektakuler. 

Doaku selalu menyertai para pekerja Ibukota yang selama pandemi ini harus tetap berkantor tatap muka, semoga selalu dilindungi dan diberi kesehatan. Aamiin! Begitupun yang wfh, semoga tetap waras di rumah, manfaatkan priviledge wfh ini dengan baik. 

Semoga pandemi ini segera berakhir dan kita bisa hidup secara normal lagi. Aamiin. 

Senin, 01 Februari 2021

Melawan Ketakutan di 2021

Halo, Genks! Semoga kalian selalu sehat!

Sesuai judul Melawan Ketakutan. Yap, sejak lama saya punya ketakutan untuk menyetir mobil, yah takut aja gitu hahaha. Saya selalu takut ketika misal bisa menyetir dan nabrak orang, terus orangnya ngeroyokin. Saya memiliki trauma dengan kegiatan menyetir mobil, dimulai dari Mama saya sendiri.
Pernah pas SMP, saat diantar ke sekolah oleh Mama saya dengan mobil kantor milik Papa. Ingat banget mobil Kijang kotak. Nah pagi itu lagi apes, Mama nabrak pengendara motor yang adalah seorang tentara. Di posisi ini Mama memang salah karena mau memotong jalan yang tidak seharusnya dan dari arah samping, pengendara motor ini kencang banget dan duwaaarrr! Tabrakan tapi alhamdulilah Si Tentaranya selamat. Nah yang bikin trauma, mereka berdua bertengkar sampai rebutan kunci serta adu mulut dan saya sedang duduk di depan melihat itu semua dan menangis (padahal saya cuma penumpang wkwk tapi ya nangis aja gitu). Disitulah ketakutan saya muncul "I never drive a car" kataku dulu dalam hati hahahaa.

Seiring waktu berjalan dan rezeki yang datang ke keluarga kecil saya, kami bisa membeli mobil. Nah disinilah suami saya mengultimatum bahwa saya harus bisa menyetir mobil. Suami cukup menyayangkan mengapa saya tidak bisa bawa kendaraan padahal sebelum menikah, keluarga saya memiliki mobil which is katanya itu adalah sebuah priviledge. Lalu saya ceritakan bahwa saya panikan, takut dan lalalili. Saya cerita pernah belajar tapi takut dan ujung-ujungnya ya mandeg, Guyz! Hahahaha. 

Tapi, suamiku tetap gigih menyuruhku untuk pandai menyetir. Mengapa? Suamiku selalu pergi keluar kota, tidak diminta-minta takut ada hal urgent dan dia sedang tidak di rumah. Mau andalkan taksi online sampai kapan? Toh mobil juga sudah punya. Yah demi suami dan si buah hati akhirnya di Januari kemarin saya mendaftarkan diri di kursus menyetir mobil dekat rumah. Saya mengambil langsung paket mobil matic, karena saya sudah lelah belajar kopling hahaha, toh mobil di rumah memang matic. 

Selama 4 hari saya belajar, tiap pertemuan memakan waktu 2 jam. Saya diajar oleh guru profesional di bidang menyetir dan pastinya SABAR BANGET menghadapi saya yang dikit-dikit rem dan masih takut ngegas hahahaa. Saya pun menghapal beberapa saran penting dari guru nyetir saya bahwa "jangan panik, kalo ada apa-apa mending rem daripada banting setir". 

Coba nyetir mobil sendiri *difotoin suami

Selepas kursus, saya juga latihan dengan mobil saya sendiri di jalan. Alhamdulilah sudah bisa tipis-tipis, walaupun kata suami "Kamu ya kalo bawa mobilnya pelan gini, kasian orang di belakang, beraniin aja injak gas" Yah namanya juga belajar ya kaaan harus pelan-pelan dulu, wkwk. 

Ketakutan memang jika tidak dihadapi akan selamanya takut. Jadi ya coba saja. Sekarang sisa menunggu waktu untuk mengurus SIM dan mencoba jalan lagi kesana kemari dengan mobil. Doakan ya teman-teman, semoga bisa!


Selasa, 16 Juni 2020

Tiga Bulan #DiRumahAJa

Keep Moving Forward


Tahun 2020 adalah tahun yang membuat saya mempelajari arti dari bersyukur itu sendiri. Awal tahun saya dibuat pusing dengan banjir yang melanda rumah (tapi alhamdulilah airnya cuma sampai di betis, tidak sampai masuk ke mobil dan kita masih nginap di lantai 2 rumah), bulan Maret sempat liburan sendiri dulu jalan ke Jaipur, Agra dan New Delhi dan pulang dari sana langsung stay di rumah sampai saya mengetik tulisan ini. 

Sudah 3 bulan, kami bertiga mendekam di rumah. Melewati hari dengan tertawa, kerja depan laptop atau handphone, main bersama, terkadang bosan datang juga. Saya dan suami sampai hapal kegiatan rutin yang kita kerjakan dari bangun tidur pagi sampai tidur malam lagi. Tiga bulan yang sungguh berbeda dari biasanya. Sebelum pandemi, kami bertiga memang jarang bertemu full time, paling saat weekend saja. Senin - Jumat, Puan seharian dititip di daycare, saya dan suami kerja di kantor masing-masing, terkadang jika beliau ada jadwal audit ke luar kota, saya dan anak hanya berdua di rumah, ketemu suami pas weekend lagi. Sejak Pandemi, suasana sungguh berubah, kami bertiga selalu bersama 24/7 seperti call center Mekdi hahaha. 

Selama 3 bulan ini, saya juga merubah pola hidup. Saya kembali menjalankan pola hidup sehat yang pernah saya jalani sewaktu masih ngekos dulu. Mulai berolahraga tiap sore, mulai makan sehat dan memperhatikan asupan yang masuk ke dalam tubuh. Sepulang dari India, badan saya gampang lelah dan cepat masuk angin, dan sejak itu saya memutuskan mumpung mendekam dalam rumah, saya mau fokus menyehatkan kembali tubuh saya. 

Selama 3 bulan ini, saya belajar hal yang baru seperti memasak makanan nusantara (yang dulu cuma bisa, nasgor dan MPASI anak aja wkwkw), terus kembali menekuni dunia TIK dan juga belajar menyetir. Alhamdulillah di akhir tahun kemarin, kami diberi rezeki untuk membeli mobil dan suami wanti-wanti agar saya belajar berkendara. Dulu saat masih tinggal dengan orang tua, saya malas belajar menyetir karena punya prinsip: Kalo ada yang ngantar, ngapain belajar? Agak kupret emang prinsip saya. Tapi sekarang saya menyesal, saya harus belajar walaupun sebenarnya malas hahaha. 

Saya selalu berdoa agar pandemi ini cepat berakhir. Ada banyak orang di luar sana yang cukup carut marut akibat pandemi ini. Saya termasuk beruntung, alhamdulillah selama pandemi kehidupan finansial saya dan suami masih normal, saya masih dapat gaji bulanan dari kantor, begitupun suami. Suatu hari saya mendapati telpon dari seorang teman yang di-lay off oleh kantornya. Saya bingung mau berkomentar apa, saya hanya mendengarkan dan memberikan dia semangat. 

Semoga semua kembali menjadi normal. Aamiin

Wassalam
 

Kamis, 11 Juni 2020

Suatu Sore di Delhi

Agrasen Ki Baoli di Kota Delhi
Awal Maret 2020 (Sebelum Lockdown)

(Anyway ini bukan postingan travelling ya hehehe, cuma mau nulis santai aja)

Anjay-lah judulnya.. biasanya juga "Suatu Sore di Pengkolan". Mohon maaf, Gaez.. 'Naik kelas' dikit jadi Delhi, hahahaha *shombonk~

Sore itu, saya termenung saat duduk di salah satu pijakan tangga di Agrasen Ki Baoli ini. Sambil menatap langit, segelintir percakapan mengalir di kepala saya:

"Hahaha, gokil ya Alvidha.. Sekarang mainnya jauh banget. Alhamdulillah , mimpimu untuk travelling ke India terwujud. Yah, kamu memang butuh refreshing dari kemarin.. tapi dasar ya kamu banyak mau, sekalinya refreshing langsung ke India"

Yah itu adalah percakapan dari saya untuk saya sendiri.

Langit Kota Delhi di sore itu cukup cerah, burung merpati terbang segambreng ditambah sayup-sayup terdengar suara musik India di gerbang Agrasen Ki Baoli ini. Ini adalah salah satu tempat syuting favorit di film Bollywood. Pernah nonton film PK? Yah ada scene Aamiir Khan lagi duduk mengkhayal disini.

Sore itu saya menitikkan air di sudut mata, karena Delhi adalah kota yang terakhir saya kunjungi di rangkaian tur India itu. Sejenis air mata bahagia. Gimana sih rasanya kalo salah satu impianmu bisa terwujud? Bahagia kan? Yah, itu lah yang saya rasakan. Selama perjalanan di India saya tidak berhenti tersenyum. Walaupun kotanya agak random dan panas hahahaha tapi senyum tetap terangkai di wajah. 

Saya akan selalu merindukan India dan seisinya. Semoga bisa bertemu lagi di lain waktu.

Wassalam

Sabtu, 26 Januari 2019

Menjadi Seorang Ibu Baru

Suatu hari saya bertemu dengan seorang teman dan.....

"gileeee Alvidha preman sekarang sudah jadi mamak-mamak" 

Yassh, banyak sekali teman-teman yang tidak menyangka bahwa saya yang slengean serta cuek ini menjadi seorang Ibu. Tapi namanya juga idup ya.. penuh misteri gak tau tiba-tiba jodoh nongol, terus nikah, terus dikasih rejeki anak dan yap saya sudah menjadi seorang Ibu selama 6 bulan, alhamdulillah!

Bagaimana perasaanmu sekarang Alvidha? Campur-campur. Sekarang Puan sudah menginjak usia 6 bulan lebih ntah berapa minggu *tuh kan lebih berapa hari saja saya cuek tidak hitung, saya mah hitungnya bulanan wkwkw, Mama'ku tuh hapal jago beut nyebut umur anak yang versi harian. Puan sudah memasuki masa awal makan serta berperilaku yang aktif, lincah dan galak (iya kalo dicuekin langsung mencak-mencak ampun saya, ya Lord). Yang pasti saya senang melihat anak saya makan dengan lahap, mulai ngoceh menyebut papapapa (kesel yang urus rajinan eke, yang disebut duluan malah Papa'nya) dan sekarang sudah mulai fase merangkak.




Tapi saya juga tidak mau berbohong bahwa adakalanya rasa jenuh itu muncul. Kadang saya menangis sesegukan di rumah ketika saya sedang capek mengurus anak, belum lagi merasa kesepian apalagi kalo melihat postingan teman-teman yang sedang bekerja di kantor membuat saya sedikit sesak yes.. I was in that moment, become a super duper workaholic person then tararaatt tiba-tiba jadi orang yang tinggal di rumah rasanya kadang pengen meledak! (yap sindrom post power). Tapi sekarang saya udah apply ke beberapa tempat sih, semoga tahun ini ada rejeki sehingga bisa bekerja lagi, yes don't judge me yaa.. karena working is my passion :)

Sekarang anak sudah menjadi prioritas. Salah satunya kini promo minyak kutus-kutus lebih membuat menarik hati daripada end year sale jilbab ria miranda andalanqu (HAHAHA), kalo beli apa-apa yang diingat anak terus "eh lucu nih buat Puan", "Hm.. ga usah beli cemilan cheetos deh, beli alpukat aja buat Puan" dan masih banyak pembelokan-pembelokan yang menuju ke "Untuk Puan aja dehh!". Yes now my daughter become a center of my universe *untung suami kecintaan my luphly rela untuk sementara dinomerduain karena dia juga sayang sayang cinta sama Puan. Ya we both really really love our daughter dan berusaha keras untuk membahagiakan dia.

Menjadi seorang Ibu menurutku yang penting kewarasan diri perlu dijaga. Tak perlu keras terhadap diri sendiri kalo semua harus serba perfect harus ngemong bersama bayi 24 jam. Menurutku kita juga harus tau kalo badan kita sudah lelah dan butuh refresh serta restart. Sesekali saya menitipkan anak saya ke daycare (yang bisa nitip sehari doang) dekat rumah dan pergi bertemu dengan teman atau hanya jalan dan nonton sendiriandi mall dekat rumah (ini udah ijin suami yaa dan hamdalah suami pengertiaaaannn banget serta concern dengan kewarasan istrinya, yes karena kalo ga waras dia yang jadi korban soalnya hahaha) dan setelah segar saya menjemput anak saya di daycare dan kangen-kangenan lagi sama dia.

Karena kalo kewarasan terjaga, kita bisa bahagia. Ibu bahagia, anak bahagia. Kalo kita ga sayang sama diri sendiri, bagaimana kita bisa menyayangi anak kita?

Perjalanan masih panjang, semoga saya, Puan dan papanya diberi umur panjang agar bisa menjalani hari di dunia lebih lama agar bisa saling sayang dan menjaga, aamiin ya Rabb!

Sekian tulisan singkat saya hari ini, semoga kita selalu bahagia! Cheers ~

Wassalam

Selasa, 25 September 2018

Mengunjungi Masa Lalu

Di suatu Jumat siang sembari menunggu abang gojek, saya menghela napas sedikit dan "hufh kembali lagi kesana", yap yang dimaksud kesana ada mengunjungi kampus yang 9 tahun lalu menjadi tempat pulang dan pergi selama hampir 4 tahun. Tidak hanya pulang pergi untuk hal akademik, tapi juga urusan hati. Oke baik, skip. Kunjungan ke kampus saat itu adalah untuk mengambil surat akreditasi jurusan yang ntah akan saya gunakan buat apa, yah cuma ingin mengoleksi saja hahaha. Saya tidak sendiri, di kampus saya akan bertemu dengan rekan-rekan sesama kuliah dulu, yap reuni mini. 

Perasaan saat melewati pintu 1 Unhas terasa dagdigser *etdah lebay, serasa masuk lorong waktu. 

perasaan yang selalu sama ketika memasuki Unhas, iya adem... banyak pohon

Terakhir mengunjungi kampus kalo tidak salah 2013 akhir, karena di 2014 saya sudah di Jakarta dan kalaupun mudik saya tidak pernah ke kampus karena mau ngapain?? Hahaha. Di tahun 2016 saya malah ke ex-kampus suami saya di IPB.. suasananya kurang lebih sama dengan Unhas tapi disana lebih dingin dan banyak pohonnya. 

Hampir 4 tahun menjalani studi di Unhas (2009-2013) pasti akan banyak kejadian lama yang muncul kembali di ingatan. Dari awal menjalani masa studi yaitu pengenalan almamater, belajar dalam kelas dengan berbagai karakter dosen, jatuh cinta dan patah hati dengan banyak lawan jenis (ea ea), makan di kantin gerombolan bersama teman yang hobinya ketawa, mengejar nilai akademik, drama-drama organisasi dan banyak lagi drama lainnya.

Ada banyak perubahan ketika kemarin menginjak kampus salah satunya Fakultas Teknik sudah dipindahkan ke Kab. Gowa it means sudah tidak ada lagi tawuran Teknik vs Sospol atau Teknik vs Fakultas lain yang merupakan kegiatan tahunan hahahaha. Tapi dengan berpindahnya fakultas Teknik, saya merasakan kampus menjadi sepi khususnya wilayah Rektorat dan Perpustakaan. Inilah mungkin yang disebut benci tapi rindu wakakakak. Berhubung saya ke kampusnya hari Jumat, jadi memang berasa sepinya. Gatau ya kenapaaa itu Unhas tiap Jumat kalo sudah kelar soljum yowes sepi wassalam bye. 

Saya pun bertemu dengan teman-teman angkatan saya. Ada Kina, Tyar, Titah, Uni, Dayan, Ciko, Igar dan Inna. Walaupun tidak sampai setengah dari jumlah teman angkatan kami, tapi ramenya sangat berasa. Seperti biasa kalo ketemu kalo bukan membahas masa lalu ya.. gosip, semua makhluk masuk dalam list gosip kami hahahaha. 

lepas kangen

Past is the nice place to visit, but not to stay

Kalo hatimu sedang mumet, cobalah kembali mengunjungi masa lalu, bertemu teman-teman kuliah dan ngobrol masa lalu. Insya Allah bisa fresh kembali.

Wassalam :)



Selasa, 05 Juni 2018

New Chapter Of Life: Hamil

Usia kehamilan saat ini: 34 minggu, alhamdulillah
photo taken by: Titah 

Assalamualaikum, hai!

Ini ngabsen ngeblog ada berapa bulan ya? Hahaha, maaf kalo saya jarang banget ngeblog karena banyak sekali kesibukan yang saya kerjakan di hari-hari yang lalu. Yes berhubung sekarang sudah tidak bekerja dan sedang stay leyeh-leyeh asoy di rumah Makassar makanya bisa menyempatkan diri untuk ngeblog dan share ini itu lagi.

AWAL KEHAMILAN

Saya dinyatakan hamil oleh dokter ketika masuk bulan November 2017. Saat itu saya sedang menunggu jadwal menstruasi yang biasanya muncul di awal bulan, tapi ngecek aplikasi kalender udah telat 5 hari. Saya ceritakan ke suami, beliau nyaranin telat 7 hari aja baru beli test pack. Saya ingat sekali hari Sabtu (lupa tanggal berapa hahaha) saya meminta tolong Abang Go-Mart untuk membelikan testpack karena kita berdua mager keluar ditambah badan saya udah ngilu-ngilu gak enak kayak gejala PMS. Testpack datang, saya pipis, ngetes dan yaah ada 2 garis samar-samar, terus saya masih kurang percaya tapi nanya sana-sini katanya sudah hamil, oke baik.

Sorenya sebelum ke dokter kandungan di RSIA Budhi Jaya, saya membeli testpack buat test lagi di toilet rumah sakit dan 2 garisnya semakin jelas terpampang nyata. Saat konsultasi bersama dokter, beliau ngitang-ngitung kapan terakhir saya haid segala macam ternyata yaaa~ saya dinyatakan sudah hamil 5 minggu. Alhamdulillah. Tapi kelar dari RS saya bertanya-tanya pada diri saya sendiri "Kok bisa hamil ya?" Hahaha, ya emang bisa sih secara sudah ada partner bikinnya :p

Awal menikah saya memang agak ngebet punya anak hehehe ditambah udah ditanya-tanyain sama orang tua dan beberapa orang, sempat pusing juga dan nanya-nanya ke diri sendiri "Kok saya belum hamil? Kok ada ya yang sebulan nikah langsung isi? Kok saya ngga?" dan segala pertanyaan kecemasan yang menghampiri. Di awal 3 bulan pernikahan saya mikirin banget hal itu sampai udah di titik yaudahlayaaaaa kalo sudah rejekinya insya Allah akan hadir juga buah hati dan saya pun fokus bekerja, mengurus hal lain dan sudah tidak pusing lagi dengan isi-isian.

Lalu, saya dinyatakan hamil pas saya sedang sibuk-sibuknya hahahaha. September dan Oktober 2017 adalah bulan sibuk di kantor saya kemarin (sekarang sudah resign lagi haha), karena di bulan itu banyak sekali event yang digelar belum lagi saya sempat keluar kota ke Solo dan Jogja urusin event tata kelola internet dan sebagainya membuat saya tidak mikirin lagi masalah punya momongan. Tapi Allah punya rencana lain, di saat saya sudah gak mikirin malah dikasih rejeki buah hati oleh Dia, alhamdulillah.

TRIMESTER PERTAMA

Jangan bayangkan trimester pertama bisa saya lalui dengan mudah, malahan tidak sama sekali. Mantap jiwa. Saya disibukkan oleh adegan muntah dan mual parah. Seumur-umur baru pada saat ini saya TIDAK NAFSU SEKALI DENGAN YANG NAMANYA MAKAN, hahaha padahal elu elu semua pada tau kan yaaa hobi saya makan.. life for eat and eat for life.. tapi ketika hamil semua itu musnah. Kadang saya stress sendiri ketika saya sudah ngunyah 3-4 sendok nasi tapi harus lari ke toilet untuk jackpot mantep sampai keringat dingin, bahkan pernah nangis di pelukan suami.. nangis karena takut si bayi gak makan di dalam perut. Puncak kelemahan terjadi di Desember 2017 dimana saya membawa diri ke IGD (dibantu temanku Si Dicil, karena suami lagi dinas) dan minta diopname aja karena sudah lemas, dehidrasi dan drop banget.

Di trimester ini saya juga sudah mulai lemah untuk ngantor, kadang ga masuk jadi harus remote aja dari rumah. Alhamdulillah ibu-ibu di kantor saya kemarin pada pengertian. Saya selalu ketawa kalo mengingat momen kemarin seperti keluar rumah kudu bawa kantorg plastik karena saya bisa muntah dimana saja (pernah muntah di taxi lah, halte busway lah, di atas motor gojek lah hikss). Ada beberapa makanan yang saya anti banget seperti ayam bakar, sate, yang santan-santan pokoknya yang spicy spicy untuk sementara saya sudahi dulu hubunganku dengan mereka. Saya malah pengennya makan yang hambar-hambar seperti sop ayam, tempe bacem, nasi, ikan tongkol (itupun yang ga dicabein) dan favorit saya adalah jus buah naga dan buah mangga (yang tidak pakai susu, karena susu memicu kemualan abadi saya).

TRIMESTER KEDUA

Bulan 4 dan 5, mual dan muntah masih setia menemani walaupun intensitasnya sudah agak berkurang di bulan ke 5 menuju 6, yang penting tetap sediain kantong plastik dan minyak angin di kantong serta kalo jalan kemana-mana harus pakai masker karena hidung jauh lebih sensitif. Tapi ada kisah yang lebih drama lagi hahahaha. Masuk bulan ke-6, perut bawah saya selalu sakit dan kalo pipis nyeri banget sampai pernah di kantor saking kesakitannya saya jalan menuju ruangan sambil meraba dinding. Pulang ke rumah saya nangis dan saat suami datang saya minta dibawa ke IGD saja takutnya saya terkena infeksi saluran kencing (karena kalo pipis sakit banget). Setelah ditangani dokter jaga di IGD, dikasih obat dan agak enakan malam itu saya pulang dan besoknya saya periksa ke dokter obgyn langganan saya.

Guess what? setelah di-USG jeng jeng jengggg ternyata di dinding rahim di atas saluran pipis saya ada miom yang katanya segede telor ayam (itulah yang membuat saya kesakitan). Loh kok dari awal kaga kedeteksi? Kata dokter sih karena bayi semakin besar, dinding rahim menipis maka miomnya makin menonjol, oke baik.. lalu saran dokter? Saya disuruh bedrest dan berhenti bekerja. Sedih? Banget karena saya sudah nyaman dengan kantor saya yang serius tapi santai. Lusanya saya pamit dengan orang kantor dan meminta maaf karena saya harus resign tiba-tiba dan alhamdulillah mereka semua mengerti dan mendoakan agar kondisi saya dan bayi selalu sehat.

TRIMESTER KETIGA

Alhamdulillah sekarang sudah masuk 34 minggu, bulan ke-8, trimester 3. Di usia kehamilan 30 minggu kemarin saya dan suami memutuskan agar saya bedrest dan lahiran di Makassar saja agar saya tidak sendirian dan kesepian di rumah (saat suami ngantor ataupun dinas ke hutan) dan juga ada Mama saya ngurusin dan jagain di rumah Makassar. Alhamdulillah saya senang bisa kembali ke rumah Makassar tapi sedihnya saya harus long distance sementara dengan suami (yah nanti dia nyamperin dan cuti pas hari persalinan tiba).

Di trimester ini saya lebih fokus ke bedrest dan makan yang sehat bergizi apalagi ada Mama yang masakin dan jagain betul anaknya serta calon cucunya. Di trimester ini juga muntah dan mual sudah hilang walaupun gak hilang-hilang amat yah kadang muntah kalo perut sudah terlalu penuh. Yang saya rasakan sekarang sih pegal linu di seluruh badan, kadang gatal-gatal, gerah, dan sesak napas kalo malam karena mungkin bayi di perut semakin membesar, tapi yah dinikmatin aja.. toh alhamdulillah banyak yang sayang dan perhatikan hihihi :p

***

Buat yang baca tulisan ini, doain yah semoga lancar sampai hari persalinan tiba. Insya Allah akan lahiran di pertengahan bulan Juli besok. Buat ibu-ibu yang sedang hamil, semangat!! walaupun kadang pusing dan stress melanda belum lagi mood swing ini itu hahahaha. Buat para suami yang sedang mendampingi istri yang sedang hamil tetap bersabar dan SEMANGAT!!

Can't wait to see you my baby! I love you before I met you muach!

Makasih ya sudah membaca, siapatau ada juga yang mau share cerita kehamilannya.. silahkan!

Wassalam :)


Senin, 19 Maret 2018

About "Komentar Orang-Orang"

Malam Minggu kemarin saya sempat ngepost foto di salah satu sosial media saya, disitu saya berpose dari samping memperlihatkan perut saya yang makin hari makin maju karena usia kehamilan yang bertambah. Post! Oke, setelah itu banyak pesan yang masuk via DM, mulai dari mendoakan, menanyakan kabar berapa bulan dan lainnya. Namun ada satu komentar dari seorang teman laki-laki yang agak membuat saya syok di malam hari. Beliau menulis ini di pesan DM (ini based on capture-an, tapi mohon maaf tidak akan saya share siapa yang bersangkutan), sebut saja dia A..

A: Anehko diliat kalo besar perutmu di.. (logat Makassar, yang artinya: kamu keliatan aneh ya kalo perutmu besar begitu..)

Disitu saya langsung membatin "kok komennya nyelekit gini sih? emang saya seaneh apa?", lalu saya membalas komen teman saya itu dengan ini:

Me: Sebelum kamu komen negatif ke seseorang, coba kamu liat kondisinya dulu.. tidak ada yang aneh kalo orang hamil besar perutnya. Ya namanya juga hamil, pasti besar perutnya. Trims

Lalu dia membalas lagi

A: Astaga.. mananya negatif komenku?

Oke, dia tidak sadar bahwa komentarnya telah membuat saya baper, kesal dan sakit hati (itu dampak negatif lho!) Menurut saya "aneh" adalah sesuatu yang negatif, emang seaneh apa saya terlihat kalo perutku membesar? Apakah saya nampak seperti alien? - Buat kalian yang menganggap saya baper atau apa, silahkan.. Ah Alvidha baru dikomen gitu langsung bikin postingan, bapernyaaa. Ah bodo amat! 

Saya cuma ingin menulis ini agar semua sadar bahwa mengomentari hidup orang terutama fisik orang in negative way adalah hal yang salah. Tak bisa dipungkiri saya dulu pernah masuk ke kategori "suka ngehina fisik orang" tapi hanya membatin dan itu sudah mulai saya kurangi, jika ada sesuatu yang saya lihat dan mungkin jauh dari kata normal pasti hanya mengatakan astagfirullah lalu mendoakan orang tersebut, sekarang lagi usaha untuk mengurangi komentar terhadap sifat seseorang dan don't give a shit untuk kehidupan orang lain dan mending saya ngurusin hidupku dan keluargaku agar selalu sehat walafiat. 

Saya sudah sering menjadi korban body shaming karena badan saya memang gemuk, pendek belum lagi muka saya jerawatan yah jelek lah pokoknya menurut orang-orang. Dan yang komentarin tidak hanya teman-teman bahkan keluarga sendiri. Setiap ketemu orang ada yang komen "we besarmu!", "astaga buldozer lewat", "kenapa itu mukamu makin jadi jerawatnya? ga diobatin kah?", belum lagi kalo ada yang banding-bandingkan saya dengan mama, kakak, adek yang memang bentuk bodynya jomplang sama saya seperti: "kenapa cakep-cakep semua anggota keluargamu, kau ji yang lain sendiri?". Sedih gak sih? 

Tapi di masa itu saya berusaha cuek dan bawa ketawa aja kalo ada yang komentar ganas seperti itu (walaupun hati mau nangis), toh saya hidup dan makan bukan dari uang mereka dan saya berusaha untuk melakukan hal-hal yang lebih positif ketimbang mendengarkan orang-orang yang katanya well educated tapi tidak sadar dengan perasaan orang lain. Saya menjadi diri saya sendiri, melakukan hal-hal seperti mencapai prestasi, goals hidup dan akhirnya bertemu dengan seseorang yang menghargai saya luar dalam.

Saya heran dengan mereka, kalian menganggap saya teman atau keluarga tapi di sisi lain kalian malah ngasih komentar negatif ke saya atau bahkan komentar yang menjatuhkan saya. Munafik ga sih? Ada yang bilang komentar-komentar seperti itu hanya basa-basi iseng belaka untuk nanya kabar, tapi sepertinya ada banyak sesuatu yang positif yang bisa ditanyakan ke yang bersangkutan seperti: "gimana kerjaan?", "gimana kehamilanmu?", "gimana kuliah?", "gimana bisnismu?" menurutku pertanyaan itu lebih enak didengar dibanding "kamu gemukan", "kapan nikah?", "sudah isi?", and another bullshit basa-basi. Fiuh.

Mohon maap nih postingannya mengandung emosi. Gak hamil dikomentarin negatif, pas hamil tetap dikomentarin negatif. Alamakjang. Hal-hal seperti ini yang membuat orang-orang banyak yang tidak pede dengan fisiknya bahkan malu untuk bertemu dengan orang karena takut dijudge duluan. 

Kalo ada yang komentar: deh tegangnya Alvidha... tenang saya masih lunak-lunak lucu kok.. Saya sampai sekarang masih selow aja kalo ada yang komentarin aneh-aneh tentang saya, muka saya, jerawat saya, mulai dari cara berpikir saya, cara saya makan, berpakaian, bertetangga, bersosial dan berbudaya etc etc.. tapi entah kenapa saya marah betul ketika fisik kehamilan saya dikomentarin. Duh.. anakku yang di perut semoga kamu sehat selalu ya Nak, aamiin! 

Sekian curcol saya di Senin ini, maaf kalo penuh emosi. Yap betul kata orang-orang, Ibu Jari Netizen Lebih Kejam Daripada Ibukota...

Your words are strong enough to affect someone's life.

Wassalam


Senin, 26 Februari 2018

Wedding Review: Mengurus Dokumen Nikah

Itu jari kok jempol semua?
(dijepret oleh babang fotografer vendor catering)

Assalamualaikum~

Halo, setelah sekian lama tidak ngepost di blog karena terlalu sibuk ini itu, akhirnya menyempatkan diri. Ini sudah mau hampir setahun nikah tapi baru sempat ngetik review ngurus dokumen di KUA hahahaha maapkan yaaaa~ Siapatau ada yang masih sudi untuk membaca dan memang butuh banget how to ngurus dokumen ini itu, mengingat menikah itu tidak hanya proses persiapan hatinya yang perlu dimatangkan, tapi juga ada proses persiapan disahkan oleh negara. Mau masuk sekolah atau kuliah aja butuh kelengkapan dan pengurusan dokumen, apalagi masuk ke bahtera rumah tangga.. ciaaatt ciaaa~

Apa-apa saja yang dibutuhin dalam ngurus dokumen nikah di KUA, cekidots~


1. Pastikan kamu punya calonnya, karena kalo belum ada......



Apalah artinyaaa.....~ YA IYALAH.. Sebelum kamu membawa diri ke KUA dimana kalian akan mendaftarkan diri, pastikan calonnya ada dulu yah gaez.. jangan sampai diusir sama petugas disana atau kalian dibawa ke puskesmas setempat untuk diberi perawatan. 

2. Cari tau kecamatan tempat kamu akan melangsungkan akad nikah
Pastikan selain punya pasangan, kalian juga sudah punya lokasi akad nikah dan tanggal yang sudah fix (kalo masih berandai-andai fixkaaan!!) entah itu di rumah atau di gedung, karena itu menentukan lokasi KUA kalian berada. Kayak saya dulu nih.. Kan nikahnya di Mesjid Agung Sunda Kelapa which is that place lokesyennya di Kecamatan Menteng - Jakarta Pusat, nah saya dan Alan pergi ke KUA Kec. Menteng untuk daftarin diri menjadi calon PNS, eh Pasutri. 

3. Waktu Pengurusan Dokumen
Kalo bisa sih H-3 atau 4 bulan (dulu saya nikah April, ngurusnya di pertengahan Januari). Pengurusan dokumen seharusnya dilakukan jauh-jauh hari jangan mepet. Karena yang mau nikah banyak, kalo bisa spend 1 hari untuk cuti (kalo kamu karyawan) untuk mengurus dokumen ini itu. 

4. Urusan Perdokumenan
Lalu, the rempong thing is... berhubung saya dan Alan bukan warga Kec. Menteng (ngarepnya sih yaaa.. nanti punya rumah di Menteng aamiinin dong sob, aaamiin) jadi kita berdua harus mengurus yang namanya surat numpang nikah dari KUA tempat tinggal masing-masing (sesuai KTP). Jadi begini: Saya berasal dari Kec. Panakkukang - Makassar, Alan berasal dari Kec. Tanah Sareal - Bogor, nah urus dah tuh di KUA masing-masing. Bagi yang senasib sama saya yang nikahnya dimanaaaa.. rumahnya dimanaaaa.. usahakan untuk mudik dulu yah gaez, ijin cuti 1-2 hari untuk bertemu dengan pihak KUA.. kalo di Makassar istilahnya pattabe'2 dulu sama orang kecamatannya sekalian minta restu dan minta surat rekomendasi menikah dari KUA sana. Nah ini dia alur-alurnya:


Minta surat pengantar dari RT RW setempat
Apa yang mesti dibawa?
a. Fotocopy KTP kamu dan pasangan
b. Fotocopy KK
c. Bawa aja materai 3000/ 6000 untuk jaga-jaga soalnya ada beberapa RT yang meminta surat pernyataan dengan materai. 
Setelah dapat pengantar RT, pasti mesti minta tanda tangan sama RW, di RW gak perlu syarat-syarat apapun tinggal minta tanda tangan RW. (Nah terkadang SKSD sama warga sekitar itu penting, terima kasih kepada Mamak saya yang selalu akrab sama tetangga huahahhaa)
Pergi ke kelurahan untuk dibuatkan surat pengantar ke KUA pemohon ijin numpang nikah
Bawa apa aja tuhh?
a. Fotocopy KTP kamu dan pasangan
b. Fotocopy KK
c. surat pengantar RT/RW
d. Bawa foto 2×3 2 lembar, 3 x 4 @ 2 lembar (siapin aja kalo bisa warna merah untuk tahun kelahiran ganjil dan biru untuk genap)
e. Bayar biaya adm sekitar Rp. 30.000
f. Bawa juga Fotocopy KTP orang tua (buat jaga-jaga daripada bolak balik)
Jangan bingung, langsung ke loket dan bertanya untuk mengurus surat ijin numpang nikah. Perlu kamu ketahui, di kelurahan kita harus mengurus 3 surat pengantar, yaitu N1, N2 dan N4.
surat N1 ini berisi surat keterangan untuk nikah
surat N2 ini berisi surat keterangan asal-usul
surat N4 ini berisi surat keterangan tentang orang tua
Langkah terakhir adalah pergi ke KUA buat minta surat rekomendasi pindah nikah ke tempat tujuan.
a. Fotocopy KTPkamu dan pasangan
b. Fotocopy KK
c. surat pengantar dari kelurahan ( N1,N2 dan N4)
d. Bawa foto 2×3 n 3×4 @ 2 lembar
e. Bayar biaya adm sekitar Rp. 50.000
f. Saya juga menyiapkan fotokopi akte kelahiran, ijasah terakhir, dan KK kamu dan pasangan. Ini hanya untuk jaga-jaga karena biar gak bolak-balik
Setelah dari KUA tempat pemohon yang mau ijin numpang nikah, kamu akan dapat surat rekomendasi pindah nikah yang diperlukan untuk daftar ke KUA yang dituju.
syarat-syarat mendaftar ke KUA yang dituju:
a. Surat rekomendasi pindah nikah dari KUA asal
b. Fotocopy KTP kamu dan pasangan
c. Fotocopy KK kamu dan pasangan
d. Foto berwarna 2×3; 3×4 bawa aja masing-masing 4 lembar (kalo bisa siapkan foto masing2 untuk background biru 4 lembar, merah 4 lembar)
e. Fotocopy ijazah terakhir kamu dan pasangan
f. Fotocopy Akta kelahiran kamu dan pasangan 
Nah untuk biaya sendiri, berhubung kita nikah di luar KUA (kalo nikah di KUA gratis coy), jadi kita dikenakan biaya 600ribu. Nah bayarnya di Bank yang ditunjuk KUA dan slip pembayarannya diserahkan lagi ke KUA dan akan keluarlah surat pemberitahuan kehendak nikah atau surat pendaftaran KUA. 
SELESAI SUDAH URUSAN PERDOKUMENAN INI~
Jangan lupa simpan dan copy segala dokumen yang ada dan jangan lupa untuk minta nomer handphone sang penghulu, pegawai KUA, dan lainnya untuk jaga-jaga. 
Gimana? Gimana? Rempong kan... yah begitulah karena menikah dan sah di mata agama dan negara tidak semudah yang Anda bayangan wkwkwk. Ini baru sesama WNI lho hehehew, beda lagi dokumennya kalo misal jodoh kamu WNA. But apapun itu kalian harus tetap semangat dan jangan sampai stress! Bikin catatan prioritas untuk ngurusin ini itu biar hari H kalian hanya duduk dan berdiri cantik salaman sama tamu dengan senyuman manis manja. 
Pokoknya selama pengurusan pernikahan jangan sampai stress dan kebawa emosi karena...

Karena setan akan selalu menggoda iman dan hati mereka yang sedang mengurus pernikahan, yap setan gak suka hubungan yang halal. Lha kenapa jadi ceramah eke ini?
Yoweslah sekian dulu review saya. Semoga bermanfaat dan maaf kalo banyak kekurangan. 
Wassalam :)

Sabtu, 26 Agustus 2017

Wedding Review: Alvidha - Alan 15 April 2017

Now Playing: Akad by Payung Teduh

Wajah-wajah bahagia after Akad Nikah, alhamdulillah :)

Hellaw! Setelah sekian lama menguatkan niat untuk menulis postingan ini dan akhirnya niatnya terkumpul. Anda tadaaaa… jadi juga tulisannya. Iyap, mereview adalah hal yang paling ogah-ogahan saya kerjakan, karena saya harus bongkar dokumen lama, inget-inget dan segala macamnya.

Postingan kali ini saya mau review serba-serbi nikahan di bulan April kemarin yang dimana banyak banget yang appreciate dengan gaya pernikahan saya (yang sebenarnya jauh dari kata luar biasa). Mungkin karena saya dan suami menganut sistem ‘sederhana’ serta gunakan duit sehemat mungkin.

Ketika saya ingin mengeluarkan budget lebih untuk pernikahan saya kemarin, saya pasti akan selalu mengingat kalimat “nikah itu gampang dan murah, yang mahal itu gengsinya”. Saya dan suami sangat menyetujui hal tersebut. Why? Toh selepas akad dan resepsi, kemungkinan orang-orang akan ‘ngegosipi’ kekurangan or kelebihan pernikahan kami pas hari H saja, besoknya sudah lupa dan bulan depan lain lagi pertanyaannya seperti “udah isi belum?”, bukan “nikahan kalian kemarin kok anu” dan itu BENERAN TERJADI, memang ada beberapa kekurangan pas hari H tapi so far gak ada yang ungkit-ungkit lagi tuh huahahaha. Dan kami juga berprinsip “yang penting sah! Dan semua kenyang”.

Anyway saya mau berterimakasih buat pihak-pihak yang sudah membantu melancarkan urusan kami.  Oke, markiviuuu.. mari kita review!

1. LOKASI: AULA SAKINAH - MASJID AGUNG SUNDA KELAPA
Lokasi: Jalan Taman Sunda Kelapa No.16 – Menteng, Jakarta Pusat
Harga 2017: Senin-Jumat (7 juta rupiah) & Sabtu-Minggu (10juta rupiah) + biaya akad di aula: 500rb
Contact Person: Pak Heri (021-31934261)
Daya tampung: sampai 600 orang.

Mengapa ambil lokasi ini? Plusnya lokasi ini yaitu: Berada di pusat kota yaitu di Menteng – Jakarta Pusat, terus adem, parkiran luas (bisa parkir di sekolah yayasan Sunda Kelapa), ruang rias cewek dan cowok dipisahin terus luas ada sofa, kamar mandi, lemari penyimpanan plus cermin yang gede. Lokasi ini merupakan lokasi favorit para calon manten yang stay di Jakarta, pengen tempat yang adem dan murah! Ditambah Pak Heri yang baik banget melayani para calon manten, doi bisa diajak konsultasi soal catering mana yang enak mana yang enggak hihihi. Dan yang pasti MASK ini punya banyak rekanan catering dan EO jadi kita bisa liat brosur di ruangan Pak Heri.

Kekurangan, aulanya kebanyakan pilar hahahaha jadi terkesan kurang luas dan pas hari H ternyata bertabrakan dengan tabligh akbar salah satu komunitas jamaah yang terkenal itu lho hehehe tapi yaudah lah yaaa biar makin rame nikahan kami hahahaha.

Aula Sakinah - Masjid Sunda Kelapa setelah didekor

2. ANGGRAELA CATERING
Lokasi: Jalan Al-Mujahidin No.25, Cipinang – Jakarta Timur (dekat Stasiun Klender)
Contact Person: Mbak Kiki

Nah Anggraela Catering termasuk catering yang menjadi rekanan Mesjid Sunda Kelapa, yang kece-nya gedung digratisin coy dimasukin ke paket! Gimana saya dan Aa’ gak berbinar-binar hihihi. Kita mengambil paket untuk 700 tamu dengan harga: 62juta rupiah (BAYANGIN 62 JUTA udah gausah bayar gedung yang seharga 10juta) *nangis pelukan sama Aa’*.

Yang saya demennya dengan catering di Jabodetabek adalaaaaah… paket itu sudah include coffee break akad, menu buffe, 7 jenis gubukan, baju manten akad, resepsi, baju ortu, baju among tamu, dekor, dokumentasi, dll (nih saya cantumin listnya) hehehehe. Saya gak bisa bayangin kalo saya nikah di kampung halaman saya di Makassar, catering beda harganya, baju nikah beda, makeup lain, ini itu dan mungkin bisa menghabiskan 100 juta keatas huahahaha.

Nah untuk Anggraela sendiri yang kita suka adalah murah dan dekornya cakep sesuai yang kita inginkan yaitu gebyok putih dengan nuansa pink silver di seluruh ruangan karena baju resepsi yang kita pakai juga pink silver sih heheheu.  Dokumentasi juga pas, kelar acara nunggu sekitar seminggu CD foto dan video udah bisa diambil. Tapi, dimana kelebihan pasti ada kekurangan.. kemarin pas nikahan, belum jam 2 udah pada diberesin kan KZL, tapi yaudah lah ya.. mungkin peraturannya emang begitu. Oiya saya gak bisa review makanan karena JUJUR KITA BERDUA KAGAK MAKAN! Ntah karena riweuh or apa, padahal gak kekurangan kok makanannya, lebih malah karena keluarga pada bungkusin bawa pulang hihihi, tapi sempat tanya beberapa kerabat katanya enak kok. Yah, standar buffe kondangan lah ya…




Dekor Pelaminan

Dekor Meja VIP

Dekor Meja Akad

Dekor Meja Snack

3. SANGGAR RIZQI KUSUMO
Lokasi: Dekat Anggraela, pas depan Sekolah Bahasa – Kepolisia RI – Cipinang, Jakarta Timur

Nah! Ini untuk bagian baju, MC dan hiburan. Sanggar ini merupakan rekanan dari Anggraela Catering. Sebenarnya Anggraela juga ada sanggarnya, cuma hati ini lebih sreg dengan sanggar Rizqi Kusumo karena pilihannya banyak buaaaanget dan staffnya sudah professional gitu deh melayani customer, mulai dari ketemu pertama kali sampe pas hari H, ada Mbak Wuri yang ngurusin saya juga itu hari juga baiiikkk banget sampe pas kelar resepsi kita pelukan Teletubbies gitu huhuhu, dia ngurusin saya kayak ngurusin anak sendiri *lah jadi baper*.  Mbak MCnya juga baik, sempat minta maaf karena ya itu diberesinnya kecepatan, mungkin karena kurang koordinasi dari awal kaliya. Yang pasti saya pribadi demen banget dengan sanggar ini.

Tampilan kita berdua pas Akad Nikah, serba putih-putih

ini kostum dari sanggar Rizqi Kusumo pas resepsi. Nuansa pink silver hihihi


4. ANYTIME UNDANGAN (Mba Elsa)
Lokasi: Bantul, D.I Yogyakarta
Akun IG: anytime_undangan
Total biaya: 3500 x 350 undangan: 1.225.000 + ongkir 120ribu

Ini yang bikin galau, setelah melalui lika-liku drama pencarian percetakan undangan.. AKHIRNYA! Saya nemu tempat cetak undangan via online. Awalnya cari ke Tebet, wadawww model sederhana yang saya pengenin dibanderol dengan harga 5500/pcs.. GILE LU NDRO! Pokoknya saya ngebudget untuk undangan itu cukup 1.500.000 aja (kalo kurang dari ini malah alhamdulillah). Dan iseng cari di Instagram dan nemulah akun: anytime_undangan ini. Awalnya sempat ragu karena via online, kita gabisa meraba hasilnya bagaimana dan takut menyesal pas datang. TAPI, ternyata gak sama sekali. UNDANGAN YANG DATANG SESUAI SAMA YANG SAYA PENGENIN ALHAMDULILLAH! Untuk desain, kebetulan saya yang desain sendiri undangannya hehehe, tapi di Anytime Undangan kamu bisa pilih desain yang kamu mau kok. Plus adminnya juga bae banget, walaupun slow respond (karena emang orderan doi banyakkkk banget!) jadi kamu harus sabar-sabar yaaa~

Tampak Depan

Tampak Belakang

5. E-INVITATION by @tristaniaindah
Price: Mending langsung cek and DM IG doi yaaa

Jadi saya minta tolong junior saya di kampus yang handal, kece dan kreatif untuk mendesain e-invitation yang saya sebar via social media dan hal itu saya percayakan ke Adik Tristan cantikk.. Makasihhh dek!

GEMESSHH KAANNN~

 
6. SOUVENIR by RIA SOUVENIR
Lokasi: Basement – Pasar Jatinegara, Jakarta Timur
Contact: Mbak Ria (by request yaaa bagi yang minat, nomer hape soalnya.. privacy hihihi)

Untuk souvenir saya mengambil 350 buah untuk tas serut kecil (yaah muat koin, hape mini, powerbank kecil lah ya) dengan harga 1500/pcs + tempat 500/pcs jadi totalnya 2000/pcs. MURAH KAN~ Hwehehehe. Kenapa milih tas serut kecil ya sekali lagi biar unyu, hemat dan toh berguna juga buat nyimpen sesuatu. Saya bertanya ke beberapa teman, dan banyak yang pake souvenirnya buat naro lipstick, flash disk, koin bahkan kartu nama hahahaha.




7. MAS KAWIN & CINCIN
Untuk cincin, kita sepakat untuk memakai cincin pas kita tunangan hahaha, why? Karena malas aja ganti-ganti kita udah demen sama cincinnya, jadi 2 minggu sebelum hari H kita sepuh lagi cincinnya biar lebih cling. Dan untuk mas kawin, kita sepakat untuk mengambil 10 gram logam mulia. Semua dibeli di Cikini Gold Center sampai hias seserahan mas kawin dan cincin juga disana. Oiya, untuk mas kawin seperangkat alat sholat, saya belinya di Thamrin City.



Hmm apalagi ya? Untuk seragam saya cuma nyediain seragam buat orang tua dan tante-tante beli kain di Tanah Abang, muraaahh~ untuk teman saya ga kasih seragam ya karena biar ga ada diferensiasi aja antara teman yang dikasih seragam ama ngga karena saya sayang sama semua temanku hehehehe. Review ini sebenarnya masih banyak kurangnya, jadi maafin ya!

Terus biaya KUA Menteng itu 600rb karena nikahnya hari Sabtu, kalo nikah di KUA mah gratis. Plus ngasih duit transport ke Pak Penghulu yang baik hati udah bersudi hari Sabtunya dipakai oleh kami hihihi. Syukran Pak Iswadi dari KUA Menteng!

Intinya kita berdua happy sih akhirnya urusan nikah bisa lancar walaupun pas proses menuju kesana ada banyak dramanya. Dan alhamdulillah kita bsa melaksanakan pernikahan sesuai dengan budget yang ada tanpa utang dan bantuan orang tua. WE ARE PROUD!

Yang pasti, nikahlah sesuai kemampuan! Jangan mau dimakan gengsi karena tren yang lagi in. Kita memang menginginkan pernikahan yang indah untuk dikenang, tapi jangan sampai bikin kantong kalian kering dan kejang-kejang. Karena nikah itu gak cuma satu hari, setelah akad dan resepsi barulah hidup baru dimulai, untuk itulah kenapa orang pada ngucapin “selamat menempu hidup baru”, karena emang bener-bener baru dan beda!

Oke, sekian dulu postingan saya ya! Semoga bisa menjadi bahan inspirasi buat kalian yang pengen nikah. Thanks for reading and wassalam!