Minggu, 14 Desember 2014

Tulisan tentang Rindu

Now Playing: Celine Dion ft Andrea Bocelli - The Prayer

Suatu hari saya berdiskusi dengan salah seorang teman, dia menantangku "Kamu tau rindu itu apa? Kamu bisa tuliskan apa itu rindu dengan versimu?" Sebagai manusia yang suka dengan tantangan, baiklah saya akan menuliskan beberapa paragraf tentang apa yang saya pahami perihal "Rindu".

Saya mendengar kata rindu pertama kali saat saya masih kecil dalam sebuah lirik lagu Malaysia yang kira-kira seperti ini "rindu... rindu serindu-rindunyaaa.. namun engkau tak perduli~" . Saya mengetahui bentuk dari rindu itu dari seorang teman saya di kala SMP yang curhat kepada saya "aduh aku rindu pacarku deh!", dan akhirnya saya mengalami apa arti dari rindu sesungguhnya saat saya ditinggal oleh nenek saya yang telah meninggal dunia.

Rindu adalah kata kerja. Saya tidak bisa mendefinisikan kata rindu sesuai Kamus Besar Bahasa Indonesia, tapi mari saya mendefinisikan makna rindu berdasarkan apa yang telah kualami.

Bagiku rindu itu racun. Hahaha. Mematikan. Apakah kamu pernah merasakan rindu yang hampir membuat sebagian nyawamu tercabut dari ragamu? Oke, hiperbola, tapi pernah kan? Saya pernah merindukan seseorang hingga saya nangis isak-isak, ingus meleber kemana-mana, berdoa kepada Tuhan dan menangis lagi. Mungkin itulah yang terjadi jika rindumu tak terbalaskan dan tak tercurahkan kepada objeknya.

Rindu tercipta ketika ada jarak yang tercipta. Ruang dan waktu yang berbeda sehingga membuat perasaan ingin menikmati sosoknya semakin menggebu-gebu. Rindu, kau akan merasakannya saat dia tiada disisimu, jika ini disebabkan oleh cinta yakinlah dia akan merasakan hal yang serupa, rindu akan tetap menjadi rindu hingga waktu akan berpihak kepadamu dan mempertemukanmu dengan objek rindumu itu.

Rindu itu bagaikan sebuah luka, sebuah derita, mungkin akan hilang setelah kamu menemukan penawarnya. Rindu layaknya gelombang yang menghempas, tapi melengkapi pemandangan laut lepas. Rindu inilah yang menyebabkan orang bisa berlari ke gurun pasir yang panas tanpa sendal, mengejar air minum yang sejuk walaupun kau tau itu hanyalah fatamorgana.

Pernah merasakan rindu yang menggebu-gebu? Ya, saya pernah. Tapi saya lebih suka mengumpulkan rindu ketimbang menyebarnya. Apakah kamu pernah mencoba melupakan dan tidak merindu? Saya pernah tapi itu susah, karena rindu selalu berkaitan dengan kenangan, sedangkan kenangan? Mungkin hanya amnesia yang bisa melunturkan kenangan.

Kupikir itu saja tulisanku tentang rindu. Saya mengantuk. Masih banyak yang ingin saya tulis tapi biarlah, sampai kalian merindukanku lagi. Hehehe. Wassalam :)

Tidak ada komentar: